Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Faktor yang Sering Membuat Kucing Stres, Kenali!
ilustrasi seekor kucing bercorak calico (pexels.com/Susanne Jutzeler, suju-foto)
  • Perubahan lingkungan seperti perabot baru, dekorasi, pindah rumah, akses yang terhalang, atau kehadiran manusia dan hewan lain dapat membuat kucing merasa terancam.
  • Interaksi tidak menyenangkan dengan hewan lain, termasuk hanya melalui suara atau bau, bisa memicu ketidaknyamanan dan memperparah stres kucing bila berlangsung terus-menerus.
  • Interaksi pemilik yang berlebihan atau tidak konsisten, seperti memaksa menyentuh kucing dan tiba-tiba memarahinya, dapat mengganggu rasa aman serta hubungan dengan kucing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Stres adalah situasi yang akrab dengan kehidupan manusia modern. Pasalnya, hidup di zaman ini memang terbilang berat karena ada banyak sekali tuntutan yang harus dipenuhi. Kalau pikiran sudah mulai tidak tenang, pasti jalannya aktivitas sehari-hari juga akan terganggu, bukan begitu?

Namun demikian, situasi ini juga bisa terjadi pada kucing, lho. Ya, hewan lucu dan menggemaskan yang jadi favorit banyak orang itu juga dapat mengalami hari yang buruk, hanya saja terkadang tidak disadari, bahkan oleh pemilik karena kucing hanya tidur dan bermalas-malasan sepanjang waktu. Bukan karena deadline pekerjaan atau terkena macet di jalan, beberapa faktor berikut inilah yang mampu sebabkan stres pada kucing kesayangan.

1. Perubahan pada kondisi lingkungan terdekatnya

ilustrasi kucing (unsplash.com/Noémie Roussel)

Kenyamanan hidup seekor kucing sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan terdekatnya, seperti keadaan rumah, halaman, atau area sekitarnya. Begitu kucing merasa familiar dengan kawasan tersebut, maka rasa aman akan tercipta. Namun, saat muncul perubahan, entah yang sifatnya disengaja atau tidak, hal ini dapat memicu timbulnya stres pada kucing.

Situs PDSA melansir, perubahan pada lingkungan tempat kucing hidup bisa membuat hewan itu mengalami stres. Ada banyak hal yang dimaksud, misalnya pemilik membeli mebel atau perabot baru, melakukan dekorasi, pindah rumah, tidak sengaja menghalangi kucing untuk mengakses tempat atau barang-barang yang disukainya, hingga keberadaan hewan atau manusia lain. Seluruh hal baru itu dapat dianggap sebagai suatu ancaman, sehingga menjadikan kucing tidak tenang dalam menjalani kesehariannya.

2. Adanya interaksi yang tidak menyenangkan dengan hewan lain

ilustrasi seekor kucing oranye yang gemuk (pexels.com/Cleomar Mattos)

Kamu tentu pernah merasa tidak nyaman saat berada di satu area dengan seseorang yang kurang kamu sukai. Semakin lama kalian ada di tempat yang sama, rasanya semakin tertekan. Nah, situasi serupa juga dapat terjadi pada kucing kesayangan, lho.

The Spruce Pets menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab stres pada kucing adalah interaksi yang tidak menyenangkan dengan hewan lain, terutama hewan yang berasal dari luar rumah. Tidak perlu bertatap muka secara langsung, sekadar mendeteksi keberadaan hewan lain melalui pendengaran dan pembauan saja sudah mampu menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika situasi ini terus berlangsung, tentu level stres yang dialami kucing akan bertambah parah.

3. Interaksi yang tidak konsisten dengan pemilik

ilustrasi bermain bersama kucing kesayangan (pexels.com/Sam Lion)

Ada satu lagi faktor penyebab stres pada kucing yang sering tidak disadari, atau malah disangkal, yaitu karena tingkah laku pemilik itu sendiri. Ya, kamu tidak salah dengar. Seekor kucing bisa saja stres akibat ulah pemiliknya. Apa maksudnya, sih?

Perlu diketahui bahwa ternyata beberapa perilaku pemilik kucing dapat mengganggu hewan tersebut, dilansir International Cat Care. Ketidaknyamanan itu bisa muncul saat pemilik memaksa untuk tetap melakukan interaksi berlebihan dengan kucingnya, misalnya berusaha terus menyentuh meski kucing sudah mulai menghindar. Selain itu, tindakan yang tidak konsisten, contohnya tiba-tiba marah saat kucing berbuat salah, dapat merusak hubungan kucing dan pemiliknya, sehingga kucing merasa harus menjaga jarak.

Kucing yang tampaknya tidak memikirkan tanggung jawab dalam hidup pun ternyata bisa mengalami stres. Faktor penyebabnya berupa perubahan kondisi lingkungan, terlibat konflik dengan kucing lain, hingga menghadapi interaksi yang tidak konsisten dengan pemilik. Oleh sebab itu, pemilik kucing wajib belajar untuk lebih peka dengan kualitas manajemen pemeliharaan yang diterapkan. Kalau hal-hal yang bikin stres bisa dihilangkan atau setidaknya ditekan seminimal mungkin, kucing akan hidup dengan aman, nyaman, dan tentunya sejahtera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article