Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta Menarik Shoebill, Burung yang Tega Memakan Saudaranya Sendiri

6 Fakta Menarik Shoebill, Burung yang Tega Memakan Saudaranya Sendiri
Shoebil (unsplash.com/David)
Intinya Sih
  • Burung shoebill dikenal dengan paruh besar dan postur unik, hidup menyendiri di rawa dangkal Afrika serta memiliki perilaku berburu diam mematung selama berjam-jam.
  • Shoebill bersifat monogami, membangun sarang besar di perairan, namun biasanya hanya satu anak yang bertahan karena terjadi pembunuhan antar saudara sebagai strategi bertahan hidup.
  • Dulunya dikira bagian dari keluarga bangau, kini shoebill diklasifikasikan dalam famili Balaenicitidae dengan ciri paruh kokoh yang mampu menangkap ikan hingga reptil kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di tengah perairan dangkal Afrika, burung shoebill tampil dengan visual yang sekilas tampak mengerikan. Bagaimana tidak, burung ini memiliki paruh yang sangat besar, bahkan masuk dalam kategori burung ketiga dengan paruh paling besar di dunia. Cukup mudah untuk mengenali burung ini, selain paruhnya yang mencolok, postur tubuhnya pun tampak bungkuk, di tambah lehernya yang agak panjang dan seluruh tubuhnya didominasi warn abu-abu kebiruan.

Di balik visulanya yang unik, shoebill mendapat reputasi sebagai burung paling jahat di dunia. Siapa sangka, di balik perilakunya yang gemar diam selama berjam-jam, rupanya punya cara tersembunyi untuk menghabisi saudaranya sendiri. Kedengarannya memang sadis, tapi inilah strategi evolusi paling cerdas di rawa Afrika. Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh apa itu burung shoebill, berikut adalah 6 fakta seputar burung shoebill.

1. Hanya punya satu pasangan seumur hidup

Burung Shoebill
Shoebil (pexels.com/Erik)

Burung shoebill atau Balaeniceps rex biasanya mencapai kematangan seksual pada usia tiga hingga empat tahun, dan pasangan yang berkembang biak bersifat monogami. Namun, burung-burung ini sangat menyendiri, dan bahkan pasangan yang sedang kawin akan mencari makan di sisi yang berlawanan dari wilayah mereka.

Pasangan shoebill berkembang biak membangun sarang di air atau di vegetasi terapung, dan sarang tersebut dapat berukuran hingga delapan kaki lebarnya. Betina bertelur rata-rata dua butir telur di akhir musim hujan.

Sebagai induk bersama, kedua burung shoebill akan merawat telur dan anak-anaknya. Perilaku ini termasuk mengerami dan membalik telur, serta mendinginkannya dengan air yang mereka bawa ke sarang menggunakan paruh besarnya. Penetasan terjadi sekitar bulan kemudian. Di mana anak shoebill memiliki bulu halus berwarna abu-abu kebiruan yang menutupi tubuhnya dan paruh berwarna lebih terang, dan biasanya hanya ada satu anak burung shoebill yang bertahan hidup hingga bisa terbang.

2. Shoebill pernah diklasifikasikan sebagai bangau

Burung Shoebill
Shoebill (commons.wikimedia/Flowcomm)

Sekilas burung shoebill tampak seperti bangau, tidak heran kalau dulunya burung ini diklasifikasikan sebagai bangau, bangau paruh sepatu atau bangau kepala paus, namun kini burung shoebill berada dalam famili tersendiri, yaitu Balaenicitidae. Shoebill menunjukkan karakteristik perilaku dan anatomi yang menyerupai bangau, dengan bulu-bulu halusnya yang terletak di dada dan perut, serta kebiasaanya terbang dengan leher sedikit ditarik ke belakang.

Uniknya lagi, tengkorak bangau paruh sepatu yang besar menyerupai tengkorak burung pelikan, tetapi hal itu bisa saja disebabkan oleh evolusi konvergen dan metode penangkapan ikan yang agresif dari kedua burung tersebut.

