Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hewan dengan Metode Deteksi Mangsa yang Canggih

ilustrasi burung hantu (pexels.com/Jessica Magnée)
ilustrasi burung hantu (pexels.com/Jessica Magnée)
Intinya sih...
  • Ulat pit viper memiliki organ khusus, pit organ, untuk mendeteksi panas tubuh mangsa dengan akurasi tinggi bahkan dalam kondisi gelap total.
  • Hiu memiliki sistem deteksi listrik yang sensitif, memungkinkan mereka mengetahui keberadaan mangsa meski bersembunyi di pasir atau dalam kegelapan laut.
  • Burung hantu memiliki pendengaran tajam dan struktur telinga asimetris yang memungkinkan mereka menentukan posisi mangsa hanya melalui suara gesekan atau gerakan kecil.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di alam liar, ternyata banyak hewan yang kerap menggunakan kemampuan khusus untuk mendeteksi mangsa dengan cara yang sangat canggih, bahkan jauh melampaui teknologi manusia yang dimiliki saat ini. Kemampuan yang ada bukan hanya membantu mereka bertahan hidup, namun juga menunjukkan betapa menakjubkannya evolusi dalam membantu strategi berburu yang ada.

Setiap hewan pada umumnya memiliki mekanisme unik yang telah disesuaikan dengan lingkungan hidupnya, mulai dari mendeteksi panas tubuh hingga membaca medan listrik. Oleh sebab itu, ketahuilah beberapa hewan berikut ini yang dikenal memiliki metode deteksi mangsa paling canggih dan jarang diketahui.

1. Ulat pit viper

ilustrasi ular viper (unsplash.com/Conscious Design)
ilustrasi ular viper (unsplash.com/Conscious Design)

Ular jenis pit viper ternyata memiliki organ khusus yang disebut sebagai pit organ yang dapat mendeteksi panas tubuh mangsa dengan cara yang lebih presisi, bahkan dalam kondisi gelap total. Organ ini bekerja sebaiknya kamera inframerah yang dapat memungkinkan ular untuk bisa melihat bentuk panas mangsa, walau tidak ada cahaya sama sekali.

Dengan kemampuan yang ada, maka wajar apabila ular pit viper bisa menyerang mangsa dengan akurasi yang sangat tinggi, bahkan berdasarkan suhu tubuh yang dipancarkan oleh hewan di sekitarnya. Mekanisme ini juga dapat memberikan keunggulan tersendiri untuk ular tersebut dalam berburu di malam hari.

2. Hiu

ilustrasi hiu (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)
ilustrasi hiu (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)

Hiu memiliki sistem deteksi listrik yang cukup efektif yaitu jaringan pori-pori yang ada di sekitar kepala dan mampu menangkap sinyal listrik sangat kecil dari mangsanya. Sinyal tersebut pada umumnya berasal dari kontraksi otot atau bahkan detak jantung mangsa, sehingga hiu pun dapat mengetahui keberadaan hewan lain, meski sedang bersembunyi di pasir atau dalam kegelapan laut.

Teknologi biologis yang sangat sensitif tersebut dapat membantu hiu untuk bisa merasakan perubahan listrik sekecil beberapa nanovolt, sehingga dapat membuatnya menjadi predator yang sangat efektif. Melalui kemampuan yang luar biasa, maka wajar apabila hiu bisa melakukan serangan cepat dan tepat, meski dengan jarak pandang yang terbatas.

3. Burung hantu

ilustrasi burung hantu (pexels.com/Pixabay))
ilustrasi burung hantu (pexels.com/Pixabay))

Burung hantu dikenal memiliki pendengaran yang sangat tajam karena struktur telinganya yang asimetris. Pada saat mangsa bergerak di rerumputan atau salju, maka burung hantu bisa menentukan posisi yang tepat hanya melalui suara gesekan atau gerakan kecil.

Keunggulan yang dimiliki burung hantu dapat membantunya berburu dengan sangat senyap dan mematikan, khususnya di malam hari ketika banyak predator lain yang mengalami keterbatasan dalam penglihatannya. Pendengaran luar biasa ini juga menjadi senjata utama yang dapat membantu mereka menduduki posisi puncak dalam rantai makanan di malam hari.

4. Ular boa constrictor

ilustrasi ular piton (pexels.com/Prajwal Bajracharya)
ilustrasi ular piton (pexels.com/Prajwal Bajracharya)

Boa constrictor memiliki kemampuan untuk bisa mendeteksi adanya getaran halus di tanah melalui rahang bawahnya, sebab bagian tersebut ternyata terhubung secara langsung dengan sistem saraf sensitif. Pada saat mangsa bergerak di sekitarnya, maka getaran tersebut bisa merambat melalui tanah dan kemudian diterjemahkan oleh ular melalui sinyal lokasi yang sangat akurat.

Melalui kemampuan yang ada, maka ular buah bisa mengetahui keberadaan mangsa tanpa harus selalu bergantung pada penglihatan atau penciuman, khususnya dalam kondisi gelap. Kemampuan mendeteksi getaran juga dapat membantu ular boa menjadi predator yang sabar efisien dan sangat berbahaya.

Hewan-hewan di atas menunjukkan berevolusi telah menciptakan sistem deteksi mangsa yang sangat canggih. Kemampuan yang dimiliki oleh hewan di atas bukan hanya menakjubkan, namun juga memberikan wawasan ilmiah terkait bagaimana inovasi di berbagai bidang bisa terinspirasi dari hewan. Jika diamati lebih dalam, ternyata berbagai hewan selalu memiliki caranya tersendiri untuk bisa bertahan hidup dengan cara yang menarik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Mengenal Penyakit Chytridiomycosis dan Dampaknya pada Amfibi

11 Jan 2026, 07:15 WIBScience