7 Fakta Unik Burung Camar Sabine, Dijuluki Camar Paling Menyimpang

- Camar Sabine (Xema sabini) adalah camar kecil berbiak di Arktik yang memiliki genus sendiri karena ciri fisik dan perilakunya berbeda dari camar lain.
- Burung ini bermigrasi melintasi khatulistiwa setiap tahun, hidup pelagis saat musim dingin, dan pernah tercatat sebagai pengembara di Sumatra; statusnya dilindungi di Indonesia.
- Ciri khasnya meliputi paruh hitam berujung kuning, ekor berlekuk, pola sayap tiga warna, serta perilaku mencari makan dan terbang yang menyerupai burung pantai maupun dara laut.
Camar satu ini gak seperti kebanyakan camar. Paruhnya hitam kecil dengan ujung kuning. Ekornya pun agak bengkok kalau dilihat lamat-lamat. Kalau gerak-geriknya diamati, camar ini malah lebih mirip burung pantai daripada burung camar. Namanya burung camar Sabine.
Camar Sabine atau Sabine's gull (Xema sabini) merupakan jenis camar kecil elegan yang berbiak di Arktik dan bermigrasi ke selatan garis khatulistiwa. Meski tergolong camar, camar Sabine punya banyak keanehan yang membuatnya lebih mirip burung pantai. Apa saja keanehannya? Benarkah camar Sabine bisa terlihat di Indonesia? Yuk, cari tahu lewat fakta unik burung camar Sabine atau Sabine's gull berikut ini!
1. Camar Sabine dibuatkan genus sendiri saking uniknya

tampak dekat camar Sabine (commons.wikimedia.org/Gregory "Slobirdr" Smith) Camar Sabine atau Sabine's gull (Xema sabini) merupakan jenis burung camar berukuran kecil yang berbiak di Arktik dan bermigrasi tiap tahun ke selatan garis khatulistiwa. Menurut informasi dari laman All About Birds, nama camar Sabine diambil dari nama ilmuwan dari Irlandia yang pertama kali mengumpulkan spesimennya, Sir Edward Sabine. Camar Sabine punya banyak keunikan yang gak dimiliki burung camar lain, sehingga burung ini dibuatkan genus khusus.
2. Camar Sabine punya tampilan yang mudah dikenali

Camar Sabine terbang bermigrasi. (commons.wikimedia.org/Erynnlouise) Camar Sabine tergolong burung camar berukuran kecil. Dicatat laman Oiseaux Birds, panjang camar Sabine cuma sekitar 27—33 sentimeter. Beratnya berkisar 135—225 gram dan sayapnya selebar 81—87 sentimeter.
Camar Sabine umumnya berwarna putih dengan pola mencolok di bagian atas sayap. Ada pola segitiga putih besar di bagian atas sayap yang kontras dengan bulu primer luar dan bulu penutup sayap abu-abu. Saat terbang, pola sayap tiga warnanya ini kelihatan mencolok.
Camar Sabine juga punya ciri unik yang gak dimiliki kebanyakan burung camar yaitu paruh kecil hitam dengan ujung kuning serta ekor yang agak berlekuk. Saat musim kawin, kepalanya seperti memakai tudung hitam atau abu-abu gelap. Saat musim dingin, warnanya lebih keabu-abuan.
3. Camar Sabine terbang lintas khatulistiwa tiap tahun

Camar Sabine terbang bermigrasi. (commons.wikimedia.org/Andy Reago & Chrissy McClarren) Tahukah kamu kalau satu-satunya jenis burung camar yang berbiak di Arktik dan terbang melintasi garis khatulistiwa adalah camar Sabine? Ya, camar Sabine berbiak di wilayah Arktik bergaris lintang tinggi. Habitatnya bersarang biasanya berupa tundra dan lahan basah dengan hamparan lumut dan rumput teki. Menjelang musim dingin, camar Sabine meninggalkan tempat bersarangnya itu untuk bermigrasi jarak jauh ke wilayah selatan dari garis khatulistiwa.
4. Camar Sabine bisa mengembara sampai ke Indonesia

