ilustrasi burung bobby kaki biru (commons.wikimedia/Ndecam)
Bagian paling mencolok dari burung booby kaki biru adalah bagian kaki yang berwarna biru cerah, ini bukan sekadar daya tarik visual, tetapi juga merupakan sinyal kuat kesehatan dan vitalitas. Warna cerah tersebut berasal dari pigmen yang ditemukan dalam makanan mereka, terutama dari ikan segar seperti sarden. Semakin pekat warna birunya, maka semakin sehat burung tersebut.
Saat musim kawin tiba, burung jantan biasanya mengangkat dan memamerkan kakinya seolah-olah mengumumkan bahwa dirinya kuat, cukup makan, dan pasangan yang baik. Kemudian betina akan mengamati dengan seksama, di mana betina-betina ini sangat selektif dalam memilih pasangan. Kaki birunya menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang kuat dan akses terhadap makanan berkualitas, yang mana ini adalah ciri-ciri penting untuk bertahan hidup dan reproduksi yang sukses.
Di Kepulauan Galapagos, tarian pacaran burung booby berkaki biru adalah pertunjukan yang sayang untuk dilewatkan, pertunjukan yang disusun dengan cermat, di mana setiap gerakannya mengandung tujuan. Selama musim kawin, pejantan harus memikat, terkadang bersaing ketat dengan pejantan lain, untuk mendapatkan perhatian betina.
Tarian diawali dengan kaki yang melangkah tinggi. Jantan mengangkat satu kaki biru cerahnya secara bergantian, dengan sengaja dan perlahan, memastikan ciri khasnya yang mencolok tak terlewatkan. Ia sering berhenti sejenak untuk mengarahkan paruhnya ke langit sembari mengepakkan sayap, menciptakan pose dramatos yang persis seperti patung. Ditambah siulan dan panggilan lembut mengiringi gerakan tersebut, membantu menarik perhatian betina di dekatnya.
Sebagai tanda awal komitmen, jantan kemudian memberikan hadiah kepada booby betina berupa ranting sebagai bentuk persembahan. Jika si betina tidak yakin, pertunjukan berlanjut. Si jantan meningkatkan pertunjukannya dengan mengangkat sayap, menatap langit, dan memperlihatkan kaki birunya lagi dalam upaya baru untuk membuktikan kebugarannya. Selanjutnya, jika si betina tertarik, maka ia akan meniru beberapa gerakan tersebut, mengangkat sayap, dan merespons secara vokal. Pertukaran timbal balik ini memungkinkan kedua burung untuk menilai kecocokan sebelum kawin.