Comscore Tracker

5 Fakta Kanchenjunga, Pernah Disebut sebagai Gunung Tertinggi di Dunia

Kanchenjunga merupakan gunung tertinggi ketiga di dunia

Selain gunung-gunung dengan predikat tujuh puncak benua dengan Gunung Everest (8.848 mdpl) yang dikenal sebagai gunung tertinggi di dunia, masih terdapat 14 gunung tinggi lainnya dengan ketinggian lebih dari 8.000-an mdpl yang tersebar di kawasan pegunungan Himalaya dan pegunungan Karakoram, Asia. Gunung-gunung tersebut dikenal dengan predikat "The fourteen of eight thousanders".

Salah satu gunung tersebut adalah Gunung Kanchenjunga yang juga dituliskan sebagai Kangchenjunga atau Kinchinjunga. Gunung yang menjulang setinggi 8.586 mdpl tersebut terletak di wilayah Himalaya timur di perbatasan antara negara bagian Sikkim, India, dan Nepal. Di masa lalu, Kanchenjunga pernah dianggap sebagai gunung tertinggi di dunia. Kanchenjunga merupakan gunung yang dianggap sakral bagi masyarakat Sikkim.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai Gunung Kanchenjunga? simak lima faktanya berikut ini!

1. Pernah dianggap sebagai gunung tertinggi di dunia hingga tahun 1852

5 Fakta Kanchenjunga, Pernah Disebut sebagai Gunung Tertinggi di Duniapotret wajah barat daya Gunung Kanchenjunga dilihat dari sisi Nepal (Carsten.nebel, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Dilansir Factsanddetails, hingga tahun 1852, Gunung Kanchenjunga dianggap sebagai gunung tertinggi di dunia dan baru setelah pengukuran dilakukan oleh Great Trigonometrical Survey of India, diketahui bahwa Gunung Everest sebenarnya yang merupakan gunung tertinggi di dunia.

Ketika pengukuran dilakukan di wilayah Himalaya dan Karakorum, secara resmi diumumkan pada tahun 1856 bahwa Kanchenjunga merupakan gunung tertinggi ketiga di dunia dengan ketinggian 8.586 mdpl setelah Gunung Everest (8.848 mdpl) dan Gunung K-2 (8.611 mdpl). Di lokasi letaknya, Kanchenjunga merupakan gunung tertinggi di India dan gunung tertinggi kedua di Nepal setelah Everest. Kanchenjunga sendiri terletak sekitar 125 km timur-tenggara dari Gunung Everest. 

2. Gunung yang memiliki lima puncak

5 Fakta Kanchenjunga, Pernah Disebut sebagai Gunung Tertinggi di DuniaGunung Kanchenjunga memiliki 5 puncak (Thebrowniris, CC BY 3.0, via wikimedia.commons)

Kanchenjunga merupakan gunung yang memiliki lima buah puncak. Dilansir Britannica, nama Kanchenjunga sendiri berasal dari empat kata dari bahasa Tibet yang biasanya diterjemahkan sebagai Kang-chen-dzo-nga atau Yang-chhen-dzö-nga yang ditafsirkan dalam bahasa Sikkim sebagai "Lima Harta Karun Salju Besar".

Dilansir Armchairmountaineer, lima puncak yang membentuk kesatuan Gunung Kanchenjunga sebagai berikut:

  • Kanchenjunga Main (8.586 mdpl)
  • Kanchenjunga West (8.505 mdpl)
  • Kanchenjunga Central (8.482 mdpl)
  • Kanchenjunga South (8.494 mdpl)
  • Kangbachen (7.903 mdpl)

Selain lima puncak,  "Lima Harta Karun Salju Besar"  bisa juga diasosiasikan dengan harta karun: emas, perak, batu mulia, biji-bijian dan kitab suci. Gunung Kanchenjunga memiliki posisi penting dalam mitologi dan ritual keagamaan penduduk setempat, dan di lerengnya merupakan tempat interaksi bagi para penggembala dan pedagang selama berabad-abad. 

