- Mengembangkan penampungan air seperti embung desa, waduk kecil, dan sumur resapan untuk menjaga cadangan air saat musim kering lebih panjang
- Mendorong penggunaan irigasi hemat air, varietas tanaman tahan kekeringan, serta penyesuaian kalender tanam untuk mengurangi risiko gagal panen
- Melakukan reforestasi dan perlindungan lahan gambut guna menjaga siklus air alami dan mengurangi dampak kekeringan
- Meningkatkan monitoring hotspot serta pengelolaan lahan yang lebih baik untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan
- Memanfaatkan teknologi seperti IoT dan AI untuk memprediksi risiko kekeringan dan mengatur kebutuhan air secara lebih efisien
- Mengoptimalkan pemanfaatan energi surya seperti PLTS sebagai alternatif energi saat intensitas matahari meningkat.
Apa Itu Godzilla El Nino yang Akan Terjadi di Indonesia?

Fenomena Godzilla El Nino diprediksi BRIN terjadi mulai April 2026
Godzilla El Nino ditandai dengan pemanasan laut ekstrem yang bisa memperpanjang musim kemarau dan menurunkan curah hujan di Indonesia.
Dampaknya mencakup krisis air bersih, gangguan pertanian, risiko kebakaran hutan di wilayah selatan ekuator, serta potensi banjir di bagian utara ekuator.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena Godzilla El Nino akan terjadi mulai April 2026. Fenomena ini berpotensi memperpanjang musim kemarau di Indonesia. Dampaknya bahkan bisa semakin terasa jika terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang membuat kondisi cuaca lebih kering dari biasanya.
Sebenarnya apa itu Godzilla El Nino? Fenomena ini merupakan sebutan untuk El Nino dengan intensitas sangat kuat yang menyebabkan pemanasan suhu laut lebih tinggi dari normal. Dampaknya, curah hujan bisa menurun drastis sehingga memicu kemarau lebih panjang dan ekstrem. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Table of Content
1. Apa itu Godzilla El Nino?
Godzilla El Nino adalah sebutan populer untuk fenomena El Nino yang terjadi dalam skala sangat kuat atau ekstrem. El Nino sendiri merujuk pada kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berada di atas rata-rata normal. Fenomena ini dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia, seperti memicu kemarau lebih panjang, suhu udara meningkat, hingga risiko kekeringan.
Frasa Godzilla El Nino sendiri bukanlah istilah ilmiah, melainkan digunakan untuk menekankan betapa besar skala dan dampak dari fenomena ini. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa fenomena ini disebut “Godzilla” karena dampaknya tidak bisa dianggap ringan. Bahkan, kondisi ini berpotensi meningkatkan suhu hingga sekitar 1,5—2 derajat Celsius secara bertahap. Kenaikan tersebut memang tidak terjadi secara instan, tetapi akan makin terasa seiring dengan penguatan fenomena El Nino sejak awal kemunculannya.
2. Dampak Godzilla El Nino bagi Indonesia

Menurut pakar lingkungan dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Dr Syamsudduha Syahrorini, dampak Godzilla El Nino paling cepat terasa pada sektor ketersediaan air. Hal ini karena air sangat sensitif terhadap perubahan curah hujan sehingga penurunannya bisa terjadi dalam waktu singkat. Dampaknya meliputi krisis air bersih, terganggunya sistem irigasi pertanian, hingga menurunnya produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Selain sektor air, dampak lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan serta gangguan pada sektor pertanian. Fenomena ini biasanya mulai terasa dalam hitungan minggu hingga bulan setelah El Nino menguat. Sementara itu, potensi krisis air dan pangan memang ada, tetapi sangat bergantung pada intensitas El Nino itu sendiri. Untuk kondisi saat ini, risiko krisis secara nasional masih tergolong rendah, meskipun daerah rawan kekeringan tetap perlu waspada terhadap dampak lokal.
Di sisi lain, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Erma Yulihastin, mengungkapkan bahwa dampak fenomena ini tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Daerah selatan ekuator seperti Jawa dan sebagian Sumatra cenderung mengalami kondisi lebih kering yang bisa memicu kekeringan dan kebakaran hutan. Sebaliknya, wilayah utara ekuator seperti sebagian Kalimantan dan Sumatra bagian utara justru berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi hingga meningkatkan risiko banjir.
3. Mitigasi menghadapi Godzilla El Nino
Untuk menghadapi dampak Godzilla El Nino, diperlukan langkah mitigasi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan. Pemerintah memiliki peran besar dalam menyiapkan sistem yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, terutama saat fenomena ekstrem seperti Godzilla El Nino terjadi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Di sisi lain, masyarakat juga bisa melakukan langkah sederhana untuk mengurangi dampak panas dan kekeringan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
- Memaksimalkan ventilasi silang di rumah agar sirkulasi udara tetap lancar dan suhu ruangan lebih sejuk
- Menggunakan pakaian longgar berbahan alami dan berwarna terang agar tubuh tetap nyaman di cuaca panas
- Memanfaatkan peneduh alami seperti menanam pohon di sekitar rumah untuk mengurangi paparan panas
- Menghadirkan tanaman indoor untuk membantu menjaga kualitas udara dan memberi efek sejuk di dalam ruangan
- Menghindari penggunaan oven atau kompor saat siang hari agar tidak menambah panas di dalam rumah
- Menjaga asupan cairan tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik di tengah suhu yang meningkat.
Kini kamu sudah lebih paham apa itu Godzilla El Nino dan bagaimana dampaknya bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Meski tidak selalu ekstrem, tetap penting untuk waspada dan mulai beradaptasi sejak dini agar risiko yang ditimbulkan bisa diminimalkan.
FAQ seputar apa itu Godzilla El Nino
| Apa itu Godzilla El Nino? | Godzilla El Nino adalah sebutan populer untuk fenomena El Nino yang sangat kuat atau ekstrem dengan dampak yang lebih besar dari biasanya. |
| Apa perbedaan El Nino biasa dan Godzilla El Nino? | Perbedaannya terletak pada intensitasnya. Godzilla El Nino memiliki pemanasan suhu laut yang lebih tinggi sehingga dampaknya juga lebih luas dan terasa lebih kuat. |
| Apakah Godzilla El Nino berbahaya? | Bisa berbahaya jika tidak diantisipasi, terutama karena berpotensi memicu krisis air dan gangguan pangan di beberapa wilayah. |
Referensi
"What Is "El Niño" and What Are Its Effects?". U.S. Geological Survey. Diakses April 2026.
"Godzilla El Nino 2026, Benarkah Mengancam Indonesia? Ini Penjelasan Pakar Lingkungan Umsida". Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Diakses April 2026.






![[QUIZ] Dari Meteorit yang Kamu Temukan, Ini Caramu Menemukan Inspirasi](https://image.idntimes.com/post/20220213/meteorite-g4893e15cd-1280-7cd3bfc071f2f4899b3ace474a536c65-dc87ee0c995c7202954636f23dba81cc.jpg)











