Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Ordo Apodiformes, Memiliki Keunikan saat Bertelur
ilustrasi burung walet (pixabay.com/16081684)

Ordo Apodiformes adalah salah satu ordo dalam kelas Aves (burung). Ordo ini memiliki banyak spesies burung dengan karakteristik unik.

Ordo Apodiformes memiliki anggota-anggota burung yang memiliki ciri khas seperti sayap pendek, tubuh yang ramping, dan sangat lincah dalam terbang. Dalam artikel ini, akan dibahas lima fakta menarik tentang ordo Apodiformes.

1. Apodiformes memiliki banyak spesies burung unik

ilustrasi burung kicau (pixabay.com/Pfuderi)

Menurut Bio Explorer, terdapat sekitar 450 spesies Apodiformes yang teridentifikasi. Contoh spesiesnya, seperti burung pengicau, walet, dan kolibri. Burung pengicau atau swift memiliki sayap yang sangat panjang dan ramping, sehingga memungkinkan mereka terbang dengan cepat dan lincah.

Contoh spesies burung pengicau yang menarik adalah burung pengicau tanah yang ditemukan di Afrika. Burung walet memiliki sayap panjang dan ramping yang memungkinkan mereka terbang dengan cepat dan lincah. 

2. Apodiformes memiliki kemampuan terbang yang luar biasa

ilustrasi burung kicau (pixabay.com/theSOARnet)

Anggota ordo Apodiformes memiliki kemampuan terbang yang luar biasa dan sangat lincah. Mereka dapat terbang dengan kecepatan yang tinggi dan juga dapat terbang mundur.

Kemampuan terbang yang luar biasa ini dikarenakan sayap mereka yang panjang dan ramping, serta kemampuan mereka untuk menggerakkan sayap dengan cepat. Contoh spesies Apodiformes yang memiliki kemampuan terbang yang luar biasa adalah burung pengicau dan walet.

3. Apodiformes memiliki keunikan dalam bertelur

ilustrasi burung walet (pixabay.com/TheOtherKev)

Selain kemampuan terbang yang luar biasa, Apodiformes juga memiliki keunikan dalam proses bertelur. Melansir Encyclopedia, Apodiformes membangun sarangnya dengan jalur penerbangan yang jelas di depan mereka.

Telurnya berwarna putih dan lonjong, dan sebagian besar spesies memiliki satu atau dua telur. Telur-telur ini sangat berbeda dengan telur burung lainnya yang berukuran lebih besar dan berbentuk oval. Kebanyakan spesies burung Apodiformes memiliki telur yang berukuran kecil dan berbentuk seperti biji wijen.

Berbeda dengan telur burung lain yang dihasilkan setiap musim kawin, burung Apodiformes mampu menghasilkan telur hingga 2 kali dalam satu musim kawin.
Bentuk dan jumlah telur ini sangat membantu Apodiformes untuk berkembang biak di lingkungan yang sulit dan terbatas.

Saat betina Apodiformes bertelur, mereka akan menetaskan telurnya selama 2-3 minggu tergantung spesiesnya. Setelah menetas, anak burung akan membutuhkan perawatan dari kedua induknya selama beberapa minggu sebelum mereka dapat terbang dan mencari makan sendiri.

4. Apodiformes memiliki peran penting dalam ekosistem

ilustrasi burung kolibri (pixabay.com/Nicman)

Apodiformes memiliki peran penting dalam ekosistem karena mereka berkontribusi dalam penyerbukan bunga. Spesies burung seperti kolibri dan pengicau seringkali menjadi penyerbuk utama bagi berbagai jenis bunga dan tanaman. Kolibri misalnya, memiliki bulu dan paruh yang sangat cocok untuk menjangkau bunga-bunga dengan bulu dan warna yang mencolok. Mereka memanfaatkan nektar dari bunga-bunga tersebut sebagai sumber energi dan mengambil serbuk sari dari bunga tersebut.

Selain itu, Apodiformes juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai predator kecil, mereka berperan dalam mengendalikan populasi serangga seperti walet dan pengicau yang merupakan sumber makanan mereka. Populasi serangga yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan gangguan ekologi lainnya. Oleh karena itu, Apodiformes dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

5. Beberapa spesies Apodiformes terancam punah

ilustrasi burung kolibri (pixabay.com/Marvinbla)

Sayangnya, beberapa spesies Apodiformes terancam punah karena habitat mereka yang semakin menyusut dan perburuan liar yang terus berlanjut. Beberapa spesies yang terancam punah antara lain burung pengicau Cina, burung pengicau sawah, dan burung kolibri topi ungu. Bahkan menurut ABC Birds, International Union for Conservation of Nature mencantumkan 28 spesies, atau kira-kira 8 persen burung kolibri, sebagai terancam punah atau sangat terancam punah.

Perubahan iklim, penebangan hutan, dan pencemaran lingkungan juga turut berkontribusi terhadap penurunan populasi spesies Apodiformes. Upaya konservasi sangat diperlukan untuk mempertahankan keberadaan spesies Apodiformes yang terancam punah. Beberapa upaya konservasi yang dilakukan antara lain penanaman kembali hutan, menghentikan perburuan liar, dan memperketat perlindungan terhadap spesies Apodiformes yang terancam punah. Selain itu, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam upaya konservasi dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dalam rangka melestarikan keanekaragaman hayati, peran manusia semua sangat penting. Kamu dapat membantu menjaga keberlangsungan hidup spesies Apodiformes dengan cara menghormati dan menjaga habitat mereka, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan spesies ini. Dengan upaya konservasi yang berkelanjutan, kamu dapat memastikan keberadaan Apodiformes dan spesies lainnya untuk generasi yang akan datang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team