Mural karya Harijadi Sumodidjojo yang berjudul "Unfinished Mural" di Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah). (commons.wikimedia.org/22Kartika)
Gak cuma menyimpan barang-barang peninggalan zaman Belanda, Museum Fatahillah juga jadi tempat seru buat belajar sejarah Jakarta dari zaman purba atau prasejarah. Di sini, kamu bisa melihat replika Prasasti Tugu dan Prasasti Ciaruteun dari masa Kerajaan Tarumanegara abad ke-5 Masehi. Di prasasti itu, ada cetakan telapak kaki Raja Purnawarman yang dianggap seperti kaki Dewa Wisnu, yang jadi bukti kalau peradaban di sekitar Jakarta sudah ada jauh sebelum bangsa Eropa datang.
Selain prasasti kuno tersebut, ada banyak koleksi menarik lainnya yang gak boleh kamu lewatkan saat berkunjung. Mulai dari replika Padrão Sunda Kalapa yang bersejarah, pot keramik cantik asal Jepang dari abad ke-17, lempengan batu bergambar kapal VOC di dinding museum, hingga lukisan mural ikonik karya Harijadi Sumodidjojo yang sengaja dibiarkan belum selesai.
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan sejarah dan berbagai fakta menarik di balik megahnya Museum Fatahillah? Saat berkunjung nanti, kamu bisa melihat langsung penataan koleksi sejarah yang disajikan secara permanen berdasarkan urutan kronologis atau lini masa perjalanan kota Jakarta dari masa ke masa. Gak cuma itu, kamu juga bisa melakukan banyak aktivitas seru di area luar, seperti berfoto-foto, bersantai di alun-alun, atau keliling lapangan naik sepeda ontel hias.