Purnama selalu punya daya tarik yang sulit dijelaskan. Ia muncul diam-diam di langit malam, tapi dampaknya terasa hingga ke laut, hewan, bahkan cara manusia memaknainya. Di bulan Mei 2026, fenomena ini hadir sebagai flower moon. Sebuah nama yang terdengar lembut, tapi menyimpan cerita panjang tentang sains, budaya, dan dinamika alam. Banyak orang mengira purnama hanyalah fase biasa dari siklus bulan, padahal setiap purnama punya karakter unik tergantung posisi orbit, kondisi atmosfer, hingga konteks musim di Bumi.
Menariknya, flower moon bukan cuma soal keindahan visual. Di balik cahaya terang yang menyinari malam, ada fenomena fisika seperti pasang laut ekstrem, ilusi optik yang menipu mata, hingga perubahan perilaku makhluk hidup. Bahkan, tradisi penamaan bulan penuh ini sudah berlangsung ratusan tahun. Hal ini menjadi ‘penanda waktu alami’ bagi manusia sebelum kalender modern berkembang. Jadi, kalau kamu pikir purnama Mei 2026 cuma romantis doang. Eits, tunggu dulu! Ini dia 7 fakta ilmiah sekaligus unik yang bikin flower moon jauh lebih kompleks dari yang kamu bayangkan.
