Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Ular Terpanjang dari Genus Boiga, Panjangnya Bisa Mencapai 3 Meter

5 Ular Terpanjang dari Genus Boiga, Panjangnya Bisa Mencapai 3 Meter
ular cincin emas (inaturalist.org/Edward)
  • Genus Boiga atau ular kucing di Asia umumnya berbisa menengah, hidup arboreal, dan mencakup spesies berukuran besar hingga sekitar 3 meter.
  • Boiga cynodon, ular cincin emas, dan ular kucing bakau tersebar di sejumlah negara Asia Tenggara termasuk Indonesia; panjang maksimalnya berkisar 2,5 hingga 2,8 meter.
  • Ular pohon cokelat menjadi yang terpanjang hingga 3 meter dan invasif di Guam, sementara Boiga forsteni mencapai 2,3 meter serta hidup di India, Sri Lanka, dan Nepal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Genus Boiga merupakan genus ular dari famili Colubridae yang bisa ditemukan di benua Asia. Secara umum, genus Boiga sering disebut sebagai ular kucing atau cat snake. Hampir semua spesies dari genus Boiga merupakan ular berbisa menengah yang tidak berbahaya bagi manusia. Ular ini juga merupakan ular arboreal, artinya ia menggantukngkan hidupnya di pepohonan.

Lebih lanjut, ukuran ular Boiga tak bisa diremehkan. Contohnya, ada spesies yang panjangnya mencapai 2 meter dan badannya besar. Tak cuma itu, ada juga spesies berwarna cokelat dengan panjang 3 meter. Kemudian, kamu juga bisa menemukan spesies Boiga raksasa di Indonesia. Penasaran dengan ular-ular tersebut? Nah, mari simak pembahasan berikut.

  1. 1. Ular kucing bergigi anjing

    ular kucing bergigi anjing
    ular kucing bergigi anjing (inaturalist.org/Josh Vandermeulen)

    Dilansir Ecologyasia, ular dengan nama ilmiah Boiga cynodon ini mampu tumbuh hingga sepanjang 2.8 meter. Ular ini bisa ditemukan di berbagai daerah, mulai dari kebun, taman, hutan, pepohonan, sampai area pemukiman. Lebih lanjut, penyebarannya juga luas karena mencakup Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, sampai Indonesia. Lebih lanjut, makanannya mencakup burung dan mamalia kecil.

    Hewan ini mudah dikenali dari badannya yang sangat panjang, ramping, dan kepalanya yang besar. Tubuhnya sendiri berwarna cokelat dan ditemani corak garis hitam. Namun, ada juga individu melanistik dengan warna dasar hitam, walau individu demikian jarang ditemukan. Ia merupakan ular berbisa menengah dan gigitannya mampu menyebabkan pembengkakan, gatal-gatal, dan demam.

  2. 2. Ular cincin emas

    ular cincin emas
    ular cincin emas (inaturalist.org/a_f_r)

    Laman World Species menjelaskan kalau Boiga dendrophila atau ular cincin emas punya panjang sekitar 1.8 - 2.4 meter. Namun ada beberapa spesimen yang mampu tumbuh hingga panjang 2.7 meter. Reptil ini memiliki banyak subspesies, seperti Boiga dendrophila dendrophila, Boiga dendrophila annectens, Boiga dendrophila levitoni, dan Boiga dendrophila divergens.

    Ular cincin emas merupakan ular berbisa menengah, namun ia cukup berbahaya. Jika menggigit, ular ini bisa menyebabkan nekrosis, pembengkakan, demam, sampai kematian walau sangat jarang terjadi. Ia cukup agresif dan akan mengangkat kepala, menekuk leher, dan mendesis saat merasa terancam. Warnanya juga khas, yaitu warna dasar hitam dan garis tipis berwarna kuning atau putih.

  3. 3. Ular kucing bakau

    ular kucing bakau
    ular kucing bakau (inaturalist.org/Phakawat Kittikhunodom)

    Sekilas, ular dengan nama ilmiah Boiga melanota ini sangat mirip dengan ular cincin emas. Namun, ular ini sedikit lebih gemuk dan besar. Corak garisnya juga tidak menyatu alias putus di bagian tengah tubuh atau punggung. Lebih lanjut, laman Thai National Parks menjelaskan kalau ular ini punya panjang maksimal 2.5 meter, mirip dengan ular cincin emas.

    Habitatnya juga serupa dengan ular cincin emas, yaitu hutan, daerah lembab, pepohonan, dan area bakau. Lebih lanjut, reptil ini bisa ditemukan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Kandungan bisa dan kebiasaannya juga serupa dengan ular cincin emas. Jadi, kamu harus berhati-hati dan jangan sekali-sekali mengusik, mengganggu, atau memprovokasi ular pemakan burung ini.

  4. 4. Ular pohon cokelat

    ular pohon cokelat
    ular pohon cokelat (inaturalist.org/Philip Griffin)

    Dilansir iNaturalist, ular dengan nama ilmiah Boiga irregularis ini bisa tumbuh hingga sepanjang 3 meterMengandalkan panjangnya tersebut, ular pohon cokelat mampu memanjat dan menyelinap di sela-sela pohon dan bebatuan dengan mudah. Alhasil, ular berbisa menengah ini mampu menangkap kadal, kodok, tikus, dan burung dengan lebih mudah.

    Sebenarnya, ular pohon cokelat merupakan ular asli Papua, Papua Nugini, dan Austalia. Namun, saat ini penyebarannya sudah meluas ke daerah Guam dan di sana ia jadi spesies invasif. Sebagai spesies invasif, ular ini sangat merugikan ekosistem karena terus memakan satwa asli Guam. Untungnya, berbagai upaya sudah dilakukan dan saat ini populasi ular pohon cokelat di Guam mulai terkendali.

  5. 5. Ular kucing forsten

    ular kucing forsten
    ular kucing forsten (inaturalist.org/Daniel Liepack)

    Dilansir India Biodiversity Portal, ular kucing forsten atau Boiga forsteni punya panjang sekitar 1 - 2.3 meter. Nah, tubuh panjangnya memudahkan aktivitas ular ini. Spesifiknya, tubuh panjang dan ramping membuat gerakannya lebih cepat dan lincah. Alhasil, ia bisa kabur dan memanjat pepohonan yang tinggi dengan mudah. Gak cuma itu, warna cokelatnya juga memberikan kamuflase yang sempurna.

    Sayangnya, kamu tak bisa menemukan spesies ini di Indonesia karena ia hanya menghuni India, Sri Lanka, dan Nepal. Layaknya Boiga lain, ular kucing forsten adalah spesies nokturnal dan arboeal yang aktif di malam hari dan sering beraktivitas di pepohonan. Bisanya juga termasuk bisa menengah dan hanya efektif untuk melumpuhkan hewan kecil seperti burung, ular, kelelawar, tupai, tikus, dan kadal.

    Kehadiran ular-ular tersebut menunjukan kalau genus Boiga berisikan ular besar yang sangat eksotis. Dalam hal ini, ukuran genus Boiga tak kalah dari ular lain seperti ular pucuk, kobra, atau ular tampar yang sama-sama sering terlihat di pepohonan. Tak cuma ukuran yang besar, tiap spesies juga sangat unik. Nah, semua keunikan tersebut membantu mereka untuk hidup, berkamuflase, dan mencari mangsa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More