Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Beberapa Persamaan Manusia dan Primata, Apa Saja?

Beberapa Persamaan Manusia dan Primata (pixabay.com/InspiredImages)
Beberapa Persamaan Manusia dan Primata (pixabay.com/InspiredImages)
Intinya sih...
  • Primata dan manusia memiliki penglihatan warna penuh, membantu dalam memilih makanan.
  • Banyak primata dapat tersenyum dan tertawa, menunjukkan kemampuan komunikasi emosi positif.
  • Primata memiliki meta-kognisi, mampu merefleksikan pemikiran dan proses mental mereka sendiri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak penelitian terbaru tentang primata yang semakin membuktikan bahwa mereka adalah “sepupu” manusia. Manusia dan primata memiliki kemiripan DNA antara 96 hingga 99 persen.

Mulai dari ciri fisik yang mirip, kebiasaan, cara berpikir, dan masih banyak hal lain yang membuat manusia punya kemiripan dengan primata. Kali ini, kita akan membahas apa saja persamaan primata dan manusia.

1. Melihat dalam warna hidup

ilustrasi mata (freepik.com/DCStudio)
ilustrasi mata (freepik.com/DCStudio)

Sebagian besar mamalia tidak dapat melihat warna merah. Namun, manusia dan banyak primata merasakan spektrum penuh warna. 

Dijelaskan American Museum of Natural History, penglihatan warna yang diterima begitu saja oleh manusia mungkin telah berkembang pada primata karena membantu mereka memilih buah merah atau oranye matang dengan latar belakang hutan hijau. Penglihatan penuh warna juga membantu beberapa spesies monyet pemakan daun memilih daun hijau yang paling bergizi.

2. Tahu bagaimana tersenyum

ilustrasi orangutan (pixabay.com/herbert2512)
ilustrasi orangutan (pixabay.com/herbert2512)

Banyak primata dapat tersenyum dalam diam, tertawa, bahkan tertawa terbahak-bahak. Jangkauan dan keluwesan dalam mengkomunikasikan emosi positif yang hingga kini dianggap sebagai ciri unik manusia. Menurut studi yang dimuat dalam jurnal PLos One tahun 2015 menunjukkan bahwa ekspresi wajah yang dikaitkan dengan tawa sudah ada pada nenek moyang primata kita, muncul jauh sebelum manusia berevolusi.

Satu-satunya senyuman yang untuk saat ini tampak unik bagi manusia adalah apa yang disebut senyum Duchenne. Senyuman ini muncul secara spontan, bukan dibuat-buat, dan mudah dikenali dari gerakan otot di sekitar mata. Saat senyum ini terjadi, otot orbicularis oculi berkontraksi tanpa disadari, membuat pipi terangkat dan muncul kerutan halus di sudut mata.

Berbeda dengan senyum yang disengaja, senyum Duchenne berkaitan langsung dengan emosi yang benar-benar dirasakan. Senyuman ini dipicu oleh aktivasi sistem limbik di otak, bagian yang bertanggung jawab atas pengolahan emosi. Karena itulah, senyum Duchenne sering dianggap sebagai penanda kebahagiaan yang asli dan sulit untuk dipalsukan.

3. Mereka sadar akan fakta dari apa yang mereka pikirkan

ilustrasi primata (pexels.com/Francesco Ungaro)
ilustrasi primata (pexels.com/Francesco Ungaro)

Simpanse adalah primata yang memiliki meta-kognisi, yaitu mereka mampu merefleksikan pemikiran dan proses mental mereka sendiri. Demikianlah hasil dari sebuah penelitian tahun 2015 yang dimuat dalam jurnal Cognition.

Menurut peneliti, primata ini sadar akan apa yang mereka lakukan dan tidak ketahui. Dan, berdasarkan itu, mereka mampu menampilkan lebih atau kurangnya kepercayaan diri dalam tanggapan mereka dan berperilaku sesuai, sehingga memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang cerdas.

4. Struktur sosial fission fusion

ilustrasi kelompok primata (pxhere.com/public domain)
ilustrasi kelompok primata (pxhere.com/public domain)

Menurut laman Discover Magazine, primata juga berteman dan bersosialisasi sama seperti manusia. Artinya, mereka berteman lebih baik dengan anggota tertentu dari grup mereka. Dalam bahasa primata, ini disebut "fission fusion", yang artinya mereka bisa berada dalam komunitas besar, tetapi mungkin terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil.

Sama seperti manusia yang memiliki banyak jejaring sosial, primata juga demikian. Mereka juga memiliki preferensi tentang dengan siapa mereka ingin menghabiskan waktu.

5. Kecerdasan

ilustrasi orangutan (pexels.com/Klub Boks)
ilustrasi orangutan (pexels.com/Klub Boks)

Beberapa primata sangat cerdas, ulet, dan termotivasi. Saat menghadapi tantangan, mereka menggunakan keterampilan pemecahan masalah yang sangat berkembang untuk menghasilkan solusi, dikutip dari The Jane Goodall Institute.

Primata dapat membuat alat dan berkolaborasi satu sama lain. Primata telah mampu beradaptasi dengan degradasi habitatnya, bersama-sama menyerang tanaman petani pada malam hari, menyeberang jalan saat kondisi sudah aman, bahkan menonaktifkan jerat kawat pemburu.

6. Suka bersenang-senang dan bermain

ilustrasi primata sedang bermain (pexels.com/hans middendorp)
ilustrasi primata sedang bermain (pexels.com/hans middendorp)

Primata tahu cara bersenang-senang. Mereka bergulat, mengejar, dan menggelitik satu sama lain, memanjat pohon, dan berayun dari satu dahan ke dahan lainnya. Mereka bahkan menikmati minuman anggur.

Bermain membantu primata muda mengembangkan keterampilan sosial. Menariknya, menurut The Jane Goodall Institute, para peneliti telah menyaksikan sekelompok betina muda bermain dengan boneka darurat dan merawat mereka layaknya ibu dan anak.

7. Berusaha membuat makanan lezat

ilustrasi primata sedang makan (pixabay.com/NoName_13)
ilustrasi primata sedang makan (pixabay.com/NoName_13)

Sama seperti manusia yang ingin makan makanan lezat, primata juga demikian. Bedanya, primata tidak memiliki akses ke supermarket atau restoran. Karenanya, mereka bersedia melakukan perjalanan jauh untuk menemukan bahan makanan favorit untuk menyiapkan makanan yang lezat. 

Dijelaskan BBVA Open Mind, ini menunjukkan bahwa primata mampu memahami proses transformasi yang terjadi saat memasak makanan. Primata tanpa ragu memilih makanan yang dimasak daripada makanan mentah. Satu-satunya hal yang kurang mereka kuasai adalah mengendalikan api. Namun, jika mereka diberi panci atau wajan yang dipanaskan, percobaan menunjukkan bahwa mereka segera belajar bagaimana menggunakannya.

Entah disukai atau tidak, tapi semakin dipelajari, kita justru menemukan semakin banyak persamaan antara manusia dan primata. Ini juga menjadi alasan kenapa primata banyak dilibatkan dalam penelitian.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
Eka Amira Yasien
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Mengapa Buaya Menelan Batu? Ini Alasan Ilmiahnya

10 Feb 2026, 07:25 WIBScience