Belakangan ini, The Hunger Games kembali ramai diperbincangkan di Indonesia. Salah satu pemicunya adalah cerita perlawanan rakyat Panem terhadap rezim Presiden Snow yang dinilai memiliki kemiripan dengan situasi dan perjuangan masyarakat Indonesia saat ini. Kisah tentang ketimpangan, kekuasaan, dan keberanian melawan penindasan pun membuat film ini terasa relevan bagi sebagian penonton.
Sebenarnya, daya tarik The Hunger Games bukan hanya terletak pada cerita politiknya. Waralaba karya Suzanne Collins ini juga menghadirkan berbagai teknologi futuristik dan makhluk aneh yang sengaja diciptakan untuk mengancam para peserta pertandingan. Beberapa di antaranya bahkan digambarkan sebagai hewan hasil rekayasa genetika. Konsep tersebut mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi ternyata memiliki kaitan dengan perkembangan bioteknologi di dunia nyata.
Lalu, hewan rekayasa genetika apa saja yang muncul dalam The Hunger Games dan sejauh mana sains bisa mewujudkan makhluk seperti itu? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!