ilustrasi kucing yang mengantuk (pexels.com/Pixabay)
Kabar buruknya, kucing yang telah didiagnosis menderita asma pada umumnya tidak bisa disembuhkan. Kendati begitu, cat owner tidak perlu merasa terlalu khawatir, ya. Pasalnya, meski penyakitnya tidak dapat dihilangkan secara permanen, terapi dan manajemen yang tepat akan membantu kucing tetap meraih kualitas kesehatan yang baik dan menjalani kehidupan secara normal.
Cornell Feline Health Center menjelaskan, begitu seekor kucing telah didiagnosis menderita asma oleh dokter hewan, maka kucing tersebut akan mendapatkan terapi berupa pemberian anti inflamasi, dengan atau tanpa tambahan bronchodilator untuk melebarkan saluran napas. Obat itu bisa diberikan dalam bentuk minum, inhalasi, atau injeksi, sesuai dengan kondisi pasien.
Selain itu, dilansir International Cat Care, manajemen perawatan seperti menjaga agar berat badan kucing tetap ideal, mengidentifikasi faktor pemicu asma, memelihara kucing di ruangan khusus, hingga menggunakan penyaring udara adalah usaha yang perlu dilakukan. Jika lingkungan hidup sehat dan minim paparan alergen, tentu asma tidak akan sering kambuh. Hasilnya, kucing dapat menikmati hari-harinya dengan ceria.
Kucing juga bisa menderita gangguan pernapasan berupa asma seperti manusia. Kendati dalam kebanyakan kasus penyakit ini tidak dapat disembuhkan hingga tuntas, terapi jangka panjang dan manajemen yang tepat dapat menjaga kualitas hidup kucing tetap tinggi. Nah, sekarang pengetahuanmu tentang kucing sudah bertambah satu lagi, deh!