Camar Sabine berenang. (commons.wikimedia.org/Matt VanWallene) Saat musim dingin, camar Sabine bermigrasi melintasi khatulistiwa untuk menuju bagian selatan dari Afrika dan Amerika Selatan. Gak jarang, burung ini terdampar secara tidak sengaja atau mengembara jauh dari tujuan aslinya. Informasinya dari laman Birds of the World, camar Sabine pernah terlihat di Sumatra sebagai burung pengembara. Keberadaan camar Sabine di Indonesia dilindungi oleh hukum menurut Permen LHK No. 106 Tahun 2018 sebagai salah satu jenis hewan dilindungi di tanah air.
5. Camar Sabine sering terlihat di area upwelling

Sekelompok camar Sabine terbang di Samudra Atlantik. (commons.wikimedia.org/TRinaud) Saat menghabiskan musim dingin, camar Sabine hidup secara pelagis. Itu artinya camar Sabine hidup sepenuhnya di laut lepas, mulai dari makan sampai tidur. Menurut Data Zone Bird Life, camar Sabine mengunjungi Arus Humboldt di lepas pantai Peru dan Ekuador, serta Arus Benguela di lepas pantai barat daya Afrika.
Di area upwelling utama ini, kehidupan laut sangat melimpah karena banyaknya nutrisi. Camar Sabine sering berkumpul bersama burung laut lain untuk mencari makanan. Kegiatan perikanan juga sangat ramai di area ini, sehingga camar Sabine suka mengikuti kapal nelayan untuk menangkap sisa hasil.
6. Camar Sabine disebut burung camar paling menyimpang

Camar Sabine dalam tampilan berbiaknya. (commons.wikimedia.org/TheFlyingPanda) Camar Sabine kerap disebut jenis burung camar yang paling menyimpang. Camar Sabine memang beda dari kebanyakan burung camar dari segi ciri fisik sampai perilaku. Camar Sabine satu-satunya burung camar yang punya paruh hitam berujung kuning dan ekor bengkok selain camar ekor walet (Creagrus furcatus) yang juga ditempatkan dalam genus tersendiri dan gak kalah aneh.
Dari segi perilaku, camar Sabine juga lebih mirip burung pantai daripada burung camar. Camar Sabine gunakan taktik pengalih perhatian khas burung pantai dengan pura-pura terluka untuk memancing predator menjauh dari sarang. Salah satu teknik makan camar Sabine juga dengan memungut makanan di pantai sambil berlari-lari kecil layaknya burung cerek. Kadang ia juga membolak-balik vegetasi seperti burung trinil pembalik batu.
7. Camar Sabine lebih mirip dara laut daripada camar

Tampilan bulu camar Sabine saat bermigrasi musim dingin. (commons.wikimedia.org/Andy Reago & Chrissy McClarren) Di luar kemiripannya dengan burung pantai, camar Sabine juga sangat mirip dengan burung dara laut (tern). Gaya terbangnya mirip dara laut, terlihat seperti mengapung di udara dengan gerakan naik turun. Saat melayang di atas objek yang menarik, camar Sabine menelengkan kepalanya ke satu sisi, sementara camar umumnya tetap datar.
Saat memberi makan betina, jantan juga gak memuntahkan makanannya seperti burung camar. Camar Sabine jantan membawa makanannya secara utuh dengan paruh layaknya dara laut. Faktanya, burung camar Sabine memang sering terlihat berkumpul bersama dara laut Arktik, entah itu saat bermigrasi, mencari makan, sampai bersarang.
Sungguh unik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung camar Sabine atau Sabine's gull? Apa kamu tertarik untuk mengamati keunikan camar Sabine secara langsung di alam liar?




















