Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fenomena Saturnus dan Bulan 25 Oktober 2026, Catat Jamnya!

3 min read
Fenomena Saturnus dan Bulan 25 Oktober 2026, Catat Jamnya!
ilustrasi konjungsi Saturnus dan Bulan (pixabay.com/Bru-nO)
  • Saturnus dan Bulan akan tampak berdekatan dari Bumi dalam fenomena konjungsi, meski keduanya sebenarnya terpisah sekitar 1,2 miliar kilometer di tata surya.
  • Puncak konjungsi terjadi 26 Oktober 2026; pengamatan dimulai pukul 18.09 WIB hingga 03.31 WIB, dengan waktu ideal sekitar 21.00—01.00 WIB.
  • Fenomena dapat diamati dengan mata telanjang di lokasi minim polusi cahaya dan langit cerah; teleskop membantu melihat Saturnus lebih detail.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saturnus adalah planet bercincin paling populer di tata surya. Tak heran jika ia begitu dikenal dan dikagumi oleh khalayak luas di Bumi. Begitu muncul jadwal fenomena yang melibatkan Saturnus, tak sedikit orang berbondong-bondong ingin mengamati planet bercincin ini.

Kabar baiknya, Satuenu bakal mencapai fase konjungsi dengan Bulan pada 25 Oktober 2026. Artinya, Saturnus akan tampak berdekatan dengan Bulan di langit malam apabila diamati dari Bumi. Fenomena ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati Saturnus karena posisinya yang sangat strategis.

Namun, pertanyaannya, kapan waktu terbaik untuk mengamati Saturnus dan Bulan pada 25 Oktober 2026? Untuk mencari tahu jawabannya, yuk, simak di bawah ini!

  1. 1. Mengenal fenomena konjungsi Saturnus dan Bulan

    ilustrasi konjungsi Saturnus dan Bulan.
    ilustrasi konjungsi Saturnus dan Bulan (stellarium-web.org)

    Dalam astronomi, konjungsi adalah fenomena ketika dua atau lebih objek tampak berdekatan apabila diamati dari Bumi. Fenomena ini disebut juga sebagai pertemuan semu lantaran objek-objek tersebut tidak benar-benar dekat di ruang angkasa. Sama halnya seperti Saturnus dan Bulan, dua objek ini dipisahkan oleh jarak sekitar 1,2 miliar kilometer di tata surya.

    Itulah kenapa, fenomena konjungsi menjadi waktu ideal untuk mengamati planet. Pasalnya, kamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari posisi planet tersebut di langit malam. Jadikanlah Bulan sebagai patokan lantaran planet yang kamu cari pasti ada di dekat Bulan apabila diamati dari Bumi.

  2. 2. Waktu terbaik mengamati konjungsi Saturnus dan Bulan

    ilustrasi konjungsi Bulan dan Jupiter.
    ilustrasi konjungsi Saturnus dan Bulan (vecteezy.com/gankogroup)

    Puncak konjungsi Saturnus dan Bulan akan terjadi pada 26 Oktober 2026. Dilansir In-the-Sky, kamu bisa mulai menyaksikan dua objek spektakuler tersebut pada pukul 18.09 WIB di cakrawala timur. Kemudian, Saturnus dan Bulan akan terus naik ke atas dan turun lagi ke cakrawala barat pada jam 03.31 WIB.

    Artinya, kamu punya kurang lebih 9 jam untuk mengamati fenomena ini. Adapun, waktu terbaik untuk mengamatinya yaitu ketika Saturnus dan Bulan berada tinggi di langit, sekitar pukul 21.00—01.00 WIB. Menariknya, konjungsi ini terjadi saat Bulan berada dalam fase purnama sehingga tampak bulat penuh dan mudah diamati. Sementara itu, Saturnus akan terlihat seperti titik terang menyerupai bintang di langit malam.

  3. 3. Bisa diamati dengan mata telanjang maupun teleskop

    ilustrasi mengamati langit
    ilustrasi mengamati langit (pexels.com/Ömer Faruk Yıldız)

    Konjungsi merupakan salah satu fenomena langit yang bisa diamati dengan mata telanjang. Bahkan, cara ini disarankan agar kamu bisa melihat kedekatan Saturnus dan Bulan dengan lebih jelas. Namun, jika ingin mengamati Saturnus secara lebih detail, kamu tentu membutuhkan teleskop atau alat pengamatan.

    Untuk mengamatinya, kamu cukup mencari lokasi dengan polusi cahaya yang minim. Pastikan juga langit cerah dan tidak tertutup awan agar konjungsi terlihat jelas. Namun, karena Bulan sedang dalam fase purnama, pengamatan dari kawasan perkotaan seharusnya tetap memungkinkan.

    Konjungsi Saturnus dan Bulan menjadi kesempatan menarik untuk menyaksikan dua benda langit yang tampak berdekatan dari Bumi. Kamu bisa mengamatinya tanpa alat bantu khusus, meski teleskop akan membantu melihat Saturnus lebih detail. Jadi, sudah siap meluangkan waktu untuk menyaksikan fenomena ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More