Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan Air, Ini 5 Jenis Hujan Teraneh yang Ada di Alam Semesta

Bukan Air, Ini 5 Jenis Hujan Teraneh yang Ada di Alam Semesta
ilustrasi hujan (unsplash.com/reza shayestehpour)

Hujan terjadi karena kondensasi uap di atmosfer menjadi tetesan air yang jatuh ke Bumi. Hujan memiliki banyak fungsi bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya. Beberapa fungsi yang paling penting adalah menyediakan cadangan air tanah, membantu pertanian, dan membantu kelangsungan kehidupan hutan.

Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, apakah hujan juga terjadi di tempat lain selain Bumi? Ya, di tempat lain di alam semesta juga mengalami hujan. Namun, tidak semua hujan yang terjadi di alam semesta terdiri dari air karena komposisi kimia di sana tentu saja berbeda dengan Bumi.

Lalu, seperti apa hujan yang ada di tempat lain di alam semesta? Apakah menarik atau justru menyeramkan? Untuk menjawab rasa penasaranmu, berikut ini telah dikumpulkan informasinya dari laman Treehugger dan ZME Science.

1. Jupiter dan Saturnus: Berlian

ilustrasi berlian (unsplash.com/Edgar Soto)
ilustrasi berlian (unsplash.com/Edgar Soto)

Hujan di Jupiter dan Saturnus sudah pasti disukai banyak perempuan, karena hujan di sana terdiri dari berlian. Berlian terbentuk pada saat badai petir mengubah metana di atmosfer planet menjadi karbon, yang kemudian menggumpal dan membentuk grafit. Saat tekanan meningkat, grafit dikompresi, sehingga berlian benar-benar menghujani Jupiter dan Saturnus.

Berlian yang terbentuk diperkirakan memiliki ukuran diameter sekitar 1 cm. Namun, saat berlian mencapai kedalaman yang lebih rendah, mereka meleleh dan menjadi cair.

2. COROT-7b: Batuan

ilustrasi kerikil (pexels.com/Ir Solyanaya)
ilustrasi kerikil (pexels.com/Ir Solyanaya)

COROT-7b adalah planet yang dikenal sebagai planet batu. Sebab, atmosfer COROT-7b terdiri dari bahan yang sama seperti batu, yaitu natrium, kalium, besi, dan silikon monoksida. Dan saat turun hujan, hujan di sini terdiri dari kerikil.

Semakin ke atas, atmosfer di sini menjadi semakin dingin dan jenuh dengan berbagai jenis batuan. Begitu pula dengan awan di sini yang berbentuk awan batu.

3. Venus: Asam sulfat

ilustrasi Venus (unsplash.com/NASA)
ilustrasi Venus (unsplash.com/NASA)

Venus adalah planet yang memiliki cukup banyak kesamaan dengan Bumi. Venus dan Bumi serupa dalam ukuran, massa, komposisi, dan bahkan kedekatannya dengan Matahari. Perbedaan besar di antara keduanya adalah Venus memiliki atmosfer yang terdiri dari 96,5 persen karbon dioksida, sedangkan 3,5 persen sisanya mayoritas terdiri dari nitrogen.

Di atmosfer Venus terdapat awan buram yang terbuat dari asam lapisan karbon dioksida dan sulfat, yang membentang dari sekitar 50 hingga 70 km. Di bawah awan, ada lapisan kabut hingga sekitar 30 km dan di bawahnya terlihat jelas. Juga, terdapat konsentrasi belerang dioksida di atmosfer yang diperkirakan berasal dari letusan gunung berapi. Saat hujan, tetesan asam sulfat jatuh di bagian atas atmosfer dan menguap sekitar 25 km di atas permukaan.

4. HD 189733b: Kaca

ilustrasi kaca (pexels.com/Adrien Olichon)
ilustrasi kaca (pexels.com/Adrien Olichon)

HD 189733b adalah planet di luar Tata Surya yang berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Tata Surya. Planet ini ditemukan pada tahun 2005. Planet ini memiliki karakteristik yang mirip dengan Jupiter, tetapi memiliki suhu permukaan yang lebih tinggi karena mengorbit sangat dekat dengan bintangnya.

Saat para astronom melakukan pengamatan pada HD 189733b, mereka menemukan bahwa warna biru pada planet ini yang tidak berasal dari lautan atau permukaan air, melainkan berasal dari atmosfer berkabut yang diyakini bercampur dengan partikel silikat yang merupakan bahan pembuat kaca alami. Karena atmosfer planet ini penuh dengan silikat, diyakini bahwa hujan partikel silikat atau yang bisa dianggap sebagai kaca, menghujani planet ini.

5. Titan: Metana cair

ilustrasi Saturnus dan Titan (solarsystem.nasa.gov)
ilustrasi Saturnus dan Titan (solarsystem.nasa.gov)

Titan adalah satelit terbesar Saturnus. Ini adalah satu-satunya satelit alami yang diketahui memiliki atmosfer padat, dan satu-satunya objek selain Bumi yang terbukti memiliki cairan permukaan yang stabil.

Titan memiliki lautan cair, danau, gunung, kabut, dan hujan. Titan merupakan objek selain Bumi di Tata Surya yang memiliki hujan berbentuk cair, tetapi hujan di Titan adalah metana dan bukan air.

Alam semesta memang tempat yang besar dan penuh dengan misteri. Saat ini, kita dibuat tercengang mengetahui bahwa beberapa objek di alam semesta mengalami hujan yang tidak terbuat dari air. Namun, siapa tahu di masa depan kita akan menemukan fakta lain yang juga akan membuat kita terkagum-kagum?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Eka Ami
EditorEka Ami
Follow Us

Related Articles

See More

Perbedaan SpaceX dan NASA, dari Sejarah hingga Visi Ruang Angkasa

10 Mei 2026, 21:04 WIBScience