Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta Unik Club-winged Manakin, Menciptakan Nada Melalui Sayapnya! 

6 Fakta Unik Club-winged Manakin, Menciptakan Nada Melalui Sayapnya!
Club-winged manakin (youtube.com/Choco Toucan Birding Tours)

Club-winged manakin merupakan burung penyanyi berukuran kecil. Mereka berada dalam famili Pipridae dan memiliki nama ilmiah Machaeropterus deliciousus. Panjang tubuhnya hanya sekitar 10 sentimeter dengan berat 19,8 gram. Warna bulu jantan adalah chestnut, bagian kepalanya berwarna merah, sayapnya hitam dan putih. Berbeda dengan betina yang warnanya cokelat olive.

Club-winged manakin terkenal oleh kemampuannya menghasilkan banyak nada melalui cara unik menggunakan getaran sayapnya. Penasaran bagaimana prosesnya? Yuk, baca fakta berikut ini.

1. Wilayah penyebaran club-winged manakin

Club-winged manakin (commons.m.wikimedia.org/Michael Woodruff)
Club-winged manakin (commons.m.wikimedia.org/Michael Woodruff)

Tempat perkembangbiakan club-winged manakin berada di hutan awan di bagian barat lereng Pegunungan Andes di Kolombia dan barat laut Ekuador. Animalia menginformasikan bahwa mereka berada dalam famili Pipridae dari burung kecil di wilayah subtropis dan tropis Amerika Selatan dan Tengah.

2. Makanan utamanya adalah buah-buahan

Club-winged manakin (youtube.com/Choco Toucan Birding Tours)
Club-winged manakin (youtube.com/Choco Toucan Birding Tours)

Berdasarkan informasi dari American Bird Conservancy, club-winged manakin lebih banyak memakan buah-buahan. Akan tetapi, mereka juga melengkapi dietnya dengan serangga. Mulutnya memiliki celah lebar yang memungkinkannya menelan buah berukuran sangat besar jika dibandingkan dengan ukurannya. Karena pola makannya, mereka menjadi tukang kebun efektif di habitatnya.

3. Bernyanyi dengan sayapnya

Club-winged manakin (youtube.com/Choco Toucan Birding Tours)
Club-winged manakin (youtube.com/Choco Toucan Birding Tours)

Sayap dari burung ini tidak hanya digunakan untuk terbang. Club-winged manakin menggerakkan sayapnya 100 kali per detik dan bisa menciptakan 1.400 nada, berpadu dalam suaranya yang nyaring dan harmonis. Efek itu dikenal sebagai sonation, di mana burung bisa menghasilkan suara dengan cara lain selain dari syrinxnya. Burung lain bisa menggunakan paruh, ekor, kaki atau alat.

Melansir Fact Animal, sayap dari club-winged manakin berevolusi jadi sangat kaku dan tidak seperti tulang berongga pada burung terbang lainnya. Sayapnya kokoh, kemampuan terbangnya dikorbankan agar bisa menjadi pilihan utama bagi betina untuk dikawini. Kamu bisa mengistilahkan bahwa betina lebih suka pada musisi daripada pilot.

4. Mereka bisa menari!

Club-winged manakin (youtube.com/Choco Toucan Birding Tours)
Club-winged manakin (youtube.com/Choco Toucan Birding Tours)

Sebagai seorang musisi, club-winged manakin juga pandai menari. Saat burung bertengger di dahan, mereka akan membungkuk ke depan dengan leher terbentang dan melompat ke belakang. Mereka berganti posisi dengan cepat setiap lompatan kecil. Ketika melakukannya, club-winged manakin mengepakkan sayapnya sambil memperlihatkan tanda hitam dan putihnya yang jelas.

Setelahnya, club-winged manakin menghentikan tubuhnya dari satu sisi ke sisi lain. Hal tersebut membantunya memperlihatkan tanda di sisi tubuhnya. Semua gerakan tersebut terjadi dalam jangka waktu lima detik.

5. Melakukan pertunjukan melompat memutar

Club-winged manakin (youtube.com/Choco Toucan Birding Tours)
Club-winged manakin (youtube.com/Choco Toucan Birding Tours)

Selain dari tarian yang disebutkan pada fakta sebelumnya, club-winged manakin terlihat melompat ke udara dan memutar 180 derajat kemudian mendarat di batang pepohonan. Putarannya membuatnya mundur sekitar 15 sentimeter di sepanjang dahan. Mereka tampaknya suka melakukannya di sela-sela kepakan sayapnya.

Tampaknya panjang dan durasi lompatan berhubungan dengan kesehatan dan kekuatan burung ini. Itu menunjukkan kesesuaian sebagai pasangan kuat. Menarik, bukan?

6. Membentuk lek untuk berkembangbiak

Club-winged manakin (inaturalist.org/Chrissy McClarren and Andy)
Club-winged manakin (inaturalist.org/Chrissy McClarren and Andy)

Sumber yang sama menjelaskan bahwa club-winged manakin membentuk lek (tempat perkembangbiakan). Jantan berkumpul di suatu tempat untuk melakukan pertunjukan dan menarik perhatian betina. Sementara itu, betina hanya mengunjungi lek untuk kawin, berbeda dengan jantan yang menghabiskan sebagian besar waktunya di lek dan menunggu betina untuk berkunjung.

Club-winged manakin tidak membentuk ikatan. Setelah kawin, betina akan meninggalkan lek untuk membangun sarang yang digunakannya untuk membesarkan anak-anaknya. Lek dari jantan biasanya digunakan selama beberapa generasi.

Club-winged manakin ternyata sangat pandai menghasilkan nada melalui getaran sayapnya, itu akan mengiringi tarian dan lompatan memutarnya. Jantan membentuk lek sebagai tempat perkembangbiakan, lalu melakukan ritual untuk memikat betina. Mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dengan tren populasi mengalami penurunan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More

4 Fakta Ilmiah tentang Cara Anjing Mengingat Perintah

30 Apr 2026, 20:15 WIBScience