Comscore Tracker

6 Fakta Bunga Kamboja, Si Cantik yang Terkesan Mistis

Fakta di balik mitos-mitos menyeramkan

Kamboja menjadi salah satu bunga yang sering ditemui di Indonesia. Namun, pohon kamboja (plumeria) bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari Amerika Tengah yang ditemukan oleh botanis asal Prancis bernama Charles Plumier. Tumbuhan daerah tropis ini memiliki warna bunga yang indah dan mencolok.

Di Indonesia, bunga kamboja memang lekat dengan mitos menyeramkan, di antaranya bisa mengundang roh jahat dan sebagai rumah bagi makhluk halus. Di luar dari mitos menyeramkan tersebut, ternyata bunga ini juga menyimpan banyak fakta menarik. Inilah sederet fakta tentang bunga kamboja yang belum banyak orang tau.

1. Sengaja ditanam di area pemakaman

6 Fakta Bunga Kamboja, Si Cantik yang Terkesan MistisPohon kamboja (unsplash.com/Arvee Marie)

Banyak orang yang menghubungkan bunga kamboja dengan cerita mistis karena bunga ini banyak ditemui di area pemakaman. Ternyata, hal ini ada penjelasan logis nya, lho. Bunga kamboja tidak membutuhkan perawatan yang rumit, walau tanpa pemberian pupuk dan penyiraman secara rutin, bunga ini tetap akan tumbuh subur dengan cara penguraian organik dari jasad-jasad. Cara penanamannya pun sangat mudah, hanya dengan teknik stek batang saja.

Keunikan lainnya, bunga kamboja akan merontokan kelopaknya sebelum layu. Jadi, kelopak bunga kamboja akan jatuh ke tanah dalam keadaan segar dan wangi. Tentunya, hal ini merupakan hal yang positif karena area perkuburan akan tetap harum serta bertabur bunga walaupun tidak ada orang yang datang.

2. Pernah digunakan sebagai senjata

6 Fakta Bunga Kamboja, Si Cantik yang Terkesan MistisBunga kamboja jepang (pixabay.com/ignartonosbg)

Siapa sangka kalau bunga cantik ini dulu digunakan sebagai senjata? Bukan kelopak yang digunakan sebagai senjata, melainkan getahnya. Getah bunga kamboja Jepang atau adenium digunakan oleh masyarakat Afrika untuk berburu. Walaupun namanya kamboja Jepang, bunga ini berasal dari Afrika dan Asia Barat.

Masyarakat Afrika akan mengoleskan getah bunga kamboja jepang ke ujung panah untuk berburu binatang besar. Getah bunga ini mengandung racun mematikan. Maka dari itu, kamu perlu hati-hati jika ingin menanam adenium di rumah. Jauhkan dari jangkauan anak-anak, karena kalau getahnya tertelan bisa menyebabkan mual, muntah, diare dan gangguan pencernaan.

3. Sebagai sarana upacara keagamaan

6 Fakta Bunga Kamboja, Si Cantik yang Terkesan MistisBUnga kamboja sebagai sarana sembahyang (pexels.com/Artem Beliaikin)

Di daerah Jawa, bunga kamboja memang sering ditanam di area perkuburan. Namun, berbeda dengan di Bali. Jika berkunjung ke Bali, kamu akan menemukan bunga ini di mana-mana. Kamu juga akan sering melihat orang bali yang habis sembahyang menyematkan bunga kamboja di telinganya. Di Bali, bunga kamboja lebih sering disebut bunga jepun, banyak ditanam di pekarangan rumah masyarakat dan di dekat pura.

Bunga kamboja memiliki dua peran penting dalam kepercayaan Hindu, yaitu sebagai simbolisme dari Dewa Siwa dan sebagai sarana upacara keagamaan. Sebagai sarana keagamaan, bunga ini akan diletakan dalam sesajen bersama dengan bahan lainnya untuk dipersembahkan kepada leluhur.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Lavender, Si Bunga Cantik Berwarna Ungu

4. Memiliki banyak jenis

6 Fakta Bunga Kamboja, Si Cantik yang Terkesan MistisBunga kamboja (pexels.com/Artem Beliaikin)

Terdapat berbagai jenis dan warna bunga kamboja. Ada jenis yang memiliki kelopak berwarna putih kuning, ada juga yang berwarna merah muda. Jumlah kelopaknya pun berbeda-beda. Biasanya berjumlah 5 helai, namun ada juga yang memiliki 4 dan 6 helai. Berikut ini adalah jenis bunga kamboja yang sering ditemui di Indonesia.

  • Plumeria Obtusa / Singapore Graveyard Flower
  • Plumeria Kok Putih
  • Adenium Obesum / Kamboja Jepang
  • Plumeria Pudica
  • Plumeria Bali-Whirl

Terdapat lebih banyak jenis bunga kamboja, bahkan bunga kamboja jepang atau adenium memiliki benyak variasi. Namun, lima jenis bunga kamboja tersebut yang paling sering ditemui di Indonesia dan kerap dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah.

5. Bunga nasional negara Laos

6 Fakta Bunga Kamboja, Si Cantik yang Terkesan MistisBunga kamboja (pixabay.com/fietzfotos)

Bunga kamboja merupakan lambang negara Laos. Di Laos bunga kamboja juga disebut dok champa, dok artinya bunga sementara champa artinya kamboja. Jika berkunjung ke Laos, kamu akan menemukan bunga ini di mana-mana. Dok champa lebih populer berwarna kuning putih, namun ada juga yang berwarna kuning merah. 

Bunga ini memiliki filosofi ketulusan, kegembiraan dan keberuntungan dalam kehidupan. Oleh karena itu, dok champa sering ditanam di klenteng atau kuil dan disertakan dalam upacara keagamaan, hiasan atau penyambutan tamu.

Selain itu, nama dok champa sering disematkan dalam penamaan bangunan di Laos, seperti hotel dok champa, restoran dok champa atau dok champa hostel. Harapannya usaha atau bisninya mendapatkan keberuntungan.

6. Punya banyak manfaat bagi kesehatan

6 Fakta Bunga Kamboja, Si Cantik yang Terkesan MistisTeh bunga kamboja (pexels.com/Maria Orlova)

Kerap dianggap bunga mistis ini, ternyata bunga kamboja punya banyak manfaat sebagai obat herbal untuk kecantikan dan kesehatan. Di China dan Korea, bunga kamboja diolah dan dikeringkan menjadi teh untuk meredakan demam, mengurangi stres sampai mengatasi radang tenggorokan.

Dilansir Netmeds.com, bunga kamboja mengandung anti-oksidan, dapat membantu mengobati sakit kepala, sakit pungung serta mengurangi bengkak. Bunga ini juga dapat melembabkan dan menjaga kesehatan kulit, anti-penuaan serta anti-inflamasi.

Selama ini, jika mendengar bunga kamboja, mungkin bulu kuduk sudah merinding duluan. Ternyata, bunga ini mempuyai fakta-fakta unik yang mungkin belum pernah kamu dengar. Sekarang, tidak perlu ragu lagi untuk menanam bunga ini di rumah untuk mempercantik pekaranganmu. Apakah kamu tertarik?

Delweys Octoria Photo Verified Writer Delweys Octoria

Hi, bestie! Have a great day!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Chalimatus Sa'diyah
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya