5 Fakta Ayam Brahma, Pernah Merajai Industri Daging di AS

- Ayam Brahma pernah menjadi ras penghasil daging utama di Amerika Serikat pada abad ke-19 berkat ukurannya yang besar dan hasil daging melimpah.
- Ras ini berasal dari persilangan ayam Shanghai dan Chittagong, lalu populer setelah dikirim ke Ratu Victoria hingga menjadi simbol status bangsawan.
- Dikenal ramah, tahan dingin, dan produktif saat musim dingin, Ayam Brahma tetap diminati karena karakter jinak serta kemampuan bertelur hingga 200 butir per tahun.
Ayam dengan ukuran sebesar balita kerap menarik perhatian orang yang baru pertama kali melihatnya di peternakan. Ayam Brahma dikenal sebagai unggas berukuran besar dengan kaki berbulu lebat yang menjadi ciri khas penampilannya. Selain fisiknya yang mencolok, ayam ini juga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan dunia peternakan global.
Pada masa lalu, ayam ini berperan penting dalam industri pangan di Barat sebelum kemudian lebih banyak dipelihara sebagai ayam hias oleh para kolektor. Penyebarannya yang luas di berbagai negara memperlihatkan kemampuan unggas ini untuk beradaptasi dengan beragam kondisi lingkungan. Penasaran? Berikut adalah ulasan mengenai sejumlah fakta menarik seputar ayam Brahma.
1. Menjadi ras penghasil daging utama di Amerika Serikat

Ayam Brahma sempat merajai pasar pangan dunia sebelum munculnya teknologi peternakan modern yang lebih efisien. Dilansir laman Farm and Dairy, Ayam Brahma merupakan ras daging utama di Amerika Serikat sejak tahun 1850-an hingga 1920-an karena bobot tubuhnya yang sangat berat.
Ukurannya yang fantastis membuat ayam ini sanggup memberikan hasil daging melimpah untuk konsumsi keluarga besar dalam satu kali masa panen. Kualitas inilah yang membuat peternak pada masa itu sangat bergantung pada Brahma sebagai pemasok protein utama bagi masyarakat luas.
2. Hasil persilangan berbagai ras unggas lintas benua

Meski sangat identik sebagai ayam Amerika, asal-usul genetik Brahma sebenarnya melibatkan percampuran berbagai ras unggas dari Asia. Dilansir laman A-Z Animals, ayam ini dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun 1840-an melalui persilangan ayam impor asal Shanghai seperti ras Cochin dengan ayam Chittagong dari India.
Sejarah mencatat bahwa popularitasnya melonjak pesat setelah seorang peternak bernama George Burnham mengirimkan beberapa ekor terbaiknya kepada Ratu Victoria di Inggris pada tahun 1852. Karena nilai sejarah dan bentuknya yang unik, ayam ini sempat menjadi komoditas yang sangat mahal dan sangat dihargai oleh para bangsawan pada masa itu.
3. Sosok raksasa lembut yang ramah terhadap manusia

Visual Brahma yang menyerupai raksasa dengan postur tegak setinggi 76 cm sering kali membuat orang yang melihatnya merasa segan. Masih dari laman A-Z Animals, banyak orang menjuluki mereka sebagai raksasa yang lembut karena sifatnya yang tenang dan sangat toleran saat berinteraksi dengan manusia maupun anak-anak.
Ayam ini memiliki bulu yang sangat tebal dan mengembang sehingga tubuhnya terlihat jauh lebih besar dari berat aslinya yang berkisar antara 4 hingga 5 kilogram. Karakter jinak ini memudahkan pemiliknya untuk memegang atau memindahkan mereka tanpa perlu khawatir akan perilaku agresif yang biasanya muncul pada ras ayam besar lainnya.
4. Adaptasi fisik khusus untuk bertahan di iklim dingin

Keunikan yang paling menonjol dari ayam ini adalah pertumbuhan bulu lebat yang menutupi seluruh bagian kaki hingga ke ujung jari-jarinya yang berwarna kuning. Masih dari laman A-Z Animals, fitur fisik ini membantu mereka tetap aktif dan sehat di wilayah dengan suhu rendah seperti Amerika Utara dan Eropa.
Namun, pemiliknya harus memastikan kandang tetap kering karena bulu kaki yang basah bisa menyebabkan masalah kesehatan serius saat suhu membeku. Karena bobot tubuhnya yang sangat masif, mereka tidak memiliki kemampuan untuk terbang sehingga penempatan kotak sarang dan tempat bertengger harus diletakkan cukup rendah dari permukaan tanah.
5. Produktivitas telur musim dingin

Ayam Brahma dikenal luas sebagai unggas yang sangat tangguh dengan berbagai kualitas praktis yang menguntungkan peternak. Dilansir laman The Livestock Conservancy, ayam ini memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat dan mampu menghasilkan hingga 200 butir telur berukuran besar setiap tahunnya.
Yang menarik, mereka dianggap sebagai petelur musim dingin yang unggul karena sebagian besar produksi telurnya justru terjadi antara bulan Oktober dan Mei saat udara mendingin. Meskipun induk ayam Brahma sangat tekun saat mengerami sarangnya, pemilik perlu waspada agar anak ayam yang baru menetas tidak terinjak secara tidak sengaja oleh tubuh besar induknya.
Ayam Brahma rupanya memiliki peran penting dalam sejarah peternakan dunia. Ukurannya yang besar serta karakter yang relatif tenang membuat ayam ini tetap diminati di berbagai negara hingga saat ini.


















