Burung ekek geling jawa bertengger di dahan pohon. (commons.wikimedia.org/PaleoMatt)
Di antara keempat spesies burung ekek, ekek geling jawa jadi yang paling dekat dengan jurang kepunahan. Status konservasi ekek geling jawa dinilai kritis punah atau hanya sejengkal saja dari punah di alam liar. Penyebabnya? Itu karena perdagangan burung kicau.
Menurut informasi dari laman BirdLife DataZone, banyak ekek geling jawa diperangkap dengan penangkap burung khusus untuk mereka. Penurunan populasi lebih dari 80 persen pada 1990–2010 hampir seluruhnya karena penangkapan. Ekek geling jawa ramai diburu untuk dipelihara sebagai burung master.
Tekanan perburuan dikhawatirkan masih tinggi. Survei ornitologi di 27 lokasi di 9 gunung Jawa Barat dan Jawa Tengah pada 2018-2020 gagal menemukan ekek geling jawa. Ditambah lagi, kebanyakan hutan di Jawa telah gundul dan kawasan lindung pun terus mengalami perambahan.
Upaya konservasi sudah giat dilakukan di Indonesia dan di luar negeri. Mengutip laman Mongabay, beberapa pusat konservasi di Indonesia seperti Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu dan di luar negeri berhasil membiakkan lebih dari 130 ekor ekek geling jawa. Harapannya, angka ini bisa jadi penyelamat spesies.
Kelak, semoga hutan-hutan Indonesia bisa kembali riuh oleh kicauan manis burung ekek dan burung endemik lain. Bagaimanapun, habitat asli merupakan tempat terbaik bagi keselamatan spesies. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung ekek ini?