Untuk menggambarkan kondisi tersebut, gunung berapi di Indonesia memiliki tingkatan status yang menunjukkan tingkat aktivitasnya, mulai dari Level I hingga Level IV. Setiap tingkat memiliki arti, kondisi, serta potensi bahaya yang berbeda. Lalu, apa saja tingkatan status tersebut dan apa artinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Mengenal Tingkatan Status Gunung Berapi, dari Normal hingga Awas

- Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Semeru, dan gunung lain kembali disorot karena kondisi vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu dan perlu pemantauan.
- Status gunung api Indonesia terdiri dari Level I Normal hingga Level IV Awas, yang menunjukkan peningkatan aktivitas, tanda vulkanik, serta potensi bahaya.
- Pada status Siaga dan Awas, wilayah rawan dapat dibatasi atau dievakuasi sesuai rekomendasi petugas; penetapan status dipantau berkala oleh PVMBG.
Aktivitas gunung berapi kembali menjadi perhatian setelah Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, dan beberapa gunung berapi lain di Indonesia mengalami erupsi. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu dan perlu terus dipantau.
1. Level I (Normal)

ilustrasi gunung api pada level I (normal) (pexels.com/Ruyat Supriazi) Level I atau Normal merupakan tingkat aktivitas gunung berapi yang paling rendah. Pada level ini, hasil pemantauan menunjukkan bahwa aktivitas gunung masih berada dalam kondisi normal. Meski bisa terjadi perubahan atau naik-turun aktivitas, belum terlihat adanya peningkatan yang tidak biasa.
Pada tingkat ini, masyarakat masih bisa melakukan kegiatan seperti biasa. Kegiatan wisata atau pendakian dapat berlangsung sesuai aturan dan prosedur keselamatan yang berlaku. Meski begitu, di sekitar pusat erupsi tetap ada kemungkinan muncul gas beracun, tergantung kondisi masing-masing gunung berapi.
2. Level II (Waspada)

ilustrasi gunung api pada level II (waspada) (pexels.com/Daniel Hindarto) Level II atau Waspada menunjukkan bahwa aktivitas gunung berapi mulai meningkat. Perubahan ini dapat terlihat dari hasil pemantauan, seperti meningkatnya aktivitas gempa atau munculnya tanda-tanda aktivitas vulkanik lainnya. Pada beberapa gunung, erupsi juga dapat terjadi, tetapi bahayanya masih berada di sekitar pusat erupsi.
Pada level ini, masyarakat masih dapat beraktivitas dengan lebih berhati-hati. Beberapa area di sekitar kawah atau pusat erupsi dapat dibatasi sesuai kondisi gunung dan rekomendasi yang diberikan. Batas wilayah yang perlu dihindari juga bisa berbeda antara satu gunung dengan gunung lainnya.
3. Level III (Siaga)

ilustrasi gunung api pada level III (siaga) (pexels.com/kevin yung) Level III atau Siaga ditetapkan ketika aktivitas gunung berapi semakin meningkat dan terlihat lebih jelas. Hasil pemantauan dapat menunjukkan peningkatan gempa, perubahan pada kawah, atau tanda-tanda aktivitas vulkanik lainnya. Pada kondisi tertentu, erupsi juga dapat terjadi dan mulai mengancam wilayah di sekitar pusat erupsi.
Pada level ini, kegiatan masyarakat di beberapa wilayah mulai dibatasi. Area yang berpotensi terkena dampak perlu dihindari sesuai rekomendasi yang berlaku. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan juga perlu mengikuti rekomendasi dan arahan petugas, terutama jika aktivitas gunung kembali meningkat.
4. Level IV (Awas)

ilustrasi gunung api pada level IV (awas) (unsplash.com/Yosh Ginsu) Level IV atau Awas merupakan tingkat aktivitas gunung berapi yang paling tinggi. Status ini diberikan ketika aktivitas gunung semakin meningkat atau terjadi erupsi yang dapat mengancam permukiman di sekitar gunung. Pada kondisi ini, potensi bahaya sudah lebih besar dibandingkan level sebelumnya.
Masyarakat yang berada di wilayah yang terdampak atau berpotensi terdampak dapat diminta meninggalkan area tersebut atau melakukan evakuasi sesuai rekomendasi yang diberikan. Wilayah yang harus dihindari tidak selalu sama pada setiap gunung karena bergantung pada kondisi dan karakteristik masing-masing gunung berapi .
Keempat status di atas menggambarkan tingkat aktivitas gunung berapi yang dipantau secara berkala oleh PVMBG. Mulai dari Normal hingga Awas, setiap level menuntut kewaspadaan yang berbeda. Sekarang, kamu sudah tahu bedanya, kan?




















