Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Burung Dodo Tidak Bisa Terbang? Ini Alasannya

Mengapa Burung Dodo Tidak Bisa Terbang? Ini Alasannya
model rekonstruksi burung dodo (commons.wikimedia.org/BazzaDaRambler)
Intinya Sih
  • Nenek moyang dodo yang berkerabat dengan merpati kemungkinan bisa terbang, tetapi selama jutaan tahun di Mauritius kemampuan itu perlahan hilang.
  • Minim predator darat dan makanan yang tersedia di tanah membuat dodo berevolusi bertubuh besar, berkaki kuat, bersayap kecil, serta kehilangan struktur dan otot untuk terbang.
  • Kedatangan manusia pada akhir abad ke-16, disertai perburuan dan hewan pendatang pemangsa sarang, memicu penurunan populasi; dodo terakhir dipastikan terlihat pada 1662.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Burung dodo sering digambarkan sebagai burung yang gemuk, berkaki besar, dan memiliki sayap kecil. Berbeda dengan kebanyakan burung, dodo tidak bisa terbang. Namun, apakah sejak awal burung ini memang tidak memiliki kemampuan terbang?

Ternyata, tidak. Nenek moyang dodo kemungkinan merupakan burung yang bisa terbang dan masih berkerabat dengan merpati. Kemampuan terbang itu kemudian perlahan menghilang setelah mereka hidup di Pulau Mauritius selama jutaan tahun. Di sini, kita akan membahas apa yang sebenarnya terjadi hingga burung dodo kehilangan kemampuan untuk terbang!

1. Evolusi membuat dodo tak lagi membutuhkan sayap

Kemampuan terbang membutuhkan banyak energi. Burung yang bisa terbang membutuhkan otot dada yang kuat, tulang sayap yang sesuai, serta struktur tulang dada yang mampu menopang otot-otot tersebut. Dodo justru kehilangan sebagian besar perlengkapan tersebut seiring berjalannya evolusi.

Tulang sayap dodo berukuran relatif pendek dan kecil dibandingkan ukuran tubuhnya. Tulang dadanya juga tidak memiliki keel (bagian tengah dada) yang besar seperti pada burung yang aktif terbang. Struktur ini biasanya menjadi tempat melekatnya otot dada yang digunakan untuk mengepakkan sayap.

Tubuh dodo pun menjadi semakin besar dan berat. Perkiraan berat tubuhnya berada di kisaran 12,5–16 kilogram. Dengan kombinasi tubuh yang berat, sayap yang kecil, dan otot terbang yang tidak berkembang, dodo akhirnya tidak lagi memiliki anatomi yang memadai untuk menghasilkan gaya angkat dan terbang.

Jadi, dodo bukan sekadar terlalu malas atau terlalu berat untuk terbang. Tubuhnya memang sudah berevolusi sedemikian rupa sehingga kemampuan terbang tidak lagi menjadi bagian penting dari kehidupannya.

2. Mengapa kemampuan terbang bisa hilang

Jawabannya berkaitan erat dengan tempat tinggal dodo. Nenek moyang dodo diperkirakan tiba di Mauritius, sebuah pulau di Samudra Hindia, dari daratan yang jauh. Di sana, kondisi lingkungannya sangat berbeda. Saat itu, hampir tidak ada predator darat yang mengancam dodo dewasa. Artinya, dodo tidak memiliki alasan kuat untuk terus mempertahankan kemampuan terbang.

Makanan seperti buah dan biji juga tersedia di sekitar permukaan tanah. Dodo bisa mencari makan dengan berjalan kaki tanpa harus terbang dari satu tempat ke tempat lain.

Dalam kondisi seperti ini, tubuh yang lebih besar dan sayap yang lebih kecil justru tidak menjadi masalah. Energi yang biasanya digunakan untuk mempertahankan otot terbang dapat dialihkan untuk pertumbuhan tubuh dan kaki yang lebih kuat.

