5 Fakta Hepatic Tanager, Burung Pegunungan yang Menghuni Hutan Pinus

- Hepatic tanager adalah burung berukuran 17–20 sentimeter; jantannya berbulu merah bata dengan pipi abu-abu, sedangkan betina dan burung muda didominasi kuning mustard.
- Spesies ini menghuni hutan pinus terbuka, campuran pinus-ek, pegunungan hingga savana di Amerika; mencari serangga di tajuk pohon dan juga memakan buah liar.
- Betina membuat sarang mangkuk di dahan, sementara jantan membantu dan menjaga wilayah; populasinya bermigrasi pendek hingga Meksiko, tersebar sampai Argentina, berstatus Least Concern.
Pegunungan di Benua Amerika menjadi tempat hidup bagi berbagai jenis burung dengan karakter yang beragam. Salah satunya hepatic tanager (Piranga flava), burung berukuran sedang yang banyak ditemukan di kawasan berhutan. Warna bulu jantan yang merah bata menjadi salah satu ciri yang membuat spesies ini mudah dibedakan dari beberapa kerabatnya.
Habitatnya cukup beragam, terutama hutan pinus terbuka dan kawasan yang ditumbuhi campuran pinus serta ek. Kebiasaan mencari makanan, cara membuat sarang, dan pola perpindahannya juga menarik untuk dibahas. Yuk, kenali lebih jauh lima fakta tentang hepatic tanager berikut ini!
1. Bulu jantannya berwarna merah bata

Hepatic Tanager jantan (commons.wikimedia.org/Elaine R. Wilson) Warna merah pada tubuh jantan menjadi alasan di balik pemberian nama hepatic tanager. Dilansir laman Audubon, kata hepatic mengacu pada warna merah bata atau merah hati yang tampak lebih gelap dan tidak terlalu terang dibandingkan warna merah pada summer tanager. Bagian pipinya berwarna abu-abu, sedangkan paruhnya cenderung hitam.
Betina dan burung muda memiliki warna yang berbeda. Tubuh mereka lebih banyak didominasi warna kuning mustard. Panjang hepatic tanager berkisar 17 hingga 20 sentimeter dengan rentang sayap sekitar 27 hingga 30 sentimeter. Beratnya berada di kisaran 30 hingga 45 gram, kurang lebih seukuran burung gereja atau robin berukuran besar.
2. Banyak ditemukan di hutan pinus pegunungan

Hepatic Tanager jantan (commons.wikimedia.org/HarmonyonPlanetEarth) Hutan pinus terbuka menjadi salah satu tempat yang sering dipilih spesies ini untuk mencari makan dan berkembang biak. Dilansir laman All About Birds, hepatic tanager menghuni kawasan pegunungan yang ditumbuhi pinus serta hutan campuran pinus dan ek. Di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, burung ini juga dapat ditemukan di wilayah pegunungan hingga savana yang ditumbuhi pinus.
Wilayah jelajahnya di Amerika Serikat mencakup Arizona dan New Mexico. Sejak dekade 1960-an, jangkauannya di kawasan tersebut tercatat bergerak ke arah utara. Burung ini biasanya berada di bagian tajuk pohon dan sering terdengar sebelum terlihat. Siulannya terdengar dari antara pepohonan, terutama pada pagi hingga siang hari.
3. Mencari serangga dari dahan ke dahan

Hepatic Tanager jantan (commons.wikimedia.org/lwolfartist) Hepatic tanager punya cara mencari makan yang cukup tenang. Merujuk kembali pada laman Audubon, burung ini bergerak perlahan di sepanjang dahan sambil memeriksa dedaunan untuk menemukan mangsa. Aktivitas tersebut paling sering berlangsung di bagian tengah hingga atas tajuk pohon, meskipun sesekali burung turun ke semak yang lebih rendah.
Ulat, kumbang, dan lebah termasuk makanan yang diburunya. Beberapa serangga bahkan ditangkap ketika sedang terbang melalui teknik flycatching. Ketika akhir musim panas tiba, buah-buahan liar seperti anggur hutan ikut masuk dalam menu. Jantan dan betina juga kerap mencari makan bersama sambil saling mengeluarkan suara panggilan.
4. Betina membuat sarang di dahan pohon

Hepatic Tanager betina (commons.wikimedia.org/Dario Sanches) Saat musim berbiak tiba, betina mulai menyiapkan tempat untuk bertelur. Masih merujuk pada laman Audubon, sarang hepatic tanager berbentuk mangkuk terbuka dengan ukuran dangkal. Bahan yang digunakan berupa batang rumput kering dan serat tumbuhan. Sarang biasanya ditempatkan pada percabangan dahan yang mendatar, sekitar 4,5 hingga 15 meter dari permukaan tanah.
Satu sarang dapat berisi tiga sampai lima telur berwarna hijau kebiruan dengan bintik cokelat di bagian ujung. Selama masa berbiak, jantan tetap aktif berkicau untuk mempertahankan wilayah. Jantan juga membantu membawa bahan sarang dan memberi makan anak-anaknya setelah telur menetas. Pasangan tersebut akan menjaga area sekitar sarang dari predator dan burung yang berpotensi menjadi parasit sarang.
5. Wilayah jelajahnya membentang hingga Amerika Selatan

Hepatic Tanager jantan (commons.wikimedia.org/Félix Uribe) Perpindahan hepatic tanager mengikuti perubahan musim di wilayah tempatnya hidup. Dilansir laman Birds and Blooms, spesies ini termasuk migran jarak pendek. Burung yang hidup di bagian utara wilayah jelajahnya akan bergerak menuju Meksiko ketika musim gugur datang. Sebagian populasi di Arizona selatan dan Taman Nasional Big Bend, Texas, dapat menetap sepanjang tahun.
Persebarannya cukup luas jika dilihat dari keseluruhan anggota genus Piranga. Di Amerika Serikat, wilayahnya memang lebih terbatas dibandingkan beberapa kerabat dalam genus yang sama. Namun, hepatic tanager dapat ditemukan mulai dari Amerika Serikat bagian barat daya, Amerika Tengah, hingga Argentina di Amerika Selatan. Secara global, spesies ini masih masuk kategori Least Concern atau berisiko rendah.
Hepatic tanager punya sejumlah kebiasaan yang berkaitan dengan habitatnya, terutama kawasan hutan yang banyak ditumbuhi pohon pinus. Burung ini menghabiskan waktu untuk mencari serangga di pepohonan, membuat sarang di dahan, dan berpindah mengikuti musim di wilayah tertentu. Warna bulu jantan yang khas turut menambah ciri menarik dari burung pegunungan ini.




















