Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Fakta Menakjubkan Fuchsia, Warna Cerahnya Sering Dikaitkan dengan Kegembiraan dan Perayaan

Tanaman Fuchsia
Fuchsia wind chime (pixabay.com/fietzfotos)
Intinya sih...
  • Fuchsia dinamai dari botanis terkenal
  • Fuchsia memiliki beragam spesies dan warna bunga yang menarik
  • Fuchsia dapat dimakan, memiliki makna budaya, dan digunakan dalam seni
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Fuchsia adalah salah satu genus tanaman berbunga, yang tidak hanya memikat mata dengan warna-warninya yang cerah dan bentuk bunganya yang khas menggantung. Di balik keindahannya, tanaman ini menyimpan berbagai fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Fuchsia yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Selatan telah lama menjadi favorit di kalangan pecinta taman dan penggemar alam. Tanaman ini menjadi favorit karena tampilannya yang mencolok dan bentuknya yang unik.

Terdapat informasi menarik tentang fuchsia yaitu kombinasi antara keunikan ilmiah dan nilai budaya yang dimiliki. Mulai dari perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem hingga kehadirannya dalam karya seni dan simbol budaya, fuchsia mencerminkan keterhubungan antara manusia dan alam. Melalui 8 fakta menarik berikut, ketahui keistimewaan fuchsia dalam kontribusi pada keanekaragaman hayati dan budaya manusia ini, yuk.

1. Nama fuchsia berasal dari nama seorang botani terkenal

Tanaman Fuchsia
Fuchsia wind chime (pixabay.com/ fietzfotos)

Fuchsia dinamai berdasarkan nama seorang botanis terkenal asal Jerman pada abad ke-16 yaitu Leonhart Fuchs, yang dikenal karena karyanya dalam klasifikasi tumbuhan. Kontribusi Leonhart Fuchs menjadi dasar bagi botani modern. Hal itulah yang menjadikan nama untuk tanaman ini sebagai penghormatan yang pantas.

Genus ini pertama kali dijelaskan oleh Charles Plumier, seorang botanis Prancis, pada tahun 1703. Sejak dikenalkan tersebut, fuchsia berkembang menjadi kelompok tanaman hias populer yang terus meningkat dan saat ini menjadi salah satu tanaman hias yang paling banyak ditanam di dunia.

2. Beragam Spesies Tersedia

Tanaman Fuchsia
Fuchsia wind chime (pixabay.com/fietzfotos)

Fuchsia yang juga dikenal sebagai lady's eardrop, adalah tanaman berbunga lebat yang termasuk dalam keluarga primrose malam. Tanaman ini berasal dari Chile, Argentina, dan Meksiko. Genus Fuchsia mencakup lebih dari 100 spesies dengan keragaman bentuk dan warna yang menakjubkan. Mulai dari bunga kecil dan halus Fuchsia magellanica hingga Fuchsia triphylla yang lebih kokoh. Setiap spesies fuchsia memiliki pesona uniknya sendiri.

3. Fuchsia memiliki bunga dalam berbagai warna

Tanaman Fuchsia
Fushia red (pixabay.com/Etienne-F59)

Salah satu bagian paling menawan dari fuchsia adalah spektrum warnanya. Fuchsia memiliki warna yang kaya dan beragam, mulai dari kelopak ungu gelap dan merah muda cerah hingga putih murni. Beberapa varietas fuchsia menghasilkan bunga berwarna putih, kuning, oranye, merah tua, dan ungu-biru. Bunga berwarna cerah yang dimiliki fuchsia ini mampu menarik burung kolibri sebagai penyerbuk utama fuchsia.

Bunga fuchsia ini berbentuk tabung atau berbentuk lonceng, dan bunganya menggantung. Bunga-bunga cerah fuchsia dapat dilihat selama musim panas dan gugur di daerah subtropis atau sepanjang tahun di daerah tropis. Bunga-bunga ini dapat bertahan selama beberapa hari.

4. Fuchsia dapat tumbuh subur pada iklim yang lebih sejuk

Tanaman Fuchsia
Fuchsia (pixabay.com/Roselie)

Jika banyak tanaman berbunga lebih menyukai lingkungan yang hangat dan cerah, fuchsia sebaliknya. Tanaman ini tumbuh subur di area yang lebih sejuk dan teduh. Kemampuan beradaptasi ini memungkinkan mereka berkembang di wilayah dengan musim panas yang mild, seperti di Pacific Northwest, Amerika Serikat.

Fuchsia biasanya tumbuh dalam bentuk semak yang dapat mencapai tinggi antara 8 inci hingga lebih dari 13 kaki. Tinggi tersebut tergantung pada varietasnya. Fuchsia memiliki daun sederhana berbentuk lanset yang tersusun dalam lingkaran atau berpasangan berlawanan di cabang. Tepi daun fuchsia dapat utuh atau bergerigi.

