6 Fakta Amazonian Royal Flycatcher, si Cantik yang Penyendiri!

Amazonian royal flycathcer merupakan burung penyanyi yang penyebarannya berada di Amerika Selatan. Mereka berada dalam famili Tityridae dan memiliki nama ilmiah Onychorhynchus coronatus. Panjang tubuhnya mencapai 15 sentimeter dan beratnya hanya 9,7--14 gram. Bagian atas tubuhnya berwarna cokelat dan bagian bawahnya kuning cokelat tua.
Sementara itu, bagian ekornya berwarna cokelat kemerahan. Paruhnya panjang dan lebar. Bagian paling ikonik adalah jambulnya yang berbentuk kipas berwarna merah pada jantan dan kuning oranye apda betina. Yuk, kenalan lebih jauh melalui fakta berikut ini.
1. Wilayah penyebaran amazonian royal flycathcer

Penyebaran amazonian royal flycathcer berada di bagian selatan dan timur Venezuela, Guyana dan Brazil di sebalah timur Rio Negro dan Rio Tapajos. Mereka juga ditemukan berda di sebelah timur Andes di barat Amazonia, dari tenggara Kolombia dan negara bagian Amazonas Venezuela di selatan melalui Peru dan bagain utara Bolivia.
Animalia menginformasikan bahwa amazonian royal flycathcer menghuni dataran rendah yang lembap entah itu hutan hujan primer yang selalu hijau (evergreen) maupun hutan sekunder. Mereka juga sering berada di sepanjang sungai dan hutan yang tergenang air secara musiman.
2. Makanan utamanya adalah serangga

Makanan utama dari amazonian royal flycatcher adalah serangga seperti lalat, ciacada, capung dan ngengat. Mereka mencari makan di pinggiran air, menyergap serangga saat terbang atau memungutnya di antara serasah daun. Berdasarkan informasi dari A-Z Animals, mereka juga mencari makan di bawah kanopi hutan untuk menangkap cicada kecil, belalang dan kupu-kupu.
3. Lebih suka hidup menyendiri

Burung biasanya membentuk kawanan saat bermigrasi, tapi amazonian royal flycathcer tidak bermigrasi. Mereka menetap di area Amerika Selatan sepanjang tahun. Burung ini kerap terlihat sendirian atau berpasangan dan berkomunikasi dengan siulan bernada lambat. Selain suka menyendiri, amazonian royal flycathcer juga pendiam dan tidak ingin terlalu mencolok.
4. Hewan apa yang memangsa amazonian royal flycathcer?

Sumber yang sama menjelaskan bahwa amazonian royal flycathcer dewasa bisa dimangsa oleh burung pemangsa lainnya yang lebih besar. Pemangsa potensialnya adalah elang, falcon, hawk dan burung hantu. Sarangnya juga sering jadi incaran ular dan burung lebih besar.
Warna tubuhnya yang mencolok digunakan dalam ritual pendekatan saat musim kawin, tapi juga memiliki tujuan lain, lho. Peneliti berpendapat bahwa warnanya itu bisa mengejutkan atau menghalangi burung pemangsa dan mamalia.
5. Sistem perkawinan amazonian royal flycatcher

Tidak ada informasi pasti mengenai kapan musim kawin amazonian royal flycatcher dimulai. Akan tetapi, mereka biasanya menghuni hutan riparian yang berada di dekat sumber air selama musim kawin dan bersarang. Ritual pendekatannya dilakukan saat jantan memamerkan jambul indahnya untuk memikat betina. Jantan jarang menunjukkan jambulnya, hanya ditunjukkan ketika mencari pasangan.
Betina menghasilkan dua telur yang dieraminya sendirian, selama proses itu jantan akan menjaga dan mempertahankan wilayahnya. Tidak ada informasi mengenai berapa lama masa inkubasi dan kapan anak-anaknya dewasa, tapi mereka bisa hidup hingga berusia enam tahun.
6. Tren populasinya menurun

Total populasi secara global dari amazonian royal flycatcher antara 500.000 dan 5 juta burung dewasa. Walaupun diklasifikasikan sebagai Least Concern, tren populasinya mengalami penurunan karena kehilangan habitat. Keberadaan burung indah ini harus dilestarikan agar tidak punah, semua spesies royal flycatcher terancam karena degradasi dan kehilangan habitat.
Sekarang kamu tahu bahwa amazonian royal flycatcher ternyata lebih suka menyendiri saat mencari makan atau menghabiskan waktunya bertengger. Sayangnya, tidak banyak informasi mengenai spesies burung ini. Tertarik melihat amazonian royal flycatcher secara langsung?



















