Gubernur Kalbar tinjau lokasi karhutla di Kubu Raya (IDN Times/Teri).
Dampak karhutla tidak berhenti ketika kualitas udara dan kondisi lingkungan mulai membaik. Kerusakan pada lahan, khususnya gambut, dapat menciptakan siklus bencana yang sulit diputus. Ketika kemampuan tanah menyimpan dan mengatur air terganggu, wilayah bekas kebakaran dapat menjadi lebih rentan mengalami banjir saat musim hujan dan kekeringan ketika musim kemarau.
Kondisi tersebut juga membuat lahan lebih mudah terbakar kembali pada periode kering. Dengan demikian, satu kejadian karhutla dapat meninggalkan masalah lingkungan yang berlangsung jauh lebih lama daripada durasi kebakarannya. Pemulihan lahan dan ekosistem pun menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya kembali kebakaran serta dampak turunannya.
Jadi, jangan langsung menganggap kondisi sudah aman setelah api karhutla padam karena sejumlah ancaman masih bisa tersisa. Semoga ulasan ini membantu kamu memahami bahaya setelah karhutla padam dan lebih waspada terhadap dampaknya, ya.
Referensi
"Even After Wildfires Are Extinguished, Smoke Damage May Continue To Pose Risks To Residents". UCLA Newsroom. Diakses September 2026.
Brucker, Carli P., Ben Livneh, Fernando L. Rosario-Ortiz, Fangfang Yao, A. Park Williams, William C. Becker, Stephanie K. Kampf, and Balaji Rajagopalan. “Wildfires Drive Multi-year Water Quality Degradation Over the Western United States.” Communications Earth & Environment 6, no. 1 (June 23, 2025).