Gambut adalah lahan basah yang menyimpan ribuan cadangan karbon di dalamnya. Lahan ini terbentuk dari penumpukan bahan-bahan organik dari alam seperti kayu dan dedaunan yang lapuk tidak sempurna, dengan didominasi air sekitar 80 persennya. Oleh sebab itu, lahan gambut disebut sebagai lahan basah kaya karbon.
Karena tersusun dari sebagian besar air, lahan gambut bersifat menyerap air dan tidak mudah terbakar. Akan tetapi, beberapa aktivitas manusia seperti pembukaan lahan atau alih fungsi lahan gambut menjadi lahan pertanian atau perkebunan sawit, serta dampak pemanasan global, membuat pengairan atau sistem hidrologi gambut berkurang, yang menyebabkan penurunan permukaan air tanah dan mudah terbakar ketika tersulut api.
Menariknya, kebakaran gambut memiliki karakteristik yang unik, berbeda dengan kebakaran vegetasi pada umumnya. Bahkan, dampak yang dihasilkan juga lebih besar dari kebakaran hutan biasa. Apa saja fakta menarik kebakaran gambut? Berikut ringkasannya.
