Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Fakta Asma pada Kucing, Ternyata Bisa Dipicu Asap Rokok!
ilustrasi hewan kucing (pexels.com/Krysten Merryman)
  • Kucing juga bisa mengalami asma seperti manusia, ditandai dengan penyempitan saluran napas yang menyebabkan kesulitan bernapas dan membutuhkan perhatian medis khusus.
  • Asap rokok, debu, jamur, serta bahan kimia rumah tangga dapat memicu asma pada kucing karena mereka termasuk perokok pasif yang rentan terhadap alergen tersebut.
  • Gejala asma sering disalahartikan sebagai usaha mengeluarkan hairball, padahal kucing menunjukkan batuk, napas pendek, dan postur berjongkok; terapi jangka panjang membantu menjaga kualitas hidupnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Asma merupakan salah satu penyakit organ pernapasan yang cukup sering dijumpai pada manusia. Mereka yang menderita penyakit ini akan mengalami kesulitan bernapas, bahkan hingga merasa sesak dan sangat tidak nyaman saat sedang kambuh. Jika tidak ditangani dengan baik, tentu bisa mengakibatkan kondisi yang fatal.

Namun, pernahkah kamu merasa penasaran, apakah kucing juga bisa menderita asma? Jika bisa, gejala seperti apa ya yang akan tampak?

Nah, bila kamu seorang pemilik kucing atau pun pecinta kucing alias cat lover, wajib tahu bahwa ternyata hewan menggemaskan itu juga bisa menderita asma, lho. Coba simak beberapa faktanya berikut ini agar lebih aware, yuk!

1. Asma adalah salah satu penyakit gangguan pernapasan yang bisa diderita kucing

ilustrasi seekor kucing ras Maine Coon (pexels.com/Thirdman)

Layaknya manusia, kucing juga bisa menderita berbagai penyakit yang menyerang organ-organ tubuhnya. Nah, bila kamu belum tahu, ada beberapa jenis penyakit manusia yang dapat ditemukan pada kucing, salah satunya asma. Serius?

Veterinary Partner mendefinisikan asma sebagai suatu gangguan pernapasan berulang yang ditandai dengan adanya penyempitan saluran napas. Pada kasus ini, saluran napas di area paru-paru mengalami peradangan yang sering kali dipicu oleh adanya faktor tertentu. Ketika jalan napas menyempit, aliran udara yang keluar dan masuk paru-paru akan terganggu, sehingga menyebabkan sesak napas.

2. Paparan asap rokok bisa memicu timbulnya asma pada kucing

ilustrasi seekor kucing (pexels.com/Inge Wallumrød)

Kamu mungkin penasaran tentang penyebab asma pada kucing. Nah, Feline Cornell Health Center menerangkan bahwa mayoritas dokter hewan dan peneliti sepakat bahwa asma disebabkan oleh terhirupnya alergen atau agen pemicu timbulnya reaksi alergi pada kucing yang peka. Menurut PetMD, ada berbagai jenis alergen yang perlu diwaspadai, seperti debu, tungau debu, serbuk sari, jamur, bahan-bahan kimia rumah tangga, lilin, pengharum ruangan, hingga asap rokok.

PetMD menjelaskan, kucing masuk ke dalam kategori perokok pasif. Begitu hewan itu terpapar asap rokok, maka ada risiko kucing akan menderita asma dan penyakit mematikan lainnya seperti kanker paru-paru, limfoma, dan tumor mulut. Kasihan banget, kan?

3. Gejala asma sering dikelirukan dengan proses pengeluaran hairball

ilustrasi hewan kucing (pexels.com/Pixabay)

Kendati berbahaya, penyakit asma pada kucing ini terkadang masih jarang disadari oleh cat owner. Situasi ini terjadi bukan tanpa alasan. Pasalnya, gejala asma ini membuat kucing seolah seperti hendak mengeluarkan hairball, sehingga dianggap sebagai sesuatu yang normal. Lantas, sebenarnya apa saja sih gejala asma yang wajib diketahui?

Dilansir VCA Animal Hospitals, gejala asma pada kucing yang paling mencolok antara lain batuk, napas pendek-pendek, serta sulit bernapas yang menyebabkan kucing sampai membuka mulut. Ketika gejala, terutama batuk, sedang muncul, kucing biasanya menunjukkan postur khas, yaitu "berjongkok" sambil menjulurkan kepala. Oleh sebab itu, tidak heran bila banyak pemilik kucing menganggap peristiwa ini sebagai usaha mengeluarkan hairball, meski akhirnya kebingungan karena sama sekali tidak ada hairball yang diproduksi.

4. Kucing yang menderita asma perlu terapi khusus dan berkelanjutan

ilustrasi kucing yang mengantuk (pexels.com/Pixabay)

Kabar buruknya, kucing yang telah didiagnosis menderita asma pada umumnya tidak bisa disembuhkan. Kendati begitu, cat owner tidak perlu merasa terlalu khawatir, ya. Pasalnya, meski penyakitnya tidak dapat dihilangkan secara permanen, terapi dan manajemen yang tepat akan membantu kucing tetap meraih kualitas kesehatan yang baik dan menjalani kehidupan secara normal.

Cornell Feline Health Center menjelaskan, begitu seekor kucing telah didiagnosis menderita asma oleh dokter hewan, maka kucing tersebut akan mendapatkan terapi berupa pemberian anti inflamasi, dengan atau tanpa tambahan bronchodilator untuk melebarkan saluran napas. Obat itu bisa diberikan dalam bentuk minum, inhalasi, atau injeksi, sesuai dengan kondisi pasien.

Selain itu, dilansir International Cat Care, manajemen perawatan seperti menjaga agar berat badan kucing tetap ideal, mengidentifikasi faktor pemicu asma, memelihara kucing di ruangan khusus, hingga menggunakan penyaring udara adalah usaha yang perlu dilakukan. Jika lingkungan hidup sehat dan minim paparan alergen, tentu asma tidak akan sering kambuh. Hasilnya, kucing dapat menikmati hari-harinya dengan ceria.

Kucing juga bisa menderita gangguan pernapasan berupa asma seperti manusia. Kendati dalam kebanyakan kasus penyakit ini tidak dapat disembuhkan hingga tuntas, terapi jangka panjang dan manajemen yang tepat dapat menjaga kualitas hidup kucing tetap tinggi. Nah, sekarang pengetahuanmu tentang kucing sudah bertambah satu lagi, deh!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article