Gunung Anak Krakatau dikelilingi oleh perairan Selat Sunda yang berada di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Letaknya membuat kondisi laut di sekitar gunung api tersebut dipengaruhi oleh dinamika perairan yang cukup kompleks. Arus laut di kawasan ini tidak selalu bergerak dengan arah dan kekuatan yang sama karena dapat dipengaruhi oleh musim, pasang-surut, serta angin.
Pada waktu tertentu, pergerakan air bahkan bisa berubah dalam skala yang lebih pendek. Bagi kapal maupun orang yang berada di laut, kondisi arus dan gelombang menjadi faktor yang penting untuk diperhatikan karena dapat memengaruhi pergerakan di perairan. Lantas, bagaimana karakter arus laut di sekitar Krakatau dan benarkah pergerakannya bisa berbahaya? Yuk, simak penjelasan ilmiahnya di bawah ini!
