Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Mentok Rimba, Bebek Langka yang Menghilang dari Sumatra
Mentok rimba sedang berenang. (commons.wikimedia.org/DickDaniels)
  • Mentok rimba termasuk salah satu bebek terbesar di dunia dengan panjang hingga 81 sentimeter.

  • Mentok rimba kini sangat langka karena kehilangan habitat hutan dan lahan basah.

  • Populasi mentok rimba di Sumatra diperkirakan hanya tersisa 30–60 individu dewasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tahukah kamu kalau di Jawa pernah hidup bebek langka berukuran besar? Mereka tinggal di wilayah hutan yang sulit dijangkau manusia. Karena habitat hutan di Jawa banyak yang hilang, kini bebek itu cuma ada di Sumatra. Mereka adalah mentok rimba.

Mentok rimba atau white-winged duck (Asarcornis scutulata) merupakan jenis bebek unik yang hidup di pedalaman hutan. Sekilas, mereka mirip mentok ternak. Namun, bila diperhatikan, warna mereka gak biasa. Ukuran mereka pun besar. Karena punya habitat sangat khusus, keberadaan mereka sangat langka. Seperti apa kehidupan mentok rimba? Simak tujuh fakta mentok rimba atau white-winged duck berikut ini!

1. Mentok rimba termasuk jenis bebek terbesar

Mentok rimba berdiri di pinggir kolam. (inaturalist.org/cuatrok77)

Mentok rimba ini tergolong bebek berukuran besar. Dicatat laman Animalia, panjang mentok rimba sekitar 66–81 sentimeter dengan berat 2–4 kilogram. Bentang sayap mereka 1,2–1,5 meter.

Mentok rimba ini salah satu jenis bebek terbesar di dunia. Ukuran mereka cuma tersaingi oleh bebek pengarung atau steamer duck (genus Tachyeres) yang hidup di Amerika Selatan. Sementara itu, itik serati atau muscovy duck (Cairina moschata) yang sering digadang-gadang sebagai bebek terbesar sebenarnya lebih kecil di alam liar.

2. Mentok rimba di Indonesia punya corak yang khas

tampak dekat detail wajah mentok rimba (commons.wikimedia.org/DickDaniels)

Mentok rimba punya corak yang unik. Tubuh mereka hitam dengan kepala putih. Bagian kepala itu sering dipenuhi bintik-bintik hitam rapat yang bergantung pada usia dan jenis kelamin si bebek. Pada sayap mereka, ada bercak putih luas yang terlihat mencolok saat terbang.

Menariknya, mentok rimba yang hidup di Indonesia tampil beda. Ukuran mereka lebih kecil, tapi warna putih di kepala mereka lebih luas. Kepala mereka juga lebih bulat dengan leher lebih panjang dan paruh lebih melengkung.

3. Mentok rimba berkerabat dengan bebek penyelam dari Amerika

Mentok rimba di atas pohon membentangkan sayapnya. (commons.wikimedia.org/Pallav Pranjal)

Mentok rimba ini monotipik. Itu artinya, mereka satu-satunya anggota dalam genus. Dulu, mereka dikelompokkan bersama itik serati yang merupakan nenek moyang mentok ternak dalam genus Cairina. Namun, setelah ditelaah, kemiripan mentok rimba dengan itik serati disebut menyesatkan. Menurut laman Animalia, mentok rimba ternyata lebih dekat secara evolusi dengan kambangan amerika atau redhead (Aythya americana), jenis bebek penyelam dari Amerika Utara.

4. Dulu tersebar luas, kini mentok rimba menghilang

Sepasang mentok rimba di Taman Nasional Nameri, Assam, India. (commons.wikimedia.org/MitaliBaruah)

Mentok rimba aslinya punya wilayah sebaran alami yang sangat luas. Dulu, mereka tersebar luas di Asia Selatan sampai Asia Tenggara. Kini, sebaran mentok rimba terpecah-pecah. Mentok rimba sekarang cuma ada di India, Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Sumatra.

Populasi mentok rimba menurun drastis karena pengeringan lahan basah, penebangan hutan, hingga perburuan. Menurut informasi dari laman BirdLife DataZone, pembukaan hutan besar-besaran untuk perkebunan kelapa sawit jadi faktor utama penurunan populasi di Sumatra. Kemungkinan, perusakan habitat hutan juga jadi penyebab kepunahan lokal mentok rimba di Jawa.

5. Habitat mentok rimba sangat spesifik

Mentok rimba berenang di Taman Nasional Nameri, Assam, India. (commons.wikimedia.org/Rohit Sharma)

Beda dari kebanyakan bebek liar, mentok rimba merupakan penghuni kolam-kolam kecil nan dangkal di tengah hutan dataran rendah tropis yang lebat. Mentok rimba di Sumatra memanfaatkan rawa musiman yang lebih terbuka saat musim hujan, kemudian saat kemarau mereka lebih sering di kolam-kolam hutan kecil. Akhir musim kemarau, mentok rimba jadi sulit terlihat. Ini kemungkinan karena mereka pindah ke rawa permanen yang sulit dijangkau manusia.

Di habitat ini, mentok rimba mencari makan berupa tumbuhan air, biji-bijian, bulir, padi, serangga, sampai ikan. Biasanya, mentok rimba terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil. Kalau ada cahaya bulan, bebek ini kadang juga mencari makan pada malam hari.

6. Jumlah mentok rimba di Sumatra kemungkinan tinggal puluhan ekor

Mentok rimba berenang menyusuri kanal di Taman Nasional Way Kambas. (commons.wikimedia.org/Win.ther story or Arif Rudiyanto)

Sumatra jadi salah satu benteng terakhir bagi mentok rimba. Menurut laman Birds of the World, mentok rimba ada di Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Gunung Leuser, dan Suaka Margasatwa Kerumutan. Penilaian terbaru yang dilakukan IUCN pada 2024 mengestimasikan populasi mentok rimba di Sumatra ada pada angka 30–60 individu dewasa.

Mentok rimba sebenarnya sudah dapat perlindungan hukum menurut Permen LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 sebagai hewan yang dilindungi di Indonesia. Namun, kawasan lindung yang kurang efektif tidak akan cukup untuk mencegah kepunahan lokal mentok rimba yang sangat rentan terhadap rusaknya hutan dan lahan basah. Sepasang mentok rimba diperkirakan perlu setidaknya sekitar 100 hektare habitat yang kelestariannya terjaga dengan baik.

7. Mentok rimba perlu pohon dan hutan untuk hidup damai

Sepasang mentok rimba berenang di Taman Nasional Nameri, Assam, India. (commons.wikimedia.org/Nejib Ahmed)

Di dunia internasional, mentok rimba disebut white-winged duck atau white-winged wood duck. Nama wood duck ini digunakan untuk menekankan kalau kawasan berhutan sangat penting bagi spesies ini. Gak cuma untuk bertengger dan bernaung, mentok rimba perlu pohon untuk bersarang dan berbiak. Bebek ini hanya bisa bersarang di lubang atau rongga dan percabangan pohon berusia tua.

Sayangnya, habitat mentok rimba sering jadi yang pertama rusak bila hutan-hutan ditebang dan dikonversi menjadi perkebunan. Semoga saja hutan-hutan di Indonesia bisa lebih terjaga, ya? Setelah mengenal lebih jauh, bagaimana pendapatmu tentang mentok rimba atau white-winged duck?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article