5 Fakta Burung Puyuh Hujan, Suaranya Jadi Pertanda Musim Hujan

- Burung puyuh hujan (Coturnix coromandelica) tersebar luas di Asia Selatan dan Tenggara, dikenal misterius karena sulit terlihat dan lebih sering terdengar saat musim hujan.
- Memiliki tubuh gemuk dengan pola garis mencolok, burung jantan berciri dada hitam khas, sedangkan betina berwarna krem dengan garis lebih terang.
- Berperan penting dalam ekosistem sebagai penyebar biji dan pengendali serangga, serta suaranya dipercaya menjadi pertanda datangnya musim hujan di beberapa daerah.
Burung puyuh satu ini bertubuh gemuk layaknya burung puyuh pada umumnya. Pola garis-garisnya khas dan mencolok. Ia dikenal lebih sering terdengar saat musim hujan, dan jarang sekali terlihat. Namanya ialah burung puyuh hujan.
Burung puyuh hujan atau rainquail merupakan jenis burung puyuh yang bisa dijumpai di anak benua India dan Asia Tenggara. Burung ini dikenal karena sifat misteriusnya dan kaitannya dengan musim hujan. Yuk, kenalan dengan burung ini lewat lima fakta unik burung puyuh hujan atau rainquail berikut ini!
1. Burung misterius yang sulit dideteksi

Burung puyuh hujan atau rainquail (Coturnix coromandelica) merupakan jenis burung puyuh asli anak benua India dan Asia Tenggara. Burung puyuh satu ini punya wilayah sebaran yang sangat luas. Ia bisa dijumpai di India, Pakistan, Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kamboja, sampai Vietnam.
Burung puyuh hujan dikenal sangat misterius. Burung ini sulit terdeteksi di antara hamparan rumput. Ia senang berada di wilayah bervegetasi rendah, dan jarang terlihat di hutan lebat.
2. Burung gemuk dengan corak khas

Burung puyuh hujan bertubuh gemuk layaknya burung puyuh pada umumnya. Mengutip laman Animalia, panjang burung puyuh hujan sekitar 15—75 sentimeter dengan berat 64—71 gram. Burung puyuh satu ini punya tampilan bergaris mencolok yang membuatnya terkamuflase apik di habitat berumput.
Burung puyuh hujan jantan punya ciri khas bercak bulu hitam di tenggorokan dengan batas putih yang khas. Oleh karena itu, burung ini juga dikenal dengan nama black-breasted quail atau burung puyuh dada hitam. Burung betina gak punya ciri ini. Warnanya lebih berwarna krem dengan garis-garis lebih terang
3. Punya peran lingkungan penting

Burung puyuh hujan senang makan biji rerumputan, larva serangga, dan invertebrata kecil. Dikarenakan menu makanannya itu, burung puyuh hujan berperan penting di ekosistem sebagai penyebar biji-bijian dan pengontrol populasi serangga dan invertebrata. Penggunaan pestisida bisa mengurangi jumlah mangsa burung ini.
Burung puyuh hujan senang wilayah dengan vegetasi rendah. Contoh habitat yang disenangi berupa padang rumput, lahan bersemak terbuka, ladang tanam, dan tepi lahan basah dan lahan yang tidak ditanami. Selain menyediakan tempat berkamuflase, wilayah seperti ini juga menyediakan ladang mencari makan yang luas.
4. Bangun sarang supersimpel

Musim kawin burung puyuh hujan dimulai setelah mulainya musim monsun barat daya pada bulan Juni. Burung ini gak membangun sarang yang rumit. Telur-telurnya diletakkan begitu saja di cekungan tanah, bahkan terkadang di tempat terbuka di bawah semak-semak.
Menurut laman Birds of the World, betina hasilkan 4—6 butir telur dalam satu sarang, betina biasanya menghasilkan 4—6 butir telur. Beberapa betina terkadang bertelur di sarang yang sama, sehingga ada sarang yang bisa memiliki 16 butir telur. Anak burung sudah bisa meninggalkan sarang setelah menetas, tapi tetap ditemani kedua induknya selama delapan bulan ke depan.
5. Jadi pertanda datangnya musim hujan

Burung puyuh hujan sangat misterius. Burung ini bersifat pemalu dengan kemampuan kamuflase yang baik. Ia juga lebih sering diam atau berlari di antara rerumputan daripada terbang saat didekati, sehingga burung puyuh hujan sangat sulit terlihat.
Burung puyuh hujan lebih sering terdengar daripada terlihat. Ia punya suara panggilan saat musim kawin yang khas, sering terdengar pada pagi dan senja hari. Menurut laman Nature Story Teller, musim kawin burung puyuh hujan dimulai saat musim hujan. Oleh karena itu, suara burung puyuh ini jadi pertanda datangnya musim hujan. Di beberapa bagian Rajasthan dan Gujarat, suara burung puyuh hujan diyakini sebagai pertanda hujan yang baik dan kesuburan tanaman.
Gak seperti burung puyuh lain yang merancah jarak jauh, burung puyuh hujan cenderung bergerak secara lokal. Ia mengikuti pola curah hujan dan ketersediaan makanan. Menurut laman Animal Diversity, burung puyuh hujan cenderung berpindah tempat tinggal sesuai dengan curah hujan. Oleh karena itu, ia dinamakan puyuh hujan atau rainquail.
Sungguh burung puyuh yang unik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung puyuh hujan atau rainquail? Apa kamu tertarik untuk coba menemukannya di habitat aslinya?


![[QUIZ] Dari Jenis Aurora Favoritmu, Ini Cara Kamu Menunjukkan Emosi](https://image.idntimes.com/post/20250226/screenshot-2025-02-26-225905-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-ce5bd73426c2211a00e3d6df9e27afe1.png)







![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Jadi Siapa Kamu di Upin & Ipin Kehidupan Sebelumnya?](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-203717-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-d39800576cc5d4ebd91a012aa51130f5.jpg)








