Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta 14 Peaks, Puncak 8000m yang Hanya Ditaklukkan Sedikit Orang

5 Fakta 14 Peaks, Puncak 8000m yang Hanya Ditaklukkan Sedikit Orang
Everest (unsplash.com/Andreas Gäbler)
Intinya Sih
  • 14 Peaks adalah 14 gunung di Himalaya dan Karakoram yang tingginya melampaui 8.000 meter, termasuk Everest, K2, Annapurna, dan Shishapangma.
  • Pendakian menghadapi zona kematian di atas 8.000 meter dengan oksigen sangat rendah, yang dapat memicu halusinasi, gangguan paru-paru, dan penurunan kemampuan mengambil keputusan.
  • Reinhold Messner pertama menuntaskan seluruh 14 Peaks dalam 16 tahun, sementara Nirmal Purja memecahkan rekor dengan waktu 6 bulan 6 hari; Annapurna pernah mencatat kematian lebih dari 30 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dunia pendakian mengenal istilah 14 Peaks untuk menyebut empat belas gunung yang memiliki ketinggian lebih dari 8.000 meter di atas permukaan laut. Seluruh puncak tersebut berada di kawasan Himalaya dan Karakoram di Asia. Karena ketinggiannya yang ekstrem, gunung-gunung ini menjadi tantangan besar bagi para pendaki.

Keberadaan 14 Peaks menarik perhatian karena tingkat kesulitannya yang luar biasa tinggi dan risiko yang menyertai setiap pendakian. Tidak banyak pendaki yang berhasil mencapai seluruh puncak tersebut, bahkan sebagian gunung di antaranya memiliki reputasi sebagai yang paling berbahaya di dunia. Berikut lima fakta menarik tentang 14 Peaks yang membuatnya begitu istimewa.

1. Terdiri dari 14 gunung yang menjulang lebih dari 8.000 meter

Everest
Everest (unsplash.com/Julius Zetzsche)

Menurut NASA Earth Observatory, istilah eight-thousanders digunakan untuk menyebut gunung yang memiliki ketinggian lebih dari 8.000 meter. Di dunia, hanya ada 14 gunung yang masuk dalam kategori tersebut. Jumlah yang sangat sedikit ini membuatnya menjadi kelompok gunung yang istimewa dalam dunia pendakian.

Keempat belas gunung itu mencakup Everest, K2, Kangchenjunga, Lhotse, Makalu, Cho Oyu, Dhaulagiri, Manaslu, Nanga Parbat, Annapurna, Gasherbrum I, Broad Peak, Gasherbrum II, dan Shishapangma. Seluruhnya berada di kawasan Himalaya dan Karakoram di Asia. Wilayah ini dikenal memiliki kondisi alam yang ekstrem dan medan pendakian yang menantang.

2. Memiliki zona kematian yang berbahaya bagi manusia

Makalu
Makalu (unsplash.com/Bisesh Gurung)

Salah satu alasan 14 Peaks begitu sulit ditaklukkan adalah keberadaan death zone atau zona kematian. Menurut National Geographic, istilah ini merujuk pada wilayah di atas 8.000 meter dengan kadar oksigen yang sangat rendah. Kondisi tersebut membuat tubuh manusia bekerja jauh lebih berat dibandingkan di dataran rendah.

Berdasarkan penjelasan National Geographic, lingkungan di zona kematian dapat memicu berbagai gangguan serius pada tubuh. Pendaki berisiko mengalami halusinasi, penumpukan cairan di paru-paru, hingga penurunan kemampuan mengambil keputusan. Pasokan oksigen yang sangat terbatas juga membuat tubuh kesulitan mempertahankan fungsi normalnya.

3. Hanya sedikit orang yang berhasil menuntaskan seluruh 14 Peaks

Everest Base Camp
Everest Base Camp (unsplash.com/Rajan Dahal)

Menyelesaikan pendakian ke seluruh gunung dalam daftar 14 Peaks merupakan pencapaian yang sangat langka. Menurut NASA Earth Observatory, Reinhold Messner menjadi orang pertama yang berhasil mendaki semua gunung tersebut. Keberhasilan itu menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah pendakian dunia.

Dilansir dari NASA Earth Observatory, Messner membutuhkan waktu sekitar 16 tahun untuk menyelesaikan seluruh pendakian dari 1970 hingga 1986. Pencapaian tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang harus dihadapi untuk menaklukkan seluruh puncak 8.000 meter. Hingga kini, hanya sedikit pendaki yang berhasil mengulang prestasi serupa.

4. Annapurna dikenal sebagai salah satu yang paling berbahaya

Annapurna
Annapurna (unsplash.com/Wentai Chang)

Tidak semua gunung dalam daftar 14 Peaks memiliki tingkat risiko yang sama. Menurut NASA Earth Observatory, Annapurna dikenal sebagai salah satu gunung paling berbahaya di antara kelompok puncak di atas 8.000 meter. Reputasi tersebut membuat Annapurna menjadi tantangan yang sangat berat bagi para pendaki.

Melansir NASA Earth Observatory, Annapurna pernah mencatat tingkat kematian lebih dari 30 persen. Tingginya risiko pendakian dipengaruhi oleh medan yang sulit hingga faktor cuaca yang tidak menentu. Selain itu, ancaman longsoran salju juga menjadi bahaya utama yang sering dihadapi para pendaki.

5. Rekor pendakian seluruh 14 Peaks pernah dipecahkan hanya dalam 6 bulan 6 hari

Everest Base Camp
Everest Base Camp (unsplash.com/Michael Clarke)

Tantangan mendaki seluruh 14 Peaks biasanya membutuhkan waktu bertahun tahun. Namun menurut situs resmi Nimsdai dan Project Possible, pendaki Nepal Nirmal Purja berhasil menyelesaikan seluruh puncak hanya dalam waktu 6 bulan 6 hari. Pencapaian tersebut memecahkan rekor yang sebelumnya dianggap sangat sulit dilampaui.

Berdasarkan keterangan dari Project Possible, ekspedisi tersebut juga menghasilkan sejumlah rekor tambahan. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam sejarah pendakian 14 Peaks. Rekor itu menunjukkan bahwa batas kemampuan dalam dunia pendakian terus berkembang.

Keempat belas gunung dalam daftar 14 Peaks bukan hanya deretan puncak tertinggi di dunia, tetapi juga simbol batas kemampuan manusia dalam menghadapi alam. Mulai dari keberadaan zona kematian, tingkat bahaya yang tinggi, hingga sedikitnya pendaki yang mampu menyelesaikan seluruh daftar, semuanya menunjukkan mengapa 14 Peaks tetap menjadi tantangan paling prestisius dalam dunia pendakian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More