Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Jalurnya!
ilustrasi gerhana matahari total (pexels.com/Sebastian Arie Voortman)
  • Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 12 Agustus 2026 dan melintasi sejumlah wilayah, termasuk Greenland, Islandia, dan Spanyol.

  • Indonesia tidak dapat menyaksikan fase total karena berada di luar jalur totalitas dan mengalami malam saat gerhana berlangsung.

  • Saat mengamati gerhana, gunakan kacamata khusus berstandar ISO 12312-2 untuk melindungi mata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gerhana matahari total menjadi salah satu fenomena astronomi yang paling ditunggu-tunggu karena tidak terjadi setiap hari dan hanya dapat diamati dari wilayah tertentu. Menjelang 12 Agustus 2026, perhatian publik kembali tertuju pada langit untuk menyaksikan momen ketika Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari dari pandangan pengamat di Bumi. Fenomena ini bukan hanya menarik karena langit dapat berubah gelap di tengah siang hari, tetapi juga karena jalur totalitasnya sangat terbatas.

Sayangnya, tidak semua wilayah di dunia, termasuk Indonesia, bisa menyaksikan fase total secara langsung. Meski begitu, fenomena ini tetap menarik untuk dipelajari karena setiap gerhana memiliki karakteristik dan jalur yang berbeda. Lantas, apa saja fakta menarik di balik gerhana matahari total yang akan segera terjadi ini? Yuk, simak lebih banyak di bawah ini!

1. Waktu terjadinya gerhana matahari total

ilustrasi gerhana matahari total (unsplash.com/Erika Löwe)

Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga seluruh bagian Matahari yang terlihat dari Bumi tertutup oleh Bulan. Mengutip dari NASA, gerhana ini akan berlangsung pada 12 Agustus 2026 dengan fase gerhana total terlihat dari berbawilayah seperti Greenland bagian timur dan Spanyol. Jika dikonversi ke waktu Indonesia bagian barat, rangkaian gerhana tersebut akan dimulai pada 12 Agustus sekitar pukul 22.35 WIB.

Gerhana kemudian berlangsung hingga 13 Agustus, tepatnya sampai pukul 02.57 WIB. Artinya, fenomena ini berlangsung pada 12–13 Agustus di Indonesia. Perlu dicatat, waktu tersebut merupakan rentang berlangsungnya gerhana secara keseluruhan, sedangkan waktu fase total berbeda-beda tergantung lokasi pengamatan.

2. Wilayah yang dilintasi jalur totalitas

ilustrasi wilayah Greenland (pexels.com/Lara Jameson)

Jalur totalitas adalah wilayah di Bumi yang bisa melihat Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan saat gerhana berlangsung. Pada 12 Agustus 2026, jalur ini akan melewati beberapa wilayah, termasuk Greenland, Islandia, Spanyol, dan sebagian Portugal. Namun, tidak semua daerah di negara-negara tersebut akan mengalami gerhana total karena jalurnya hanya berupa area yang relatif sempit.

Di luar jalur tersebut, pengamat hanya dapat melihat sebagian Matahari tertutup oleh Bulan atau mengalami gerhana sebagian. Jalur totalitas terbentuk mengikuti pergerakan bayangan Bulan yang jatuh ke permukaan Bumi saat gerhana. Karena Bumi terus berputar dan Bulan terus bergerak, bayangan tersebut akan berpindah sehingga hanya wilayah tertentu yang dapat menyaksikan fase total.

3. Alasan Indonesia tidak bisa melihat gerhana total

ilustrasi gerhana matahari total (Unsplash.com/Jongsun Lee)

Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana matahari total 12 Agustus 2026. Menurut BMKG, jalur gerhana tidak melewati wilayah Indonesia dan fenomena tersebut berlangsung ketika wilayah Indonesia berada dalam kondisi malam hari. Fase total gerhana justru dapat diamati dari sebagian besar Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, dan Amerika Utara.

Artinya, meski gerhana sedang berlangsung, Matahari tidak berada di atas cakrawala Indonesia sehingga Bulan yang menutupi Matahari tidak dapat terlihat dari sini. Jadi, bukan karena gerhananya tidak terjadi, melainkan karena posisi Indonesia berada di luar jalur pengamatan dan sedang mengalami waktu malam.

4. Perubahan langit saat gerhana mencapai totalitas

ilustrasi gerhana matahari total (pixabay.com/cs8100)

Saat gerhana mencapai totalitas, langit di sekitar jalur gerhana dapat berubah gelap seperti menjelang malam. Hal ini terjadi karena Bulan menutupi seluruh cahaya langsung dari Matahari untuk sementara waktu. Bintang dan beberapa planet yang biasanya sulit terlihat pada siang hari juga dapat muncul di langit.

Di sekitar Matahari, korona atau lapisan terluar atmosfer Matahari akan terlihat seperti lingkaran cahaya samar. Suhu di sekitar lokasi pengamatan juga dapat menurun karena sinar Matahari yang biasanya menghangatkan permukaan Bumi terhalang sementara. Perubahan mendadak ini membuat suasana di jalur totalitas terasa berbeda dari siang hari biasa.

5. Cara aman mengamati gerhana matahari

ilustrasi mengamati gerhana matahari (pixabay.com/DaveDavidsoncom)

Mengamati gerhana matahari total membutuhkan perlindungan mata yang tepat, terutama saat Matahari belum sepenuhnya tertutup Bulan. Mengutip dari NASA dan American Astronomical Society (AAS), melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus dapat menyebabkan kerusakan serius pada mata. Gunakanlah kacamata khusus untuk melihat Matahari yang memenuhi standar keselamatan ISO 12312-2 saat mengamati gerhana.

Kacamata hitam biasa tidak dapat menggantikan pelindung khusus tersebut karena tidak dirancang untuk menyaring cahaya Matahari dengan aman. Jangan menggunakan kacamata gerhana yang rusak, tergores, atau memiliki filter yang tidak jelas keamanannya. Dengan perlindungan yang tepat, kamu bisa menikmati fenomena langka ini tanpa mengorbankan kesehatan mata.

Meski gerhana matahari total 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati secara langsung dari Indonesia, fenomena ini tetap bisa diikuti dari jauh. Kamu bisa menyaksikannya melalui live streaming dari berbagai observatorium atau lembaga astronomi yang menyiarkan proses gerhana secara langsung. Kalau diberi kesempatan menyaksikan gerhana matahari total secara langsung, kamu paling ingin melihatnya dari negara mana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article