3. Penghuni perairan dangkal

Burung Shoebill
Shoebill (commons.wikimedia/Just chaos)

Burung shoebill sangat menyukai rawa papirus yang luas di Sudd, Afrika Timur bagian utara. Mereka biasanya tinggal di area luapan air yang arusnya tenang, karena di sana banyak ditemukan ikan segar. Di Uganda, burung shoebill ditemukan di sepanjang tepi rawa danau, di daerah yang ditumbuhi alang-alang, papirus, dan rumput, untuk berlindung dan mencari bahan sarang.

Shoebill memiliki teknik berburu dengan cara 'merunduk', dan tidak efektif jika teknik ini dilakukan di perairan dalam, itulah mengapa burung shoebill cenderung menyukai perairan dangkal. Perairan dengan kandungan oksigen rendah adalah tempat favoritnya, karenan ikan biasanya lebih sering muncul ke permukaan, yang mana memudahkan shoebill untuk memangsanya.

4. Paruhnya sangat kokoh dan tahan benturan

Burung Shoebill
Shoebill (commons.wikimedia/Yasimin)

Bagian paling mencolok dari burung shoebill adalah paruhnya yang besar. Paruh burung shoebill yang kokoh dan diperkuat sangat penting, mengingat teknik berburu burung ini. Berdiri diam, begitu mendeteksi ikan, shoebill langsung menyerangnya, dengan cepat menjatuhkan seluruh berat badannya ke mangsa, dengan paruhnya menahan sebagian besar benturan. Ikan paru-paru, ikan lele, dan nila adalah makanan umum, serta ular air, katak, kadal monitor, dan penyu muda. Tidak hanya itu, shoebill juga kadang kala menyantap burung air muda dan buaya.

Diketahui, paruh shoebill panjangnya mencapai 30 cm, di mana paruh ini adalah yang terpanjang ketiga di antara semua burung yang masih hidup. Ujungnya yang tajam dan kait di bagian ujungnya memungkinkan burung ini untuk menangkap, mencengkram, dan membunuh mangsa hidup.

5. Memakan saudaranya sendiri

Burung Shoebill
Shoebill (commons.wikimedia/Sheba)

Meskipun burung shoebill dewasa adalah orang tua yang hebat, upaya mereka disabotase oleh anak-anak burung mereka sendiri. Anak burung yang lebih tua cenderung melakukan pembunuhan saudara kandung. Ini adalah pembunuhan saudara kandung mereka yang lemah dan lebih muda ketika burung dewasa pergi berburu. Anak burung yang paling kuat melakukan ini melalui intimidasi atau membuat saudara kandungnya merasa lebih lemah dan terus membuatnya tidak nyaman untuk terus tinggal bersama di dalam sarang. Dalam banyak kasus, anak burung yang lebih tua dan lebih kuatlah yang bertahan hidup setelah mengusir yang lebih lemah.

6. Sering diam mematung selama berjam-jam

Burung Shoebill
Shoebill (commons.wikimedia/A.Savin)

Burung shoebill termasuk yang suka kesendirian, saat-saat sendiri inilah burung shoebill habiskan hanya untuk diam mematung selama berjam-jam. Diamnya bukan karena mereka malas bergerak, namun bagian dari strategi mendapatkan makanan tanpa mengeluarkan banyak tenaga.

Ketika waktunya tiba, shoebill sering kali menyergap mangsanya dengan tiba-tiba, targetnya pun tidak menyadari akan kehadiran shoebill yang diam-diam mengintainya sejak tadi. Paruhnya yang tajam dan besar memungkinkan burung shoebill untuk berburu mangsa yang lebih besar daripada yang biasanya dimakan oleh burung perairan.

Itu dia 6 fakta menarik burung shoebill. Sebagai burung penghuni rawa Afrika, shoebill telah membuktikan bahwa untuk tetap bertahan hidup tidak harus berada dalam kelompok besar, kesendirian adalah hal yang menyenangkan bagi shoebill. Perilaku shoebill yang memakan saudaranya pun bukan soal jahat atau kejam, melainkan murni strategi bertahan hidup di alam yang keras.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More