Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Fakta Arus Laut di Sekitar Anak Krakatau, Seberbahaya Apa?
ilustrasi perahu di tengah laut. (pexels.com/Kindel Media)
  • Arus di sekitar Anak Krakatau berubah arah dan kekuatan mengikuti angin monsun: dari Samudra Hindia ke Laut Jawa saat musim dingin, lalu berbalik pada musim panas.
  • Pasang-surut turut mengubah arus Selat Sunda; bentuk selat membuat arus lebih kuat di bagian sempit, dengan kecepatan pemodelan di beberapa lokasi mencapai sekitar 2 meter per detik.
  • Arus kuat dapat membawa orang atau benda menjauh dari lokasi awal, sehingga aktivitas laut dan perjalanan kapal di sekitar Anak Krakatau perlu memperhatikan arah serta kondisi arus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gunung Anak Krakatau dikelilingi oleh perairan Selat Sunda yang berada di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Letaknya membuat kondisi laut di sekitar gunung api tersebut dipengaruhi oleh dinamika perairan yang cukup kompleks. Arus laut di kawasan ini tidak selalu bergerak dengan arah dan kekuatan yang sama karena dapat dipengaruhi oleh musim, pasang-surut, serta angin.

Pada waktu tertentu, pergerakan air bahkan bisa berubah dalam skala yang lebih pendek. Bagi kapal maupun orang yang berada di laut, kondisi arus dan gelombang menjadi faktor yang penting untuk diperhatikan karena dapat memengaruhi pergerakan di perairan. Lantas, bagaimana karakter arus laut di sekitar Krakatau dan benarkah pergerakannya bisa berbahaya? Yuk, simak penjelasan ilmiahnya di bawah ini!

1. Arus laut di Selat Sunda bisa berubah mengikuti musim

ilustrasi Selat Sunda (pexels.com/Vladimir Konoplev)

Arus laut di sekitar Krakatau tidak bergerak dengan pola yang sama sepanjang tahun. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Oceanography pada 2016 menunjukkan bahwa kecepatan arus di Selat Sunda sangat dipengaruhi oleh angin monsun. Pada musim monsun di musim dingin, angin dari arah barat laut dapat mendorong pergerakan air dari Samudra Hindia menuju Laut Jawa melalui kawasan Selat Sunda.

Sebaliknya, ketika memasuki musim monsun di musim panas, kondisi tersebut berbalik dan air dari Laut Jawa dapat bergerak menuju Samudra Hindia.  Temuan tersebut menunjukkan bahwa arah dan kekuatan arus di Selat Sunda dapat mengalami perubahan mengikuti perubahan pola angin musiman. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Oceanography pada 2025 juga menemukan adanya variasi arus permukaan dalam skala harian, musiman, hingga intramusiman.

Studi tersebut menunjukkan bahwa arus permukaan secara musiman berkaitan erat dengan angin monsun, sehingga kondisi perairan dapat berbeda antara satu periode dan periode lainnya.  Jadi, arus laut di sekitar Krakatau bukanlah aliran air yang selalu bergerak ke satu arah, melainkan bagian dari sistem perairan yang dinamis dan dipengaruhi perubahan kondisi atmosfer serta laut.

2. Pasang-surut juga memengaruhi pergerakan arus

ilustrasi arus laut (pexels.com/Nothing Ahead)

Selain dipengaruhi musim dan angin, pergerakan air di Selat Sunda juga dipengaruhi oleh pasang-surut. Studi yang sama yang diterbitkan dalam Journal of Oceanography pada 2025 menemukan adanya variasi arus permukaan yang berkaitan dengan siklus pasang-surut. Pasang-surut terjadi karena pengaruh gravitasi Bulan dan Matahari terhadap air laut, sehingga ketinggian muka air dapat naik dan turun secara berkala.

Perubahan muka air tersebut kemudian dapat mendorong pergerakan air di suatu wilayah perairan. Polanya pun tidak selalu sederhana karena bentuk Selat Sunda turut memengaruhi bagaimana arus pasang-surut bergerak. Penelitian mengenai hidrodinamika Selat Sunda yang diterbitkan dalam jurnal ILMU KELAUTAN pada 2020 menunjukkan bahwa arus pasang-surut dapat menjadi cukup kuat di bagian selat yang lebih sempit.

Dalam pemodelan tersebut, kecepatan arus pasang-surut di beberapa lokasi bahkan dapat mencapai sekitar 2 meter per detik. Artinya, kondisi arus di sekitar Krakatau dapat berubah bukan hanya karena pergantian musim, tetapi juga mengikuti siklus pasang-surut. Dinamis dan terus berubah.

3. Arus kuat bisa membahayakan jika membawa benda menjauh

ilustrasi arus laut (pexels.com/Nothing Ahead)

Arus laut yang kuat dapat memengaruhi pergerakan orang maupun benda yang berada di dalam air. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), arus tertentu di laut dapat bergerak dengan cepat dan membawa perenang menjauh dari area semula. Kondisi ini bisa membuat seseorang kesulitan kembali ke lokasi awal, terutama jika tidak menyadari arah pergerakan arus.

Arus yang bergerak menjauh juga dapat meningkatkan risiko seseorang terbawa ke perairan yang lebih jauh dan kesulitan menyelamatkan diri. Karena itu, kekuatan dan arah arus menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan sebelum melakukan aktivitas di laut. Terlebih di kawasan seperti Selat Sunda yang memiliki dinamika perairan yang dapat berubah.

Arus laut di sekitar Anak Krakatau dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari musim, angin, hingga pasang-surut. Perubahannya membuat kondisi perairan perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang beraktivitas atau melakukan perjalanan dengan kapal di kawasan tersebut. Jadi, menurutmu, seberapa penting memahami kondisi arus laut sebelum beraktivitas di sekitar Anak Krakatau?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article