Baca Juga: 5 Alasan Mendaki Gunung Arjuno, Indah dan Kaya Sejarah 

3. Berhasil dipuncaki pertama kali pada tahun 1955

5 Fakta Kanchenjunga, Pernah Disebut sebagai Gunung Tertinggi di Duniapanorama Gunung Kanchenjunga dilihat dari sisi wilayah Darjeeling, India (Benoy, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Dilansir Thebmc, meskipun berbagai usaha telah dilakukan sejak tahun 1905 untuk menggapai puncaknya namun Kanchenjunga baru berhasil dipuncaki untuk pertama kalinya pada bulan Mei 1955 oleh pendaki gunung bernama Joe Brown dan George Band yang menjadi bagian dari British Kanchenjunga expedition. Kanchenjunga dianggap sebagai gunung yang sakral oleh masyarakat setempat karenanya mereka berhenti beberapa langkah sebelum puncak gunung untuk tidak menyentuh tempat yang dianggap sakral di atas puncak tertingginya. Di masa lalu, setiap pendaki yang menggapai puncak Kanchenjunga mengikuti tradisi ini.

Dilansir Britannica tonggak pendakian Kanchenjunga lainnya termasuk wanita pertama yang mencapai puncak (Ginette Harrison pada tahun 1998), pendakian solo pertama (Pierre Beghin pada tahun 1983) dan pendakian pertama tanpa menggunakan tabung oksigen (Peter Boardman, Doug Scott dan Joe Tasker pada tahun 1979). Sebagai informasi, biasanya dibutuhkan waktu 40 hingga 60 hari bagi para pendaki untuk menyelesaikan ekspedisi Kanchenjunga.

4. Terkenal dengan cerita legenda makhluk mitologi dan tempat mistisnya

5 Fakta Kanchenjunga, Pernah Disebut sebagai Gunung Tertinggi di Dunialukisan Gunung Kanchenjunga dari tahun 1855 karya Hermann Schlagintweit (Hermann Schlagintweit, CC0-Public Domain, via Wikimedia Commons)

Selain dianggap sakral dan memiliki posisi penting dalam mitologi dan ritual keagamaan penduduk setempat, salah satu fakta menarik dari Kangchenjunga adalah cerita legenda mengenai makhkluk mitologi dan tempat mistisnya. Dilansir Interesting-Facts-About-Kangchenjunga daerah di sekitar Kanchenjunga dikatakan sebaga rumah dewa gunung, yang disebut Dzö-nga.

Dzö-nga diyakini sebagai sejenis makhluk mitologi besar penghuni Himalaya yang dikenal dengan nama yeti. Meski tidak bisa diverifikasi kebenarannya konon pada tahun 1925 sebuah ekspedisi Inggris melihat makhluk aneh di sana, namun bisa saja itu spesies yang belum diketahui. Selain itu selama beberapa generasi, ada legenda yang diceritakan oleh penduduk sekitar Kanchenjunga mengenai keberadaan lembah keabadian yang tersembunyi di lerengnya.  

5. Memiliki fatality rate pendakian sebesar 15 hingga 20 persen

5 Fakta Kanchenjunga, Pernah Disebut sebagai Gunung Tertinggi di Duniawajah utara Gunung Kanchenjunga dari Pang Pema, Nepal (Tomabarker, CC BY 3.0, via wikimedia.commons)

Dilansir Mensjournal, Kanchenjunga merupakan salah satu dari empat gunung yang paling berbahaya untuk didaki bersama gunung: Annapurna di Nepal, K2 dan Nanga Parbat di Pakistan. Kanchenjunga memiliki tingkat kematian (fatality rate) sekitar 15 hingga 20 persen, yang berarti satu dari setiap lima orang pendaki tewas dalam upaya menggapai puncaknya. Tidak seperti kebanyakan gunung lainnya, tampaknya Kanchenjunga semakin mematikan dari waktu ke waktu.

Selain medan yang sulit serta temperatur suhu yang rendah, guguran salju (avalanche) menjadi ancaman maut bagi para pendaki yang akan menggapai puncaknya. Dilansir Mountainiq hingga tahun 2019 setidaknya ada 300 pendakian yang sukses mencapai puncaknya dengan 45 pendaki tewas dalam proses pendakian

Banyak hal yang memotivasi para pendaki profesional untuk menaklukkan puncak-puncak tertinggi di dunia seperti terpesona dengan keindahan alamnya, bertemu dengan orang-orang hebat ataupun demi sebuah pride (kebanggaan) tersendiri. Apa yang telah mereka lakukan setidaknya juga menginspirasi kepada kita untuk selalu menjaga dan merawat alam ciptaan Sang Pencipta yang begitu indah. Apakah kamu tertarik menjadi pendaki dan menjelajahi gunung-gunung indah dunia? 

Baca Juga: 9 Potret Gunung Butak Malang, Rangkaian Putri Tidur yang Menawan

Dodi Wijoseno Photo Verified Writer Dodi Wijoseno

Penyuka Sejarah, mountain hiking dan olah raga

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agsa Tian

Berita Terkini Lainnya