4 Fakta Kumbang Bertanduk Panjang Asia, Spesies Invasif Banyak Pohon

- Kumbang bertanduk panjang Asia berasal dari Asia Timur dan kini menyebar ke berbagai negara, dikenal sebagai hama invasif yang menyerang banyak jenis pohon.
- Siklus hidupnya dimulai dari telur di dalam pohon, larva memakan kayu hidup untuk nutrisi, lalu berubah menjadi kumbang dewasa yang keluar melalui terowongan di batang.
- Pencegahan dilakukan dengan karantina dan penebangan pohon terinfeksi oleh otoritas pertanian; meski tidak berbahaya bagi manusia, kumbang ini merusak ekosistem pohon.
Kumbang bertanduk panjang asia adalah spesies kumbang yang aslinya berasal dari China dan Korea Selatan. Kumbang bertanduk panjang asia tersebar ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Austria, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, dan sekitarnya.
Namun ada juga penelitian lain yang mengatakan bahwa kumbang ini aslinya berasal dari Jepang dan diketahui sejak 1880an. Kumbang bertanduk panjang asia dikenal sebagai hama invasif bagi sejumlah spesies pohon di negara yang ia tinggali.
Kumbang bertanduk panjang asia biasanya ditemukan di tepi hutan campuran dalam kepadatan rendah. Kumbang ini aktif di siang hari dengan jam puncak aktivitas antara pukul 8 pagi dan 12 siang.
Serangga ini mampu terbang menjulang setinggi 1.200 m. Jantan tampil perkasa untuk mempertahankan wilayah jelajahnya berkelahi dengan jantan lain. Hasil perkelahian sering kali menunjukkan kehilangan kaki atau antena. Seberapa parahnya ekspansi dari kumbang bertanduk panjang asia dan apakah berbahaya bagi manusia? Kamu simak saja ya penjelasannya lebih lengkap.
1. Ciri fisiknya

Kumbang bertanduk panjang asia dinamakan demikan karena memiliki antena yang panjang sekitar 1,5 kali lebih panjang daripada tubuhnya. Antenanya berwarna hitam dengan garis-garis putih.
Kumbang bertanduk panjang asia hampir seluruh tubuhnya berwarna hitam dengan bintik-bintik putih di sayapnya. Ukuran mereka cukup besar dengan panjang mencapai 1,5 inci dan memiliki enam kaki.
Ada dimorfisme seksual antara jantan dan betina. Jantan seringkali bertubuh sedikit lebih ramping daripada betina. Lanjutnya, antenanya sedikit lebih pendek dibandingkan dengan jantan.
2. Siklus kehidupan kumbang Bertanduk panjang asia

Antena panjang jantan memiliki jangkauan sensorik yang dipenuhi dengan kemoreseptor untuk melacak keberadaan betina. Setelah mereka bertemu dan kawin, pasangan kumbang tinggal di pohon dan menghasilkan telur. Biasanya telur menetas setelah 11 hari.
Saat masuk tahap larva, larva menyerap selulosa dari kayu pohon untuk mendapatkan nutrisi dari makanan yang rendah nitrogen. Ketika memasuki tahap pulpa, pulpa akan tetap di dalam pohon hingga tiga minggu sebelum dewasa. Begitu masuk fase dewasa, kumbang membuat terowongan keluar dari pohon.
3. Jenis pohon yang diserang oleh kumbang bertanduk panjang asia

Kumbang bertanduk panjang asia dikenal suka menginvasi banyak pohon. Forestresearch menyebut, daftar pohon yang dimaksud meliputi pohon: alder, ek pinus Amerika, abu, apel, beech, birch, ceri, plum, elm, akasia palsu, goldenrain, hazel, hornbeam, kastanye kuda dan pagoda jepang.
Lanjutnya, pohon: maple dan sycamore, sutra mimosa, pir, ek merah amerika utara, platanus, poplar, white beam, rowan, pillow dan sallow. Di Inggris, pohon sycamore paling disukai oleh larva kumbang bertanduk panjang asia. Larva membutuhkan jaringan kayu hidup bukan kayu mati seperti yang biasa digunakan di rumah.
4. Pencegahan serangan kumbang bertanduk panjang asia

Pohon yang mati menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan di sekitarnya. Lantaran berpotensi dapat membuat dahan jatuh dan melukai pejalan kaki dan merusak kendaraan.
Masyarakat pada umumnya tidak kompeten untuk mencegah serangga kumbang jantan. Di Amerika Serikat, masyarakat menyerahkan urusan itu kepada Departemen Pertanian Amerika Serikat. Departemen ini biasanya memiliki program pemberantasan dengan mengkarantina area yang terdampak dan diberi kewenangan melakukan penebangan pohon yang terinfeksi tanpa biaya.
Kumbang bertanduk panjang asia tidak berbahaya untuk manusia saat keduanya berdekatan karena mereka tidak akan menggigit dan menyengat. Namun, jika kamu memiliki pohon, sebaiknya perhatikan dengan seksama pohon itu. Siapa tahu larva kumbang bertanduk panjang asia ada di dalam sana. Semoga informasi ini bermanfaat.


















