Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Unik Dab, Reptil Sangar dari Asia Barat yang Aslinya Jinak
tampilan sekujur tubuh dab (commons.wikimedia.org/איתן פרמן)
  • Dab (Uromastyx aegyptia) adalah kadal gurun herbivor yang hidup berkoloni dan terkenal jinak meski penampilan mereka sangar.

  • Reptil ini punya adaptasi unik seperti perubahan warna tubuh, ekor berduri untuk bertahan, dan cara khusus mendapatkan air.

  • Dab berperan penting dalam ekosistem gurun, tapi populasi mereka menurun karena hilangnya habitat dan eksploitasi manusia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Reptil satu ini hidup di wilayah gurun kering Asia Barat. Kulit bersisik mereka bisa berubah warna. Ekor mereka pun besar berlapiskan duri keras. Nama reptil ini adalah dab.

Dab atau Egyptian spiny-tailed lizard merupakan jenis kadal penggali tanah. Reptil ini terlihat seperti predator yang menyeramkan. Namun, tahukah kamu kalau reptil ini ternyata pemakan tumbuhan yang membawa banyak manfaat bagi banyak spesies dalam ekosistem mereka? Yuk, kenalan dengan dab!

1. Kadal penggali yang hidup di lubang tanah

tampilan sekujur tubuh dab (commons.wikimedia.org/Pedro Reina)

Dab (Uromastyx aegyptia) merupakan jenis kadal penggali dari keluarga Agamidae. Kadal yang disebut Egyptian spiny-tailed lizard ini hidup di Afrika dan Asia Barat, mulai dari Mesir, Iran, Qatar, sampai Uni Emirat Arab. Dab hidup bersama sesama mereka dalam koloni di dalam tanah. Oleh penduduk lokal, dab disebut dhub. Meski terlihat sangar, kadal ini gak agresif dan terbilang jinak.

2. Salah satu yang terbesar dalam genus mereka

dab di habitat asli (commons.wikimedia.org/Kristof Zyskowski & Yulia Bereshpolova)

Dab merupakan salah satu spesies terbesar dalam genus mereka. Mengutip laman The Animal Facts, panjang kadal ini sekitar 25—60 sentimeter. Berat mereka rata-rata 2,5 kilogram. Layaknya saudara satu genus mereka, dab bertubuh kekar dengan kepala tumpul dan ekor berduri. Sekujur tubuh mereka dilapisi sisik berwarna kuning.

3. Reptil yang bisa berubah warna

tampak dekat dab di habitat asli (commons.wikimedia.org/Alahamali70)

Tahukah kamu kalau dab bisa berubah warna? Ya, seperti yang diterangkan Environment Agency Abu Dhabi, dab bisa berubah warna mengikuti perubahan suhu tubuh. Saat cuaca dingin, warna dab akan menggelap untuk bantu menyerap panas. Saat cuaca panas, warna tubuh mereka berubah putih atau kuning untuk membantu memantulkan panas. Ini merupakan bentuk adaptasi hidup mereka di gurun yang sangat panas pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari.

4. Ekor berduri keras untuk menakuti predator

tampak dekat ekor dab (commons.wikimedia.org/Aurora M. Castilla)

Ciri khas dab ada pada ekor mereka yang berlapiskan duri-duri keras. Ekor ini digunakan sebagai senjata untuk menghalau predator. Kalau merasa terancam, dab akan mendesis sambil mengibas-ngibaskan ekor mereka dengan cepat. Bahkan, saat tidur, dab berbaring di dalam tanah dengan ekor menjulur keluar untuk memperingatkan predator yang mendekat.

5. Reptil pemakan tumbuhan

tampak dekat dab (commons.wikimedia.org/Zoovolunteer1961)

Meski terlihat seram, dab sebenarnya sejenis herbivor. Makanan mereka berupa tumbuhan berdaun hijau. Di habitat gurun yang jarang terdapat air, dab mendapatkan asupan air dari makanan mereka. Saat musim kemarau yang sangat kering melanda, dab baru beralih makan serangga.

6. Punya adaptasi khusus untuk bertahan hidup di gurun

tampak dekat dab (commons.wikimedia.org/jacob)

Sebagai penghuni gurun, dab punya beberapa adaptasi keren untuk bertahan hidup. Selain warna tubuh yang bisa berubah, dab juga punya kulit yang menarik. Dilansir Utica Zoo, dab punya kulit longgar berkerut yang bisa meningkatkan luas permukaan tubuh untuk menyerap lebih banyak sinar Matahari pada siang hari dan membantu mereka tetap hangat pada malam hari.

Gak cuma itu, dab juga punya lekukan kecil di bagian atas kepala yang berfungsi seperti mangkuk untuk menadahi air embun. Saat bangun pagi, dab tinggal memiringkan kepala mereka agar air menetes ke arah mulut. Cara ini membantu dab mendapatkan asupan air selama periode kekeringan di wilayah gurun.

7. Membawa manfaat bagi banyak spesies dalam ekosistem

dab di atas cekungan tanah (commons.wikimedia.org/Kristof Zyskowski & Yulia Bereshpolova)

Dab punya peranan penting dalam ekosistem. Kadal ini jadi makanan penting bagi banyak predator. Adapun, biawak, burung pemangsa, hingga ular memakan dab untuk bertahan hidup.

Gak cuma itu, kebiasaan menggali tanah dab juga membawa manfaat bagi tumbuhan di gurun. Seperti dilansir Animal Diversity, tanah di gurun umumnya memiliki kandungan garam yang tinggi. Saat menggali lubang, dab membawa tanah dengan kandungan garam lebih rendah ke area permukaan. Dengan begini, tumbuhan di sekitar mereka yang punya toleransi garam rendah bisa tumbuh subur.

Sungguh hewan yang menarik, bukan? Sayangnya, angka populasi dab tengah mengalami penurunan akibat kehilangan habitat dan banyak diambil untuk dijadikan hewan peliharaan dan obat tradisional. Semoga saja keberadaan dab bisa lebih terjaga, ya. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang dab atau Egyptian spiny-tailed lizard?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