Cecak menjadi salah satu jenis kadal yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Pasalnya, ia kerap masuk rumah hingga memanjat dinding dalam rangka mencari makanan atau berpindah tempat. Penyebaran cecak juga sangat luas, bahkan hewan tersebut bisa dijumpai di daerah bersuhu dingin seperti Jepang.
5 Spesies Cecak Unik Asli Jepang, Hidup di Area Pemukiman

- Cecak raksasa Jepang aktif malam hari di pepohonan dan pemukiman, berukuran 13–16 sentimeter, serta dikenal sebagai yamori atau penjaga rumah yang dipercaya membawa keberuntungan.
- Cecak kayu tersebar luas dari Asia hingga Amerika dan Australia, hidup di area berkayu serta pemukiman, memangsa invertebrata dan material tanaman, tetapi invasif di sejumlah wilayah.
- Cecak hokou kini diakui sebagai spesies terpisah, sementara cecak tanah kuroiwa hidup terestrial di Okinawa-Ryukyu dan cecak yakushima endemik Ryukyu berstatus near threatened.
Ada beberapa spesies cecak unik asli Jepang yang sangat unik dan khas, mulai dari cecak raksasa jepang hingga cecak tanah kuroiwa yang warnanya sangat menawan. Mau tahu bagaimana kehidupan, ciri fisik, makanan, penyebaran, dan kebiasaan mereka? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
1. Cecak raksasa jepang punya panjang 16 centimeter

cecak raksasa jepang (commons.wikimedia.org/harum.koh) Laman Picture Animals menjelaskan kalau cecak raksasa jepang (Gekko japonicus) punya panjang sekitar 13-16 centimeter. Selain berukuran besar, spesies ini juga cukup khas dengan sisik halus dan badan berwarna cokelat yang bisa digunakan untuk berkamuflase. Selain itu, ia juga menunjukan dimorfisme seksual di mana individu jantan lebih besar dari cecak betina.
Cecak ini bisa dijumpai di tiga negara, yaitu Jepang, China, dan Korea Selatan. Ia merupakan spesies nokturnal yang aktif di malam hari dan kerap beraktivitas di pepohonan hingga area pemukiman. Menariknya, masyarakat Jepang menganggap kalau rumah yang dihinggapi cecak ini akan mendapat keberuntungan. Bahkan, ia disebut sebagai yamori yang artinya penjaga rumah.
2. Cecak kayu bisa ditemukan di banyak daerah

cecak kayu (commons.wikimedia.org/Firos AK) Hemidactylus frenatus atau cecak kayu merupakan salah satu spesies dengan penyebaran terluas di dunia. Tercatat, penyebaran spesies ini mencakup berbagai wilayah tropis dan subtropis di Asia, Amerika, hingga Australia. Saking luasnya penyebaran cecak kayu, bahkan ia menjadi spesies invasif yang merugikan di berbagai daerah.
Hewan sepanjang 10-15 centimeter ini sering berkelana di area berkayu dan pemukiman. Ia merupakan pemangsa alami dari invertebrata, khususnya nyamuk, lalat, dan laba-laba. Selain itu, laman Animal Diversity Web juga menerangkan kalau cecak kayu bisa memangsa material tanaman seperti nektar dan zat manis. Cecak kayu juga lincah dan pandai berkamuflase. Namun, ia tak luput dari ancaman predator, khususnya kadal, burung, dan laba-laba besar.
3. Cecak hokou awalnya dikira subspesies dari cecak lain

cecak hokou (commons.wikimedia.org/Licheng Shih) Dilansir The Reptile Database, Gekko hokouensis atau cecak hokou menghuni daratan China, Taiwan, dan Jepang. Beberapa wilayah penyebaran alaminya adalah Hok’ou, Kepulauan Ryukyu, Kepulauan Kyushu, Pulau Lutao, Guangxi, dan Fujian. Cecak hokou dideskripsikan pada 1928 oleh Clifford H. Pope. Menariknya, saat itu ia diklasifikasikan sebagai subspesies dari cecak raksasa jepang, tepatnya menjadi Gekko japonicus hokouensis. Namun, penelitian mendalam mengungkap fakta kalau hewan ini adalah spesies tersendiri yang terpisah dari cecak raksasa jepang.
4. Cecak tanah kuroiwa jadi inang parasit

cecak tanah kuroiwa (commons.wikimedia.org/B. P. White) Berbeda dari cecak lain, hewan dengan nama ilmiah Goniurosaurus kuroiwae ini merupakan spesies terestrial yang menghabiskan waktunya di daratan. Dilansir Reptiles Magazine, hewan ini juga tampil mencolok dengan corak garis berwarna cerah di tubuhnya. Di alam liar, kolorasi dan corak tersebut sangat efektif untuk berkamuflase di semak-semak, bebatuan, dan rerumputan kering.
Cecak tanah kuroiwa adalah spesies cecak yang menghuni daratan setinggi 450 mdpl. Penyebarannya mencakup dua daerah, yaitu Kepulauan Okinawa dan Ryukyu. Cecak ini juga menjadi inang bagi satu spesies parasit, yaitu Cryptosporidium serpentis. Nah, infeksi parasit tersebut mampu mempengaruhi sistem pencernaannya.
5. Cecak yakushima merupakan spesies endemik

cecak yakushima (inaturalist.org/Takaaki Hattori) Informasi dari laman iNaturalist menjelaskan kalau cecak yakushima (Gekko yakuensis) adalah satwa endemik Jepang. Ia hanya bisa dijumpai di satu daerah, yaitu Kepulauan Ryukyu. Tiap individu juga punya warna yang bervariasi, seperti cokelat, abu-abu, hingga hitam dengan bintik putih. Cecak yakushima juga masuk ke kategori near threatened (mulai terancam). Karena itu, eksistensi cecak yakushima harus dijaga agar statusnya tidak merosot menjadi satwa terancam punah.
Itulah lima spesies cecak asli Jepang yang sangat unik dan menarik, entah dari kebiasaan, ciri fisik, hingga penyebarannya. Adanya cecak juga menjadi bukti bahwa Jepang merupakan salah satu negara Asia dengan keberagaman hayati yang sangat kaya. Karena itu, kekayaan alam Jepang harus selalu dijaga untuk menjamin keberlangsungan hidup dari semua cecak tersebut.




