5. Beberapa bagian fuchsia dapat dimakan

Tanaman Fuchsia
Fuchsia magellanica (pixabay.com/Nennieinszweidrei)

Dilansir Facts Gem, beberapa bagian tanaman fuchsia dapat dimakan. Fuchsia menghasilkan buah beri yang dihasilkan oleh spesies tertentu, terutama Fuchsia magellanica. Warna buah yang dimiliki tersebut sangat bervariasi tergantung varietas. Warnanya mulai dari hijau kemerahan, merah, hingga ungu. Buah beri dari fuchsia ini memiliki banyak biji kecil.

Buah tersebut sering digambarkan memiliki rasa manis dan asam yang ringan. Membuat buah ini sering dijadikan tambahan menarik untuk salad atau dessert, dan biasanya juga dikonsumsi dalam bentuk selai. Dilansir Soft Schools, semua bagian fuchsia dapat dimakan, tetapi buah beri adalah yang paling populer dan paling sering digunakan dalam diet manusia. Namun, perlu diingat agar tetap berhati-hati karena tidak semua fuchsia aman untuk dimakan.

6. Tanaman ini menjadi simbol cinta dan memiliki makna budaya

Tanaman Fuchsia
Fuchsia (pixabay.com/Walter46)

Dalam bahasa bunga, fuchsia melambangkan cinta dan kecantikan. Makna simbolis fuchsia ini dapat dilihat dari tampilannya yang mencuri perhatian dan tanaman ini seolah menari dalam angin. Hal tersebut yang menjadikan fuchsia sering diberikan untuk momen-momen bernuansa romantis. Selain itu, warna-warna cerahnya sering dikaitkan dengan kegembiraan dan perayaan, menjadikan tanaman ini sebagai lambang keindahan.

Di Jepang, Fuchsia merupakan simbol dari selera yang baik. Fuchsia juga menjadi simbol cinta yang tulus serta keramahan untuk masyarakat Barat. Di berbagai wilayah, terutama Selandia Baru, fuchsia memiliki makna budaya. Seperti suku Māori yang menggunakan bunga-bunga fuchsia dalam kerajinan tradisional dan upacara.

7. Fuchsia dapat bersifat abadi atau tahunan

Tanaman Fuchsia
Fuchsia genii (pixabay.com/Sonja-Kalee)

Fuchsia sering ditanam di kebun karena bunga-bunganya yang indah dan umurnya yang panjang. Hal itulah yang menjadikan fuchsia dikategorikan sebagai tanaman abadi atau tahunan. Namun, usia panjang tanaman ini juga tergantung pada spesiesnya dan iklim tempat fuchsia ditanam. Dilansir Soft Schools, fuchsia merupakan tanaman yang sangat tahan banting. Tanaman ini dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem, termasuk angin dan hujan.

Fuchsia sering ditanam sebagai tanaman tahunan di daerah yang mengalami embun beku. Sementara daerah yang memiliki iklim lebih hangat, fuchsia dapat tumbuh sebagai tanaman abadi dan kembali setiap tahun untuk memperindah taman. Kemampuan beradaptasi ini membuat fuchsia menjadi pilihan populer untuk berbagai lanskap.

8. Fuchsia digunakan dalam seni dan berbagai manfaat lainnya

Tanaman Fuchsia
Fuchsia (pixabay.com/JillWellington)

Keindahan fuchsia juga tidak luput dari perhatian dunia seni. Bentuk dan warna unik bunga fuchsia sering dijadikan inspirasi oleh seniman dan desainer. Estetika mencolok fuchsia dapat ditemukan dalam berbagai ekspresi seni, mulai dari lukisan bunga yang rumit hingga tekstil yang berani. Salain itu, fuchsia juga digunakan dalam berbagai hal lain. Misalnya, suku asli Amerika menggunakan akar fuchsia sebagai sumber pigmen hitam untuk mewarnai wol.

Terdapat pula fuchsia yang berbeda dengan spesies lainnya, yaitu Fuchsia excorticata yang tumbuh sebagai pohon. Kayu dari Fuchsia excorticata begitu padat dan keras sehingga tidak dapat digunakan sebagai kayu bakar. Kayu Fuchsia excorticata digunakan untuk ukiran dan pembuatan berbagai benda tahan lama, seperti sisir. Suku asli Selandia Baru, yaitu suku Maori, menggunakan serbuk sari biru dari bunga Fuchsia excorticata sebagai sumber kosmetik.

Fuchsia bukan sekadar memiliki bunga yang indah. Tanaman ini juga mencerminkan hubungan mendalam antara manusia dan alam yang begitu menarik untuk diketahui lebih dalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us