Erupsi gunung api dapat menghadirkan beberapa ancaman sekaligus, mulai dari aliran lava, lahar, aliran piroklastik, gas vulkanik, hingga hujan abu. Dalam situasi seperti ini, langkah terpenting bukan mendekati lokasi untuk melihat aktivitas gunung, tetapi mengikuti arahan otoritas setempat, termasuk segera melakukan evakuasi ketika perintah tersebut dikeluarkan.
Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di kawasan gunung api atau wilayah yang berpotensi terkena hujan abu, perlindungan juga tidak berhenti pada proses evakuasi. Abu vulkanik dapat mengganggu pernapasan dan mata, sementara material yang terus menumpuk dapat membebani bangunan serta membuat perjalanan menggunakan kendaraan semakin berisiko.
Panduan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta (BPBD DIY), Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, dan National Emergency Management Agency (NEMA) Selandia Baru memberikan sejumlah langkah praktis yang relevan untuk situasi tersebut. Mulai dari berlindung di dalam rumah, menutup akses masuknya abu, menggunakan respirator dan pelindung mata, sampai menghindari sungai dan daerah rendah ketika ada risiko lahar, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan ketika erupsi terjadi.
