Jauh sebelum teknologi fotografi modern lahir untuk mengabadikan momen, para nelayan Jepang di pertengahan abad ke-19 punya cara tersendiri yang sangat unik untuk memotret ikan hasil tangkapan mereka. Dikenal dengan sebutan gyotaku yang secara harfiah memiliki arti “cetakan ikan.” Teknik ini lahir dari kombinasi antara kebutuhan dokumentasi dan apresiasi mendalam terhadap alam. Dengan memanfaatkan tinta sumi hitam dan kertas cetak khusus, nelayan mengolesi seluruh tubuh ikan yang baru ditangkap untuk kemudian detail bentuknya ke atas kertas secara presisi.
Seiring berjalannya waktu, metode pencatatan rekor tangkapan ini bertransformasi dari sekadar alat dokumentasi praktis menjadi sebuah seni rupa bernilai tinggi. Gyotaku menjadi teknik potret seni tinggi karena presisi dalam menangkap tekstur, sisik dan jiwa sang ikan secara luar biasa detail. Yuk, simak apa saja fakta unik dari gyotaku berikut ini!
