Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Orangutan Lebih Banyak Menghabiskan Waktu di Atas Pohon?

Kenapa Orangutan Lebih Banyak Menghabiskan Waktu di Atas Pohon?
Potret orangutan sedang makan daun muda (pexels.com/kevin yung)
  • Orangutan menghabiskan banyak waktu di kanopi karena buah, daun muda, kulit kayu, dan serangga tersedia di pohon, sekaligus memungkinkan perpindahan antarpohon dengan lebih hemat energi.
  • Kanopi memberi perlindungan dari predator di tanah, genangan air, serta paparan parasit; orangutan juga membuat sarang dari ranting dan daun di atas pohon untuk beristirahat.
  • Tubuh orangutan beradaptasi untuk memanjat, tetapi deforestasi memutus koneksi kanopi dan memaksa mereka turun ke tanah, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, konflik manusia, dan penyakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau melihat orangutan di habitat aslinya, kita mungkin lebih sering menemukannya bergelantungan, memanjat, atau berpindah dari satu pohon ke pohon lain daripada berjalan di tanah. Bukan tanpa alasan, kebiasaan ini ternyata berkaitan erat dengan cara mereka mencari makan, menghindari bahaya, hingga beristirahat.

Orangutan memang termasuk satwa yang sangat bergantung pada kehidupan di atas pohon. Tubuh dan perilakunya bahkan telah beradaptasi sedemikian rupa sehingga kanopi hutan menjadi tempat yang paling aman dan efisien bagi mereka untuk menjalani sebagian besar hidupnya. Di sini, kita akan membahas kenapa orangutan lebih banyak menghabiskan waktu di atas pohon.

  1. 1. Sumber makanan banyak tersedia di atas pohon

    Alasan paling sederhana mengapa orangutan lebih sering berada di atas pohon adalah karena makanan mereka banyak ditemukan di sana. Orangutan terutama memakan buah-buahan, daun muda, kulit kayu, serta sesekali serangga.

    Buah yang menjadi salah satu sumber makanan penting orangutan sering kali berada di bagian atas pohon. Dengan kemampuan memanjat yang baik, mereka dapat menjangkau buah matang yang tumbuh di ranting-ranting kecil dan lentur.

    Menariknya, orangutan tidak selalu berpindah dengan cara melompat dari satu dahan ke dahan lain. Mereka menggunakan berbagai posisi tubuh dan bantuan tangan maupun kaki untuk menjaga keseimbangan ketika berada di ranting yang bergerak. Cara ini membantu mereka mencari makanan tanpa mengeluarkan terlalu banyak energi.

    Selain itu, pohon yang menghasilkan buah biasanya tersebar di berbagai lokasi. Tetap berada di kanopi memungkinkan orangutan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya tanpa harus turun ke tanah. Berjalan di permukaan hutan tentu membutuhkan energi lebih besar, terutama ketika jaraknya cukup jauh.

  2. 2. Lebih aman dari predator

    Kanopi hutan juga memberikan perlindungan dari berbagai ancaman. Ketika berada di tanah, orangutan lebih mudah menjadi sasaran predator tertentu, termasuk harimau, macan dahan, ular piton berukuran besar, dan buaya di wilayah tertentu.

    Ketinggian membuat orangutan lebih sulit dijangkau predator yang berada di permukaan tanah. Bagi induk yang sedang membawa atau merawat anak, berada di atas pohon juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko bahaya.

    Kebiasaan hidup di pepohonan juga membuat orangutan lebih jarang bersentuhan dengan tanah dan genangan air. Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi paparan terhadap berbagai parasit dan sumber penyakit yang mungkin terdapat di lingkungan lantai hutan.

  3. 3. Tubuh orangutan memang dirancang untuk memanjat

    Potret orangutan di batang pohon
    Potret orangutan di batang pohon (pexels.com/Noel Snpr)

    Kalau diperhatikan, bentuk tubuh orangutan terlihat sangat cocok untuk kehidupan arboreal atau kehidupan di atas pohon. Mereka memiliki lengan yang panjang, jari-jari melengkung, serta tangan dan kaki yang dapat mencengkeram dahan dengan kuat. Sendi pinggulnya juga sangat fleksibel sehingga memungkinkan orangutan mengubah posisi tubuh ketika berpindah di antara cabang-cabang pohon.

