Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Membersihkan Abu Vulkanik Setelah Beraktivitas di Luar Rumah
ilustrasi erupsi gunung berapi yang menyebabkan hujan abu vulkanik (pexels.com/Diego Girón)
  • Sebelum masuk rumah, tepuk abu pada pakaian secara perlahan dan lepaskan alas kaki di luar agar partikel tidak menyebar ke dalam atau mudah terhirup.
  • Segera mandi, keramas, serta bersihkan wajah dan mata dengan air bersih. Hindari mengucek mata atau menggosok kulit berlebihan untuk mencegah iritasi.
  • Pisahkan pakaian terkena abu, bilas sebelum dicuci, dan gunakan masker saat membersihkannya. Lap barang bawaan dengan kain lembap, bukan kemoceng, agar abu tidak beterbangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan abu vulkanik tidak hanya membuat lingkungan sekitar terlihat berdebu, tetapi juga meninggalkan partikel halus pada pakaian, alas kaki, rambut, dan barang yang dibawa dari luar. Jika tidak dibersihkan dengan baik, abu tersebut bisa ikut terbawa masuk ke dalam rumah dan menempel pada berbagai permukaan.

Karena itu, setelah selesai beraktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu, ada beberapa langkah sederhana yang sebaiknya dilakukan. Mulai dari membersihkan pakaian hingga tubuh, semuanya dapat membantu mengurangi abu yang masih menempel. Lalu, apa saja yang perlu dilakukan? Yuk, simak langkah-langkahnya berikut ini!

1. Bersihkan pakaian dan lepas alas kaki sebelum masuk rumah

ilustrasi sepatu yang diletakkan di luar rumah (pexels.com/Lisa Fotios)

Sebelum masuk ke dalam rumah, bersihkan terlebih dahulu abu vulkanik yang menempel pada pakaian dengan menepuk-nepuknya secara perlahan, lalu lepaskan alas kaki di luar. Pakaian atau sepatu yang masih dipenuhi abu sebaiknya ditinggalkan di area luar agar partikel tersebut tidak ikut terbawa masuk.

Abu vulkanik yang terbawa masuk dapat mengotori berbagai permukaan di dalam rumah dan membuat proses pembersihan menjadi lebih sulit. Karena itu, lakukan pembersihan awal pada pakaian dan alas kaki sebelum melewati pintu. Hindari tindakan yang membuat abu kembali beterbangan sehingga partikel halus tersebut tidak semakin mudah terhirup.

2. Segera mandi dan keramas dengan air bersih

ilustrasi keramas (pexels.com/kaboompics)

Setelah beraktivitas di luar saat hujan abu, segera mandi dan keramas dengan air bersih untuk menghilangkan abu yang menempel pada kulit dan rambut. Abu vulkanik dapat menyebabkan gatal atau iritasi pada kulit, sehingga membersihkan tubuh setelah terpapar menjadi langkah penting.

Bilas tubuh dengan air bersih dan cuci rambut hingga bersih. Lakukan dengan lembut tanpa menggosok kulit secara berlebihan agar tidak memperparah iritasi. Setelah selesai, gunakan pakaian yang bersih agar abu dari pakaian sebelumnya tidak kembali menempel pada tubuh.

3. Bilas mata dan bersihkan wajah dengan air bersih

ilustrasi membersihkan wajah (magnific.com/pvproductions)

Setelah sampai di rumah, jangan lupa membersihkan area wajah yang mungkin terkena abu vulkanik, terutama mata. Partikel abu yang kasar dapat membuat mata terasa perih, gatal, merah, atau seperti kemasukan benda asing. Hindari mengucek mata karena gesekan partikel abu dapat menggores permukaan kornea dan memperparah iritasi.

Bila abu mengenai mata, bilas dengan air bersih secara perlahan hingga terasa lebih nyaman. Area wajah, termasuk sekitar hidung dan mulut, juga dapat dibersihkan dengan air bersih untuk menghilangkan abu yang menempel. Lakukan dengan lembut dan hindari menggosok wajah terlalu kuat agar tidak semakin teriritasi.

4. Pisahkan dan cuci pakaian yang terkena abu

ilustrasi mencuci pakaian (magnific.com/magnific)

Pakaian yang terkena abu vulkanik sebaiknya dipisahkan dari cucian lain sebelum dicuci. Jika pakaian terkena banyak abu, jangan mencampurnya dengan pakaian yang bersih atau hanya sedikit kotor. Cara ini membantu mencegah abu menempel pada pakaian lain saat dicuci.

Sebelum dicuci, bilas pakaian dengan air mengalir untuk menghilangkan abu yang menempel. Setelah itu, cuci dengan deterjen dan air yang cukup. Jika pakaiannya banyak, cucilah dalam beberapa kelompok kecil agar pakaian dapat bergerak lebih leluasa dan abu lebih mudah terangkat. Saat membersihkan pakaian yang terkena abu, gunakan masker agar abu tidak mudah terhirup.

5. Bersihkan barang bawaan dengan kain basah

ilustrasi membersihkan HP dengan kain basah (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Barang-barang yang dibawa dari luar, seperti HP, helm, tas, dompet, atau jam tangan, juga perlu dibersihkan setelah terkena abu vulkanik. Gunakan kain basah atau lap lembap untuk mengusap permukaan barang hingga sisa abu terangkat. Cara ini dapat membantu mengurangi abu yang kembali beterbangan ke udara.

Hindari menggunakan kemoceng karena partikel abu yang halus dapat terangkat ke udara dan terhirup. Bersihkan barang secara perlahan, terutama pada bagian yang memiliki celah atau permukaan yang mudah menyimpan abu.

Itulah beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan setelah beraktivitas di luar saat hujan abu. Membersihkan diri, pakaian, dan barang bawaan dengan cara yang tepat dapat membantu mengurangi abu yang terbawa masuk ke rumah. Dengan begitu, sisa abu tidak dibiarkan menempel terlalu lama dan lingkungan di rumah pun tetap lebih nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article