5 Fakta Thunderbirds, Tim Aerobatik Udara Kebanggaan US Air Force

- Thunderbirds adalah tim aerobatik udara kebanggaan AU AS yang berdiri sejak 1953 dan menjadi tim aerobatik tertua ketiga di dunia setelah Patrouille de France dan Blue Angels.
- Tim ini menggunakan jet tempur F-16 Fighting Falcon sebagai pesawat demonstrator utama, menggantikan berbagai model sebelumnya seperti F-84, F-100, hingga T-38 Talon.
- Meski tak memiliki pesawat logistik khusus seperti Blue Angels, Thunderbirds tetap aktif melakukan sekitar 75 pertunjukan udara per tahun dan telah mencatat beberapa insiden fatal sepanjang sejarahnya.
Selain tim aerobatik udara Blue Angels milik US Navy atau Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang terkenal, US Air Force atau AU AS juga memiliki tim aerobatik yang tak kalah terkenalnya yaitu: The USAF Air Demonstration Squadron atau yang lebih dikenal oleh publik sebagai tim aerobatik udara Thunderbirds. Tim Thunderbirds menginduk pada Wing udara ke-57 AU AS dan bermarkas di Pangkalan Udara Nellis Air Force Base, Nevada.
Menurut laman Air Force, dalam setiap aksi udaranya, Thunderbirds melakukan manuver udara presisi tinggi untuk mendemonstrasikan kualitas keahlian profesional dari pilot yang menerbangkan jet-jet tersebut kepada para penontonnya di seluruh dunia. Adapun salah satu tujuan utama dari dibentuknya tim aerobatik udara ini adalah untuk memperkuat moral dan semangat korps di antara anggota AU AS dan sebagai salah satu perwakilan militer AS di kancah internasional.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai tim aerobatik udara bersejarah AU AS ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!
1. Tim aerobatik tertua ketiga di dunia
Secara historis, Thunderbirds adalah tim aerobatik udara tertua ketiga di dunia. Dilansir laman The Aviationist, Thunderbirds secara resmi diaktifkan pada tanggal 1 Juni 1953 dan tercatat sebagai tim demonstrasi udara tertua ketiga di dunia setelah tim aerobatik udara Perancis: Patrouille de France (didirikan tahun 1931) dan tim aerobatik udara AL AS: Blue Angels (didirikan tahun 1946). Thunderbirds memukau penonton mereka dengan atraksi pesawat mereka yang memiliki perpaduan warna khas merah, putih dan biru.
Tim Thunderbirds awalnya bermarkas di Pangkalan Udara Luke Air Force Base, Arizona dan kemudian pada tahun 1956 pindah ke markasnya saat ini di Pangkalan Udara Nellis Air Force Base di Nevada. Selama 6 pertunjukkan udara pertamanya, tim aerobatik udara tersebut dikenal sebagai "Stardusters", kemudian mengambil nama "Thunderbirds" setelah terinspirasi dengan makhluk mitologi yang dikenal dalam mitologi suku Indian yang menyerupai burung elang yang dapat mengeluarkan guntur dari sayapnya dan kilat dari matanya saat terbang di langit.
2. Menggunakan basis jet tempur terkenal F-16

Saat ini, Thunderbirds menggunakan jet tempur multi misi terkenal F-16 Fighting Falcon sebagai basis pesawat demonstratornya. Menurut laman National Interest, F-16 adalah jet tempur single engine yang memiliki keistimewaan dan merupakan salah satu dari sedikit jet tempur terbaik di dunia yang hemat biaya. Varian pertama jet tempur F-16 diproduksi pada tahun 1974 dan hingga saat ini F-16 tetap menjadi jet tempur multi misi paling populer dalam dinas militer modern. Dari 4.500 unit berbagai varian yang diproduksi, hampir 2.700 unit saat ini masih beroperasi di sekitar 26 negara.
Thunderbirds menggunakan varian F-16C (kursi tunggal) dan F-16D (kursi ganda). Jet F-16 C/D tersebut mulai terbang bersama Thunderbirds di tahun 1992. Dalam perjalanan sejarahnya, sebelum menggunakan basis jet tempur F-16, Thunderbirds menggunakan sejumlah pesawat seperti: F-84G Thunderjet (pesawat demonstrator pertama Thunderbirds di tahun 1953), F-84F Thunderstreak (1955), F-100C/D Super Sabre (1956), F-105B Thunderchief (1964), F-4E Phantom II (1969), T-38 Talon (1974) dan F-16 A Fighting Falcon (1984).
3. Tim aerobatik supersonik pertama di dunia

