Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Orang Utan Hanya Ada di Indonesia? Berikut Persebarannya!
gambar seekor orangutan bergelantungan di tali (unsplash.com/Tim Morgan)
  • Karhutla di Kalimantan merusak habitat satwa, termasuk orang utan. Kini orang utan hanya hidup di Indonesia dan Malaysia, meski dahulu persebarannya mencakup Jawa, Sumatra, Borneo, Vietnam, hingga Tiongkok Selatan.
  • Tiga spesies orang utan yang tersisa ialah Kalimantan, Sumatra, dan Tapanuli. Habitatnya meliputi sejumlah kawasan hutan Indonesia, serta Sabah dan Sarawak di Malaysia untuk orang utan Kalimantan.
  • Pembukaan lahan, penebangan liar, perburuan, dan kebakaran hutan menekan populasi. Di alam liar diperkirakan tersisa 119.500 individu; orang utan juga berperan menyebarkan biji dan menjadi indikator kesehatan hutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di Kalimantan beberapa hari terakhir ini bukan hanya menyebabkan kabut asap yang mengganggu aktivitas maupun kesehatan warga sekitar. Lebih dari itu, karhutla yang terjadi juga merusak habitat berbagai hewan yang tersebar di pulau tersebut. Seperti yang kita ketahui, Pulau Kalimantan adalah rumah bagi 222 jenis mamalia, 420 jenis burung, 166 jenis ular, amfibi, bahkan ikan air tawar.

Terpenting, hutan hujan Kalimantan juga merupakan salah satu habitat orang utan, selain di Sumatra. Namun apakah itu artinya hewan ini hanya ditemukan di Indonesia? Berikut penjelasannya!

1. Apakah orang utan hanya ada di Indonesia?

gambar orangutan bergelantungan di atas pohon (unsplash.com/Stuart Jansen)

Orang utan memang identik dengan Indonesia. Nyatanya orang utan terbagi menjadi tiga spesies, dan ketiganya dapat ditemukan di negara kita. Namun apakah itu artinya mamalia satu ini hanya ada di Indonesia? Jawabannya tidak. Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) merupakan spesies orang utan yang hidup di Kalimantan, dapat juga ditemukan di wilayah Malaysia.

Di masa lalu, habitat orang utan lebih besar dan luas. Mereka tersebar di seluruh hutan yang ada di Jawa, Sumatra, Borneo, Vietnam, bahkan hingga ke Tiongkok Selatan. Namun seiring waktu, hilangnya hutan dan perburuan membuat orang utan semakin terancam. Kini orang utan hanya bisa ditemukan di dua negara saja, yakni di Indonesia dan Malaysia.

2. Di mana saja orang utan bisa ditemukan?

gambar orangutan Kalimantan (unsplash.com/Simone Millward)

Selain habitat yang lebih besar, orang utan juga terbagi menjadi banyak spesies. Namun kini, hanya ada tiga spesies yang tersisa. Mereka adalah orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus), orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), dan orang utan Sumatra (Pongo abeliii). Sementara orang utan Sumatra mendiami berbagai wilayah di Pulau Sumatra di bagian Utara, orangutan Tapanuli dapat ditemukan di Ekosistem Batang Toruyang yang mencakup wilayah Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Di Kalimantan, orang utan bisa ditemui di Taman Nasional Sebangau, Taman Nasional Tajung Puting, Taman Nasional Kutai, Taman Nasional Berung Kerihun, dan Taman Nasional Gunung Palung. Mereka juga bisa ditemukan di hutan-hutan yang ada di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Menariknya meski sama-sama orang utan, orang utan Kalimantan cenderung memiliki bulu berwarna merah gelap atau bahkan orange. Mereka juga jarang memiliki bulu halus di wajah, dan ketika dewasa, orang utan jantan dari Kalimantan memiliki bantalan di pipi.

Orang utan Sumatra cenderung memiliki warna bulu yang lebih terang seperti kuning. Bulu di tubuh mereka cukup lebat, dan bahkan berjanggut. Sedangkan orang utan Tapanuli memiliki ukuran yang lebih kecil dari kerabat mereka, orang utan Sumatra. Namun keduanya memiliki panjang bulu dan warna yang sama. Terakhir, struktur tengkorak dan suara orang utan Tapanuli juga sangat unik yang membuat mereka berbeda dengan spesies lainnya.

3. Mengapa habitat orang utan semakin terbatas?

gambar kebakaran hutan dan lahan (unsplash.com/Dirk Erasmus)

Orang utan merupakan spesies hewan pemakan buah, termasuk buah ara liar dan durian yang menjadi favorit mereka. Kesukaan mereka pada buah juga memberikan keuntungan bagi hutan. Ini karena ketika mereka makan buah-buahan, mereka akan makan bersama bijinya. Namun biji buah ini gak akan ikut tercerna, dan akhirnya keluar lagi lewat kotoran. Mengingat mereka melakukan perjalanan jauh setiap harinya, biji ini tersebar di mana-mana dan akhirnya menjadi cikal-bakal pohon yang baru.

Sayangnya, dilansir WWF, populasi orang utan dari tahun ke tahun semakin memprihatinkan. Meski status mereka dilindungi, tetapi pembukaan lahan untuk pertanian dan perkebunan, penebangan liar, perburuan, ditambah bencana seperti kebakaran hutan membuat keberadaan mereka semakin terpinggirkan. Saat ini diperkirakan hanya ada 119.500 ekor orang utan di alam liar, di mana orang utan Kalimantan hanya tersisa 104.700, orang utan Sumatra sekitar 13.846, dan orang utan Tapanuli yang hanya tersisa 800 individu.

Manusia kerap memandang hewan, termasuk orang utan hanya dengan sebelah mata. Padahal keberadaan orang utan juga sangat bermanfaat bagi alam. Fun fact-nya, orang utan hanya mau tinggal di hutan yang memiliki persediaan buah sepanjang tahun. Keberadaan mereka menjadi indikator seberapa sehat hutan tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article