Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi monyet (pexels.com/Sebastian Arie Voortman)
  • Memelihara hewan liar di rumah berisiko bagi keselamatan, kesejahteraan satwa, serta dapat melanggar aturan perlindungan hewan di Indonesia.
  • Primata liar, ular berbisa, dan kucing hutan dapat agresif, menularkan penyakit, menyerang, atau membutuhkan lingkungan serta ruang jelajah khusus.
  • Burung paruh bengkok besar memerlukan stimulasi dan perawatan intensif; kebutuhan yang tidak terpenuhi dapat memicu stres, penelantaran, dan gangguan bagi sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memutuskan untuk memelihara berbagai jenis hewan liar di lingkungan rumah mungkin terlihat menarik karena bentuk fisiknya yang tampak unik dan menarik perhatian banyak orang. Namun, keputusan untuk memelihara hewan liar secara mandiri ternyata bisa berpotensi memicu berbagai risiko besar untuk keselamatan pemilik atau bahkan kesejahteraan dari hewan itu sendiri.

​Banyak orang kerap mengabaikan aspek hukum dan sifat alami hewan liar sebelum memutuskan untuk memeliharanya ke dalam hunian manusia. Pemahaman secara mendalam terkait alasan mendasar mengapa hewan tertentu tidak layak dijadikan hewan peliharaan tentu bisa membantumu dalam menghindarkan diri dari berbagai masalah serius.

1. Primata liar seperti monyet dan kukang

ilustrasi monyet (pexels.com/Nitin Dhumal)

Primata liar ternyata kerap menyimpan insting yang sangat agresif dan hal ini bisa muncul secara mendadak seiring dengan bertambahnya usia kedewasaan dari tubuh mereka. Hewan ini memang tidak dirancang secara alami untuk hidup dalam kurungan rumah, sebab mereka memerlukan ruang gerak bebas dan juga interaksi sosial dengan sesama kelompoknya di alam bebas.

​Bukan hanya berpotensi menyebabkan risiko gigitan yang menularkan penyakit berbahaya, namun memelihara primata ternyata bisa melanggar undang-undang perlindungan hewan yang berlaku di Indonesia. Kamu tentu tidak ingin berurusan dengan sanksi hukum yang berat karena merawat hewan liar yang dilindungi secara ilegal di rumah.

​2. Berbagai jenis ular berbisa tinggi

ilustrasi ular berbisa (unsplash.com/Nivedh P)

Menjadikan ular berbisa sebagai hewan peliharaan rumahan ternyata bisa menjadi pilihan ekstrem yang dapat membahayakan nyawa seluruh anggota keluarga di rumah. Kesalahan kecil ketika proses pemberian makan atau pembersihan kandang justru bisa berdampak fatal karena gigitan bisa dari ular mematikan dapat terjadi dalam hitungan menit saja.

​Ular tentu merupakan hewan yang sangat membutuhkan lingkungan buatan khusus dengan pengaturan suhu dan juga kelembapan ketat, sehingga terasa sulit apabila harus tinggal di dalam rumah biasa. Risiko terlepasnya ular dari kandang penangkaran ternyata kerap menjadi ancaman nyata yang tidak boleh disepelekan demi memastikan keselamatan lingkungan sekitar.

3. Kucing hutan atau ocelot

ilustrasi ocelot (unsplash.com/Frida Lannerström)

Kucing liar yang memiliki ukuran besar seperti ocelot atau berbagai jenis kucing hutan lain memang dikenal dengan temperamen buas yang tidak dapat dijinakkan selayaknya kucing rumahan. Meski terlihat sangat menggemaskan ketika masih kecil, namun insting berburu mereka nantinya akan terus berkembang kuat dan sangat berpotensi mencakar atau bahkan menyerang pemiliknya sendiri.

​Kebutuhan nutrisi dan juga ruang jelajah dari hewan predator ini ternyata sangat berbeda jika dibandingkan dengan kucing domestik biasa yang telah terbiasa hidup berdampingan dengan manusia. Memutuskan untuk memelihara mereka di rumah justru berpotensi menyiksa kondisi psikologis hewan tersebut akibat dibiarkan hidup di ruangan hidup yang terlalu sempit.

​4. Burung paruh bengkok berukuran besar

ilustrasi burung kakatua (unsplash.com/Sid Balachandran)

Burung paruh bengkok eksotik seperti kakatua liar ternyata dikenal memiliki tingkat kecerdasan tinggi dan juga suara jeritan nyaring, sehingga hal ini berpotensi mengganggu ketenangan tetangga. Burung ini memerlukan stimulasi mental yang konstan dan perhatian penuh sepanjang hari, sehingga tidak akan mengalami risiko stres berat yang dapat memicu perilaku mencabuti bulunya sendiri.

​Banyak pemula yang mencoba memelihara burung eksotik ini dan pada akhirnya menyerah, bahkan menelantarkan burung tersebut karena mengalami kesulitan dalam memenuhi perawatan jangka panjang yang dikenal sangat mahal. Memutuskan untuk membiarkan burung liar ini tetap terbang bebas di habitat aslinya ternyata bisa menjadi pilihan terbaik dari pada mengurungnya di dalam sangkar rumah.

​Memahami alasan mengapa hewan-hewan liar di atas tidak layak dipelihara di rumah tentu menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian alam dan juga keselamatan sesama. Keputusan bijak dengan memutuskan untuk tidak memelihara hewan-hewan tersebut tentu dapat memastikan keseimbangan ekosistem di habitat aslinya tetap terjaga dengan baik. Pikirkan baik-baik sebelum memutuskan untuk memelihara hewan-hewan di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article