Kecerdasan buatan (AI) berkembang begitu cepat hingga kehadirannya kini terasa dalam berbagai aktivitas, baik untuk bekerja, belajar, mencari informasi, maupun membuat beragam konten. Agar semua kemampuan tersebut dapat berjalan, AI membutuhkan pusat data dan perangkat komputasi yang beroperasi secara intensif. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan lain mengenai sumber daya yang ikut digunakan di balik perkembangan teknologi tersebut, termasuk air.
Jadi, benarkah AI bisa mengurangi air di Bumi? Penggunaan AI dalam skala besar memang dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air tawar, terutama di wilayah yang sudah mengalami kelangkaan air. Untuk memahami bagaimana hal ini bisa terjadi dan seberapa besar dampaknya, simak penjelasan berikut.
