Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Erupsi Satu Gunung Bisa Memicu Gunung Lain?
ilustrasi erupsi gunung api (pexels.com/Jeffry Surianto)
  • PVMBG menyatakan erupsi sejumlah gunung api Indonesia yang berdekatan waktunya merupakan dinamika independen, bukan bukti bahwa satu gunung memicu gunung lain.
  • Secara teori, pergerakan magma dapat mengubah tekanan dan memengaruhi gunung atau kawah berdekatan yang sistem magmanya terhubung, bergantung pada kondisi geologi tertentu.
  • Indonesia memiliki aktivitas vulkanik tinggi karena pertemuan lempeng dan banyak gunung aktif; kedekatan waktu erupsi tidak berarti semua gunung di Ring of Fire saling terhubung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Beberapa gunung berapi di Indonesia seperti Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Semeru, dan Gunung Ili Lewotolok sempat mengalami erupsi dalam waktu yang berdekatan. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah erupsi satu gunung bisa memicu lainnya? Apalagi, Indonesia berada di kawasan Ring of Fire dan memiliki banyak gunung berapi aktif.

Sekilas, erupsi yang terjadi hampir bersamaan membuat gunung-gunung tersebut terlihat saling terhubung. Namun, apakah aktivitas satu gunung benar-benar bisa memengaruhi gunung api lain? Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencama Geologi (PVMBG) menyebut erupsi sejumlah gunung berapi yang terjadi bersamaan merupakan dinamika vulkanik yang independen dan tidak saling memicu. Lantas, dalam kondisi seperti apa erupsi satu gunung secara teori bisa memengaruhi lainnya?

1. Erupsi bisa mengubah tekanan di sekitar gunung berapi

ilustrasi erupsi gunung api (pexels.com/Marek Piwnicki)

Erupsi gunung api terjadi ketika magma dari dalam bumi bergerak naik dan akhirnya keluar ke permukaan. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Nature Reviews Earth & Environment pada 2021, masuknya magma baru ke ruang penyimpanan magma di bawah gunung dapat meningkatkan tekanan di dalamnya. Ketika tekanan semakin besar, magma bisa mencari jalan keluar melalui celah atau saluran di dalam tubuh gunung.

Pergerakan magma ini juga dapat mengubah tekanan pada batuan dan kantong magma yang berada di sekitarnya. Menurut U.S. Geological Survey (USGS), perubahan tersebut secara teori dapat memengaruhi gunung berapi lain yang memiliki sistem magma yang berdekatan atau saling terhubung. Artinya, hubungan antar gunung api memang mungkin terjadi dalam kondisi tertentu, tetapi bukan berarti setiap erupsi akan otomatis memicu erupsi di gunung lainnya.

Studi yang terbit dalam Journal of Geophysical Research: Solid Earth pada 2014 menjelaskan, pergerakan magma pada satu bagian sistem vulkanik dapat memberikan tekanan pada bagian lain yang berada di dekatnya. USGS juga menyebut, beberapa gunung atau kawah yang berada dalam satu kompleks vulkanik bahkan dapat mengalami peningkatan aktivitas pada waktu yang berdekatan karena pergerakan magma di bawah permukaan.

Namun, kemungkinan pengaruh tersebut sangat bergantung pada jarak dan kondisi batuan serta sistem magma masing-masing gunung. Jadi, secara teori satu gunung berapi memang bisa memengaruhi lainnya, tetapi diperlukan kondisi geologi tertentu agar pengaruh tersebut benar-benar terjadi.

2. Gunung berapi tidak otomatis saling memicu

ilustrasi erupsi gunung api (pexels.com/Diego Giron)

Beberapa gunung berapi yang erupsi dalam waktu berdekatan tidak serta-merta berarti aktivitasnya saling memicu. Dilansir USGS, belum ada bukti pasti bahwa erupsi satu gunung dapat memicu erupsi gunung lain yang berjarak jauh. Setiap gunung api umumnya memiliki sumber magma dan kondisi batuan di bawah permukaan yang berbeda sehingga aktivitasnya dapat berlangsung secara independen.

Bahkan, dua gunung yang berada dalam satu wilayah pun tidak selalu memiliki hubungan langsung di bawah permukaan. Hal ini juga terlihat pada enam gunung api Indonesia yang erupsi pada akhir Agustus 2026. Menurut PVMBG, erupsi Gunung Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Sinabung merupakan dinamika vulkanik masing-masing dan tidak saling memicu.

Waktu erupsi yang berdekatan lebih menunjukkan bahwa masing-masing gunung sedang mengalami aktivitas vulkanik pada periode yang sama. Untuk menentukan apakah ada hubungan, para ahli perlu melihat data seperti aktivitas gempa, pergerakan magma, serta perubahan kondisi di bawah permukaan. Jadi, kemunculan beberapa erupsi secara bersamaan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa gunung-gunung tersebut saling terhubung atau memicu satu sama lain.

3. Kenapa erupsi gunung berapi bisa terjadi berdekatan di Indonesia?

ilustrasi abu vulkanik (unsplash.com/Christian Miranda)

Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif karena berada di wilayah pertemuan beberapa lempeng bumi yang terus bergerak. Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas gunung api yang tinggi di dunia. Pergerakan lempeng dapat mendorong batuan panas dari dalam bumi membentuk magma, yang kemudian bergerak naik menuju permukaan.

Inilah yang membuat erupsi dapat terjadi di banyak gunung api Indonesia, bahkan dalam periode waktu yang berdekatan. Namun, Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik bukan berarti semua gunung berapi di Indonesia terhubung dan saling memicu. Jadi, erupsi Gunung Anak Krakatau, Ibu, Semeru, dan Ili Lewotolok yang terjadi berdekatan lebih tepat dipahami sebagai aktivitas masing-masing gunung dalam wilayah yang memang memiliki banyak sumber aktivitas vulkanik.

Erupsi beberapa gunung berapi dalam waktu berdekatan tidak selalu berarti satu gunung memicu gunung lainnya. Meski Indonesia berada di kawasan Ring of Fire dan memiliki banyak gunung berapi aktif, setiap gunung memiliki kondisi dan sistem magma masing-masing. Setelah mengetahui fakta ini, apakah kamu masih menganggap erupsi beberapa gunung api secara bersamaan sebagai tanda bahwa mereka saling memicu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article