4 Fakta Ilmiah Mengenai Air Liur Anjing, Ada Banyak Bakteri?

- Air liur anjing mengandung enzim antibakteri seperti lysozyme dan peroxidase yang membantu menjaga kesehatan mulut, namun tidak cukup kuat untuk menyembuhkan luka.
- Selain melumasi makanan, air liur anjing mengandung enzim lipase yang berperan dalam pemecahan lemak dan membantu proses pencernaan awal.
- Meskipun memiliki sifat antibakteri, air liur anjing tetap mengandung bakteri seperti Pasteurella dan Capnocytophaga serta berfungsi membantu pengaturan suhu tubuh melalui penguapan panas.
Air liur anjing kerap kali dianggap sebagai sesuatu yang menjijikkan, namun sebetulnya memiliki berbagai fungsi penting untuk menunjang kesehatan yang dimiliki oleh hewan tersebut. Selain berperan dalam proses pencernaan, ternyata air liur yang dimiliki anjing mengandung berbagai enzim dan zat yang justru membawa manfaat tersendiri untuknya.
Ada beberapa orang yang percaya bahwa air liur anjing ternyata memiliki sifat penyembuhan, sementara yang lain justru merasa khawatir mengenai potensi bakteri yang bisa saja dibawanya. Berikut ini merupakan beberapa fakta ilmiah yang menarik disimak mengenai air liur anjing yang mungkin tidak banyak diketahui oleh orang-orang.
1. Mengandung enzim antibakteri

Air liur anjing mengandung enzim, seperti lysozyme dan peroxidase yang memiliki sifat antibakteri alami di dalamnya. Enzim tersebut ternyata cukup efektif untuk membantu menghambat pertumbuhan dari beberapa jenis bakteri, serta memiliki peran untuk menjaga kesehatan mulut yang dimiliki anjing.
Walau memiliki sifat antibakteri, namun air liur yang dimiliki anjing tidak cukup kuat untuk bisa membantu menyembuhkan luka seperti yang kerap dipercaya oleh banyak orang. Justru menjilati luka secara berlebihan dapat berpotensi menimbulkan terjadinya infeksi, sebab beberapa bakteri lain yang terdapat pada mulut anjing.
2. Membantu pencernaan dengan enzim khusus

Selain memiliki peran untuk menjaga kesehatan mulut, ternyata keberadaan air liur anjing juga memiliki peran tersendiri dalam proses pencernaan awal. Walau tidak mengandung adanya amilase atau enzim pemecah karbohidrat, seperti air liur manusia. Namun, air liur anjing tetap bisa membantu untuk melumasi makanan agar lebih mudah pada saat ditelan.
Air liur yang terdapat pada anjing ternyata mengandung lipase, yaitu enzim yang dapat membantu dalam pemecahan lemak pada saat makanan masuk ke dalam sistem pencernaan. Setidaknya cara tersebut dapat membantu anjing untuk bisa mencerna makanan dengan lebih baik karena bantuan dari air liurnya.
3. Mengandung berbagai jenis bakteri

Walau air liur anjing dianggap memiliki enzim anti bakteri, namun kondisi mulutnya tetap mengandung berbagai jenis bakteri yang tidak bisa disepelekan. Ada beberapa bakteri di dalam mulut anjing, seperti Pasteurella, Porphyromonas, dan Capnocytophaga yang tetap berpotensi menimbulkan infeksi apabila masuk ke dalam luka manusia.
Tidak heran apabila meski anjing kerap menjilati pemiliknya sebagai tanda kasih sayang, namun tetap harus berhati-hati ya apabila kamu memiliki luka yang terbuka. Mencuci tangan setelah terkena air liur anjing tentu bisa membantu mencegah risiko penyebaran infeksi yang mungkin dapat memperparah kondisi luka terbuka yang kamu miliki.
4. Membantu anjing untuk mengatur suhu tubuhnya

Tidak seperti manusia yang dapat mengeluarkan keringat melalui pori-pori kulit, justru anjing hanya bisa berkeringat melalui bantalan kaki dan mengandalkan air liur untuk bisa mendinginkan kondisi tubuh mereka. Pada saat anjing terengah-engah, maka mereka akan secara otomatis mengeluarkan air liur lebih banyak, sehingga dapat membantu proses penguapan panas dari bagian lidah dan rongga mulut.
Proses penguapan panas melalui lidah ternyata merupakan hal yang penting, terutama ketika berada di kondisi cuaca panas atau setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup intens. Oleh karena itu, anjing yang terus-menerus mengeluarkan air liur berlebihan bisa jadi menunjukkan bahwa mereka mengalami stres panas, sehingga perlu mendinginkan tubuhnya dari risiko dehidrasi.
Air liur anjing ternyata memiliki berbagai fungsi yang penting. Walau memang mengandung adanya enzim anti bakteri, namun air liur tetap memiliki bakteri yang berpotensi menimbulkan infeksi jika mengenai luka terbuka. Tetap berhati-hati pada saat terkena air liur anjing secara langsung.



















