Evolusinya di Gurun, Kenapa Kucing Malah Suka Makan Tuna?

Kalau kamu perhatikan, rasa ikan laut, khususnya tuna, mendominasi makanan kucing yang tersedia di toko-toko hewan peliharaan. Menurut laman Science, sekitar 6 persen jumlah ikan hasil tangkapan liar di seluruh dunia didedikasikan untuk makanan anabul tercinta. Ini tentu jadi fakta yang menarik mengingat kucing merupakan hewan yang berevolusi di wilayah gurun.
Para peneliti akhirnya mencoba melihat indra pengecap kucing dari dekat. Ternyata diketahui kalau kucing juga punya gen penting untuk mendeteksi rasa umami, sama seperti manusia. Hanya saja, ada perbedaan yang mungkin bisa menjawab pertanyaanmu kenapa kucing malah suka makan tuna.
1. Gak bisa merasakan manis dan pahit, tapi suka rasa umami

Sudah lama diketahui kalau kucing gak bisa merasakan manis. Penelitian yang dilansir Journal of Comparative and Physiological Psychology pada 1977 lalu menemukan kalau gen reseptor rasa manis pada kucing gak berfungsi. Itu sebabnya, mereka gak menghindari rasa manis, tapi juga bukannya suka dengan rasa yang disukai kebanyakan manusia ini. Sebagai karnivor, kucing gak perlu merasakan enaknya rasa manis karena nutrisi seperti karbohidrat gak diperlukan untuk keberlangsungan hidupnya.
Demikian pula dengan rasa pahit, kucing punya lebih sedikit reseptor rasa pahit dibandingkan dengan manusia. Rasa pahit gak begitu berguna bagi karnivor seperti kucing. Ia gak seperti herbivor atau omnivor, seperti manusia, yang perlu rasa pahit untuk membantu menghindari tanaman beracun.
Lalu, bagaimana dengan rasa umami? Penelitian yang dilansir jurnal Chemical Senses Agustus 2023 lalu menemukan kalau kucing punya dua gen penting yang diperlukan untuk mendeteksi rasa umami, yakni Tas1r1 dan Tas1r3. Umami adalah salah satu rasa dasar, selain manis, pahit, asam, dan asin. Rasa umami memberikan rasa gurih atau rasa mirip daging pada makanan. Masuk akal kalau kucing yang merupakan karnivor sejati punya reseptor rasa umami. Mereka bergantung pada nutrisi yang terdapat pada daging hewan untuk bertahan hidup.
2. Ikan tuna paling umami bagi kucing

Begitu tahu kalau kucing punya gen penting untuk mendeteksi rasa umami, para peneliti langsung melihat indra pengecap kucing lebih dekat. Ternyata cara kerja reseptor umami pada kucing berbeda dari manusia. Pada kucing, tempat pengikatan asam glutamat dan asam aspartat, dua asam amino paling penting untuk mendeteksi rasa umami, mengalami mutasi.
Kalau kita, asam amino berikatan lebih dulu dengan reseptor umami, lalu senyawa nukleotida memperkuat responsnya. Nah, pada kucing, nukleotida mengaktifkan respons umami dulu, lalu asam amino meningkatkan efek rasanya. Hal ini bikin ikan tuna jadi favorit kucing karena dagingnya mengandung nukleotida yang berikatan sangat kuat dengan reseptor mereka.
Gak cuma itu, ikan tuna juga mengandung L-histidin. Asam amino ini penting bagi tubuh kucing, dan merupakan penambah rasa umami yang kuat. Scott McGrane, pakar ilmu sensori dari Waltham Petcare Science Institute dan penulis utama dalam penelitian bersangkutan, mengungkapkan pada laman Live Science kalau kandungan L-histidin pada ikan tuna jauh lebih tinggi dibandingkan pada ikan lain dan sumber daging lainnya.
Eksperimen terhadap 25 ekor kucing pun mengonfirmasi temuan itu. Para kucing menunjukkan preferensi pada mangkuk dengan kombinasi senyawa yang bikin rasa umami paling "nendang" bagi lidahnya. Adapun, senyawa-senyawa itu terdapat pada ikan tuna dengan konsentrasi tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan bisa membantu meramu makanan kucing yang lebih sehat dan obat-obatan yang cocok bagi lidah kucing.
3. Evolusinya di gurun, tapi kok sukanya ikan laut?

Sekarang, pertanyaannya, dari mana kucing menumbuhkan rasa suka terhadap ikan laut? Menurut laman Science, kucing berevolusi di wilayah gurun Timur Tengah sekitar 10 ribu tahun lalu. Sejak tahun 1500 Sebelum Masehi, kucing sering digambarkan sedang makan ikan di beberapa karya seni Mesir Kuno.
Sayangnya, masih belum ada penelitian untuk mengungkap misteri satu ini. Namun, indra pengecap kucing diduga berkembang seiring berjalannya waktu. Pada Abad Pertengahan, kucing-kucing di beberapa pelabuhan Timur Tengah banyak makan ikan yang ditinggalkan para nelayan. Fiona Marshall, seorang ahli arkeologi hewan dari Universitas Washington, mengungkapkan pada laman Science kalau kucing-kucing yang doyan makan ikan pada saat itu, mungkin tuna juga khususnya, diduga lebih unggul dalam bertahan hidup daripada mereka yang tidak. Lambat laun, mereka menumbuhkan rasa suka terhadap enaknya ikan laut.
Bagaimana, nih, kalau menurutmu? Apakah temuan-temuan di atas sudah cukup menjawab pertanyaanmu tentang kenapa kucing suka makan tuna meski evolusinya di wilayah gurun? Kalau belum, gak usah sedih dan kecewa! Gak cuma kamu yang dibikin bingung oleh tingkah laku kucing, para ahli dan peneliti juga!















![[QUIZ] Dari Jenis Habitat Laut Pilihanmu, Ini Caramu Menghadapi Ketidakpastian](https://image.idntimes.com/post/20250315/pexels-james-lee-932763-2017089-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-f85c77fa314a0d1d7ef06b3c78cff2d0.jpg)