Sebagaimana dituliskan dalam laman Air Force, pada tahun 1956, Thunderbirds mengganti jet tempur demonstrator mereka dari F-84 dengan jet tempur supersonik pertama di dunia, F-100 Super Sabre yang akan menjadi pesawat demonstrator Thunderbirds selama 13 tahun. Lebih dari 1.000 demonstrasi udara dilakukan dengan F-100 Super Sabre yang memukau penonton di seluruh dunia.
Selain itu pada tahun 1974, Thunderbirds beralih menggunakan T-38 Talon, pesawat latih supersonik pertama di dunia yang lebih hemat bahan bakar dan lebih murah perawatannya dibandingkan dengan jet F-4 Phantom yang berukuran lebih besar. Secara rata-rata, tim Thunderbirds, melakukan sekitar 75 demonstrasi udara setiap tahun dan hampir tak pernah membatalkan demonstrasi karena kendala teknis.
4. Tak memiliki pesawat angkut logistik khusus

Selain jet demonstratornya yang berjumlah 8 unit, Thunderbirds pun memerlukan dukungan tim logistik untuk memindahkan personel, spare parts dan tim teknis lainnya dari satu tempat ke tempat lainnya. Sejumlah informasi menuliskan, tak seperti tim aerobatik AL AS, Blue Angels yang memiliki pesawat khusus angkut logistik C-130J Super Hercules ikonik yang dikenal dengan nama "Fat Albert" , Thunderbirds tak memiliki pesawat angkut logistik yang didedikasikan khusus untuknya.
Menurut laman 445 Airlift Wing, untuk pengangkutan logistiknya Thunderbirds bergantung pada wing angkut udara AU AS (US Air Force Airlift Wing). Pesawat angkut militer yang digunakan untuk mengangkut logistik tim Thunderbirds ini antara lain adalah: pesawat angkut militer berat C-17 Globemaster III dan C-5 Galaxy. Sejumlah sumber informasi menuliskan, alasan Thunderbirds tak memiliki pesawat pengangkut logistik khusus adalah untuk efisiensi biaya dan memaksimalkan dukungan logistik yang dinamis dari armada AU AS.
5.Mengalami sejumlah insiden fatal

Betapapun canggihnya sebuah mesin, mesin tetaplah buatan manusia yang terkadang tak sepenuhnya bekerja dengan sempurna sebagaimana yang telah direncanakan. Secara total dalam perjalanan sejarah Thunderbirds, ada sekitar 21 orang pilot tim Thunderbirds yang kehilangan nyawanya akibat kecelakaan(crash) jet demonstratornya.
Dari kecelakaan tersebut, terdapat 3 kecelakaan fatal yang terjadi dalam pertunjukkan udara. Sebagaimana diberitakan CNN, kecelakaan fatal terakhir terjadi di tahun 2018 silam, ketika jet demonstrator F-16 Thunderbirds mengalami crash dalam sebuah latihan rutin di Pangkalan udara Nellis Air Force Base, Nevada. Kecelakaan tersebut menewaskan pilotnya, seorang perwira berpangkat Mayor
Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu mengenai salah satu tim aerobatik udara terkenal yang dimiliki oleh militer AS, ya!
![[QUIZ] Dari Meteorit yang Kamu Temukan, Ini Caramu Menemukan Inspirasi](https://image.idntimes.com/post/20220213/meteorite-g4893e15cd-1280-7cd3bfc071f2f4899b3ace474a536c65-dc87ee0c995c7202954636f23dba81cc.jpg)
















