- Jaguar, menghabiskan sebagian besar hidupnya di cabang-cabang lapisan dasar hutan hujan, ia menunggu dan mengamati mangsa yang lewat. Nah, untuk memanjat dengan mudah, jaguar punya otot dada, bahu, dan punggung yang lebih tangguh, bahkan menyaingi kucing besar lainnya. Selain itu, warna kuning pucat hingga cokelat kemerahan dengan corak bintik hitamnya ternyata berfungsi sebagai kamuflase jaguar sebagai predator besar.
- Kemudian ada katak pohon, yang menggunakan jari-jari kakinya yang mirip penghisap debu untuk bergerak menjelajahi lingkungan lapisan dasar hutan hujan yang gelap, lembap, dan basah. Katak yang menghuni hutan hujan ini bermigrasi untuk bertelur agar kecebong bisa jatuh ke air di lapisan dasar hutan hujan.
- Lalu ada serangga, termasuk nyamuk, yang membentuk sebagian besar populasi di lapisan bawah hutan hujan.
- Ada pula amfibi lain yang berkembang biak di lingkungan yang panas dan lembap seperti lapisan dasar hutan hujan ini.
4 Fakta Lapisan Dasar Hutan Hujan, Kaya akan Keanekaragaman Hayati

- Habitat di lapisan dasar hutan hujan menerima curah hujan tinggi, dengan pepohonan kanopi yang menjulang tinggi dan membuat lapisan bawahnya redup.
- Tumbuhan di lapisan dasar hutan hujan berevolusi untuk hidup dengan sedikit sinar matahari, memiliki adaptasi khusus dalam penyerbukan dan banyak yang merupakan epifit.
- Banyak hewan di lapisan dasar hutan hujan memiliki adaptasi khusus, seperti jaguar, katak pohon, serangga, dan amfibi lainnya. Selain itu, terdapat lumut kerak yang unik.
Permasalahan hutan hujan adalah permasalahan utama bagi seluruh umat manusia. Jika hutan hujan terganggu, tak hanya keanekaragaman hayatinya yang hilang, tapi dampak kerusakannya dapat dirasakan oleh manusia itu sendiri. Bencana ekologis pun terjadi. Itulah sebabnya, hutan hujan patut kita rawat dan lestarikan keberadaannya.
Nah, kamu sudah tahu belum kalau hutan hujan mempunyai empat lapisan utama? Rupanya, di bagian paling atas hutan hujan terdapat lapisan muncul, yang dihuni pohon-pohon tertinggi. Kemudian ada kanopi yang mendukung kepadatan kehidupan terbesar di hutan hujan itu sendiri, mulai dari pohon hingga burung-burung berwarna cerah. Di bagian bawah ada lantai hutan hujan, yang menerima sedikit sinar matahari.
Lalu di antara ketiganya terdapat lapisan paling dasar, yang memiliki ekosistem paling beragam dari lapisan lainnya. Nah, kali ini kita akan membahas fakta-fakta tentang lapisan dasar hutan hujan.
1. Habitat yang terdapat di lapisan dasar hutan hujan

Hutan hujan menerima setidaknya 100 inci (250 cm) curah hujan setiap tahun. Baik tropis maupun beriklim sedang, pepohonan kanopi (lapisan teratas pepohonan di hutan) dapat menjulang 12 hingga 30 meter. Bahkan beberapa pohon raksasa tingginya bisa mencapai 60 meter, seperti yang dikutip World Rainforests. Cabang-cabangnya ini hanya tumbuh di dekat puncak pohon agar dapat menerima cukup sinar matahari.
Nah, karena lapisan kanopi yang tebal, lapisan bawahnya relatif redup dan gelap. Udaranya pun tenang, dan hanya sedikit hembusan angin yang menerpa. Jadi, jika kamu berdiri di antara pepohonan di bawah kanopi saat badai hujan, kamu butuh beberapa waktu sebelum merasakan tetesan hujan. Hal ini terjadi karena lapisan kanopi menghalangi sebagian besar dari 100 inci curah hujan tersebut, meskipun hutan hujan sering mengalami hujan lebat.
2. Tanaman yang tumbuh di lapisan dasar hutan hujan

Tumbuhan di bawah kanopi hutan telah berevolusi untuk hidup dengan lebih sedikit sinar matahari dan nutrisi dibandingkan tumbuhan di kanopi. Lapisan dasar hutan hujan sendiri memiliki tanaman dengan daun yang lebih besar dan lebar untuk menangkap sinar matahari atau air yang menetes. Bunganya lebih kecil dan lebih pucat, dan tidak selalu tumbuh di ujung cabang tanaman.
Nah, untuk membantu penyerbukan, tanaman ini menumbuhkan bunganya di batang atau pangkalnya untuk menarik perhatian serangga. Banyak bunga di hutan hujan, seperti bunga jahe dan bunga markisa, punya warna yang sangat cerah untuk menarik serangga. Yap, adaptasinya bahkan memengaruhi aromanya juga.
Contohnya, bunga yang diserbuki oleh ngengat, misalnya, memiliki aroma yang kuat dan manis. Sedangkan bunga yang diserbuki oleh kelelawar memiliki bau seperti daging dan bau keringat, sebagaimana yang dilansir Smithsonian Tropical Research Institute. Jadi banyak tanaman di hutan hujan, seperti anggrek dan bromelia, adalah epifit, yang mengambil air dan nutrisi dari udara.
3. Hewan-hewan yang menghuni lapisan dasar hutan hujan

Seperti tumbuhan, banyak hewan di lapisan dasar hutan hujan memiliki adaptasi khusus agar bisa bertahan hidup di sana. Berikut ini adalah beberapa contoh hewannya.
4. Terdapat lumut kerak yang khas di lapisan dasar hutan hujan

Tumbuhan dan batang pohon di lapisan bawah hutan hujan memiliki ciri khas dengan bercak biru pucat atau hijau lautnya. Lumut kerak yang ada di hutan hujan adalah organisme yang membentuk hubungan simbiosis antara jamur dan alga. Lumut ini terasa seperti sisik ikan, atau berlendir dan kasar, jika kamu merabanya.
Lumut kerak memiliki hubungan simbiosis dengan inangnya, bekerja sebagai pengikat nitrogen sambil menerima bahan fotosintesis yang diperlukan untuk bertahan hidup. Lumut juga menyerap kelembapan dan nutrisi dari udara. Bisa dibilang, lumut itu mirip seperti insinyurnya hutan hujan, kenapa demikian? Sebab, bisa melakukan pembentukan tanah dengan memecah batu dan kayu yang sudah membusuk. Lumutlah yang akan membantu tanaman lain untuk bertumbuh.
Di sisi lain, lumut juga berperan sebagai spons. Ia menyerap dan menjaga kelembapan. Lumut yang baru tumbuh kaya akan nutrisi dan substrat yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman lain. Lumut pun menjadi tempat berlindung dan penyedia pasokan makanan bagi serangga, amfibi, dan spesies hutan hujan lainnya.
Wah, kita jadi tahu, ya, seberapa penting hutan hujan itu. Setiap jengkal keberadaan makhluk hidup di hutan hujan, rupanya menyimpan keajaiban dan kuasa Tuhan yang tidak bisa digantikan dengan apa pun. Campur tangan manusia yang merusak Bumi dan seisinya memang sangat disayangkan. Terus lestarikan dan lindungi hutan hujan, ya!



