    Berbeda dari beberapa primata yang dapat bergerak cepat dengan cara berayun dari satu dahan ke dahan lain, orangutan cenderung bergerak lebih hati-hati. Mereka menggunakan keempat anggota tubuh untuk menopang dan mendistribusikan berat badan ketika berpindah di antara ranting.

    Cara bergerak tersebut penting karena orangutan merupakan mamalia arboreal terbesar. Dengan tubuh yang relatif berat, mereka perlu memilih dahan dan posisi tubuh dengan hati-hati agar tidak kehilangan keseimbangan atau membuat ranting patah.

  4. 4. Pohon juga menjadi tempat beristirahat

    Kehidupan orangutan di atas pohon tidak berhenti ketika mereka selesai mencari makan. Menjelang malam, orangutan biasanya membuat sarang dari ranting dan dedaunan sebagai tempat beristirahat. Sarang tersebut umumnya dibuat di atas pohon, sehingga orangutan dapat tidur jauh dari permukaan tanah. Selain memberikan posisi yang lebih aman, sarang juga membantu melindungi mereka dari hujan dan gangguan serangga. Bagi induk yang memiliki anak, kehidupan di atas pohon juga dapat membantu menjaga anak tetap berada di lingkungan yang relatif aman.

  5. 5. Tidak semua orangutan memiliki kebiasaan yang sama

    Meski secara umum orangutan sangat bergantung pada pepohonan, tingkat penggunaan kanopi dapat berbeda-beda. Orangutan Sumatra cenderung lebih arboreal dibandingkan orangutan Kalimantan. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah perbedaan ancaman predator di kedua habitat tersebut.

    Perbedaan juga terlihat berdasarkan jenis kelamin dan usia. Betina dewasa dan orangutan muda cenderung lebih sering berada di atas pohon. Sementara itu, orangutan jantan dewasa berukuran besar terkadang turun ke tanah untuk berpindah dalam jarak tertentu, menjelajahi wilayah baru, atau mencari pasangan.

  6. 6. Deforestasi membuat orangutan semakin berisiko turun ke tanah

    Orangutan
    Orangutan (pexels.com/Cecilia Pérez Lobo)

    Kebiasaan orangutan hidup di atas pohon semakin terancam ketika hutan mengalami kerusakan. Penebangan hutan dan perubahan kawasan menjadi perkebunan dapat memutus hubungan antarkanopi yang sebelumnya memungkinkan orangutan berpindah tanpa menyentuh tanah. Ketika pepohonan tidak lagi tersambung, orangutan mungkin terpaksa turun ke permukaan tanah untuk mencapai kawasan hutan lainnya. 

    Padahal, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, konflik dengan manusia, hingga paparan penyakit. Karena itu, menjaga hutan tetap terhubung bukan hanya soal mempertahankan jumlah pohon. Kelestarian kanopi juga penting agar orangutan tetap dapat menjalankan perilaku alaminya.

    Bagi orangutan, pepohonan bukan sekadar tempat untuk bergelantungan. Kanopi adalah sumber makanan, tempat berlindung dari predator, sekaligus lokasi untuk beristirahat. Evolusi selama ribuan generasi telah membuat tubuh dan perilaku mereka sangat cocok dengan kehidupan di atas pohon.

    Itulah sebabnya, ketika hutan kehilangan pepohonannya, yang hilang bagi orangutan bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk menjalankan cara hidup yang sudah menjadi bagian penting dari kemampuan mereka bertahan hidup.

    Referensi

    Earth.org. Diakses pada Agustus 2026. Orangutan: Endangered Animals Spotlight
    HindustanTimes. Diakses pada Agustus 2026. Why Orangutans Spend Most of Their Lives in Trees
    Orangutan Appeal UK. Diakses pada Agustus 2026. Where Do Orangutans Live?
    Orangutan Conservancy. Diakses pada Agustus 2026. Orangutan
    San Diego Zoo. Diakses pada Agustus 2026. Orangutan

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More