Selama perubahan tersebut tidak mengurangi kemampuan bertahan hidup, sifat-sifat itu dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perlahan, kemampuan terbang pun menghilang.

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang hanya terjadi pada dodo. Kemampuan terbang telah hilang secara terpisah pada berbagai kelompok burung, terutama spesies yang hidup di pulau dengan sedikit predator.

3. Sayangnya, adaptasi ini menjadi masalah

Ilustrasi burung dodo
Ilustrasi burung dodo (pixabay.com/STRIEWA)

Tidak bisa terbang mungkin merupakan strategi yang efektif selama Mauritius tetap menjadi lingkungan yang aman bagi dodo. Masalah muncul ketika manusia tiba di pulau tersebut pada akhir abad ke-16.

Manusia tidak hanya memburu dodo, tetapi juga membawa hewan, seperti tikus, babi, kucing, dan anjing. Beberapa di antaranya dapat menyerang sarang dodo dan memakan telurnya. Di sinilah tubuh yang sebelumnya menjadi keunggulan justru berubah menjadi kelemahan.

Dodo tidak bisa terbang untuk melarikan diri ke tempat yang lebih aman. Telurnya yang berada di tanah juga relatif mudah dijangkau oleh hewan pendatang. Dalam waktu yang relatif singkat, populasi dodo mengalami penurunan drastis.

Dodo terakhir kali dipastikan terlihat pada tahun 1662. Akan tetapi, beberapa perkiraan menyebut burung ini mungkin baru benar-benar punah beberapa dekade setelahnya.

4. Dodo bukan satu-satunya burung yang kehilangan kemampuan terbang

Dodo memang terkenal sebagai salah satu contoh paling ikonik, tetapi bukan satu-satunya burung yang tidak bisa terbang. Ada kiwi, moa, dan burung unta yang juga mengalami perubahan serupa.

Menariknya, burung-burung tersebut tidak semuanya memiliki nenek moyang yang sama-sama tidak bisa terbang. Kemampuan terbang dapat hilang secara independen pada kelompok burung yang berbeda ketika kondisi lingkungan membuat kemampuan tersebut tidak lagi terlalu diperlukan.

Inilah yang disebut evolusi konvergen. Spesies yang berbeda dapat mengalami perubahan tubuh yang mirip karena menghadapi tekanan lingkungan yang serupa.

5. Jadi, mengapa burung dodo tidak bisa terbang

Singkatnya, dodo kehilangan kemampuan terbang karena lingkungannya membuat kemampuan tersebut tidak lagi diperlukan. Tanpa banyak predator darat dan dengan sumber makanan yang tersedia di permukaan tanah, dodo secara bertahap berevolusi menjadi burung yang lebih besar, berkaki kuat, dan memiliki sayap yang mengecil. Ironisnya, adaptasi yang selama jutaan tahun cocok untuk kehidupan di Mauritius justru menjadi salah satu faktor yang membuat dodo begitu rentan ketika manusia dan hewan pendatang tiba di pulau tersebut.

Kisah burung dodo menunjukkan bahwa dalam evolusi, sebuah kemampuan tidak selalu dipertahankan selamanya. Jika suatu sifat sudah tidak banyak memberikan keuntungan, alam dapat mengarahkannya ke bentuk yang lebih sesuai dengan lingkungan. Sayangnya bagi burung dodo, lingkungan itu kemudian berubah jauh lebih cepat daripada kemampuan mereka untuk beradaptasi.

Referensi

birdheritage.com. Diakses pada Juli 2026. Why Dodo Bird Cannot Fly: Evolution and Anatomy Explained
Discover. Diakses pada Juli 2026. 5 Things You May Not Have Known About The Dodo Bird
Discover Wildlife. Diakses pada Juli 2026. All You Need to Know About Dodos
The Atlantic. Diakses pada Juli 2026. The Smart, Agile, and Completely Underrated Dodo

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More