Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hewan yang Tidak Bisa Merasakan Manis, Salah Satunya Kucing!

5 Hewan yang Tidak Bisa Merasakan Manis, Salah Satunya Kucing!
ilustrasi kucing (pexels.com/Natalia Sevruk)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan seperti kucing, singa, dan harimau tidak bisa merasakan manis karena gen reseptor T1R2 mereka tidak berfungsi akibat evolusi sebagai pemakan daging.
  • Lumba-lumba kehilangan kemampuan mengecap rasa manis maupun rasa lain karena perubahan gen reseptor, dan kini hanya bisa merasakan asin sebagai adaptasi hidup di laut.
  • Anjing laut juga tak dapat merasakan manis karena gen T1R2-nya rusak selama evolusi, menyesuaikan diri dengan pola makan berbasis daging di lingkungan laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah gak sih kamu melihat kucing cuek saat dikasih makanan manis? Padahal, bagi manusia, rasa manis sering jadi favorit dan bikin nagih. Di kehidupan sehari-hari, kita terbiasa menganggap semua makhluk hidup bisa menikmati rasa yang sama.

Namun, ternyata tidak semua hewan merasakan dunia dengan cara yang sama seperti kita. Ada hewan yang justru tidak tertarik sama sekali dengan rasa manis. Hal ini bukan karena mereka pilih-pilih makanan, tapi karena ada alasan biologis di baliknya.

Lalu, hewan apa saja yang sebenarnya tidak bisa merasakan manis?

1. Kucing

ilustrasi kucing (pixabay.com/achmadbiz)
ilustrasi kucing (pixabay.com/achmadbiz)

Kucing tidak memiliki kemampuan untuk merasakan rasa manis seperti manusia. Hal ini berkaitan dengan perbedaan sistem pengecap yang dimiliki setiap hewan. Berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal PLOS One pada tahun 2007, gen reseptor rasa manis yang disebut T1R2 tidak berfungsi pada kucing.

Akibatnya, kucing tidak dapat mendeteksi rasa manis dari makanan yang mereka konsumsi. Secara biologis, kucing lebih berfokus pada rasa yang berasal dari protein dan lemak karena termasuk karnivora obligat. Kondisi ini membuat kucing tidak tertarik pada makanan manis meskipun aromanya mungkin tetap tercium.

2. Singa

ilustrasi singa
ilustrasi singa (pexels.com/Gundula Vogel)

Sama seperti kucing domestik, singa juga tidak dapat merasakan rasa manis pada makanan. Hal ini berkaitan dengan perbedaan fungsi sistem pengecap pada hewan karnivora. Mengutip dari Scientific American, kemampuan merasakan rasa manis pada singa hilang karena adanya perubahan atau kerusakan pada gen reseptor T1R2.

Gen tersebut seharusnya berperan dalam mendeteksi rasa manis, tetapi tidak berfungsi pada keluarga kucing besar (Felidae). Akibatnya, singa tidak menunjukkan respons terhadap makanan yang mengandung gula atau pemanis lainnya. Kondisi ini terjadi karena evolusi mereka sebagai pemakan daging yang tidak membutuhkan rasa manis untuk bertahan hidup.

3. Harimau

ilustrasi harimau
ilustrasi harimau (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)

Harimau, seperti kucing domestik dan singa, juga termasuk dalam keluarga kucing besar atau Felidae. Sama seperti keduanya, harimau tidak memiliki kemampuan untuk merasakan rasa manis pada makanan. Yap, hal ini terjadi karena adanya perubahan pada gen reseptor rasa manis T1R2 yang tidak berfungsi.

Gen tersebut seharusnya membantu mendeteksi rasa manis, tetapi pada kelompok Felidae perannya sudah hilang secara evolusi. Karena itu, harimau lebih mengandalkan rasa yang berasal dari daging seperti protein dan lemak. Kesamaan ini menunjukkan bahwa seluruh anggota keluarga kucing besar memiliki sistem pengecap yang hampir sama.

4. Lumba-lumba

ilustrasi lumba-lumba (pixabay.com/StockSnap)
ilustrasi lumba-lumba (pixabay.com/StockSnap)

Lumba-lumba juga termasuk hewan yang tidak bisa merasakan rasa manis seperti manusia. Tak hanya rasa manis, mamalia laut ini juga kehilangan kemampuan untuk mengecap beberapa rasa lain. Hal tersebut terjadi karena perubahan pada gen reseptor rasa yang membuat fungsi pengecap tertentu tidak lagi bekerja.

Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal BMC Evolutionary Biology pada tahun 2014, sebagian besar lumba-lumba tidak lagi memiliki kemampuan untuk merasakan banyak jenis rasa. Menariknya, penelitian tersebut menunjukkan bahwa lumba-lumba hanya bisa merasakan rasa asin. Kondisi ini terjadi sebagai bentuk adaptasi terhadap cara hidup mereka di lingkungan laut

5. Anjing laut

ilustrasi anjing laut
ilustrasi anjing laut (pexels.com/Marije Kouyzer)

Selain lumba-lumba, anjing laut juga tidak bisa mengecap rasa manis dari makanan yang ia konsumsi. Ini terjadi karena ada perubahan pada sistem pengecap mereka selama proses evolusi di lingkungan laut. Hal tersebut sejalan dengan studi yang terbit dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada tahun 2012, yang menemukan bahwa beberapa spesies anjing laut kehilangan fungsi reseptor rasa manis.

Gen yang biasanya berperan dalam mendeteksi rasa manis, yaitu T1R2, tidak lagi berfungsi dengan baik. Akibatnya, anjing laut tidak dapat merasakan makanan manis seperti manusia atau sebagian mamalia darat. Kondisi ini merupakan adaptasi karena mereka lebih banyak mengonsumsi makanan berbasis daging di laut.

FYI, selain lumba-lumba, kelompok cetaceans lain, termasuk paus, juga tidak dapat merasakan rasa manis karena keterbatasan pada gen reseptor T1R2. Kemudian, selain anjing laut, singa laut pun juga mengalami hal serupa sehingga kemampuan mengecap rasa manisnya tidak berfungsi. Setelah mengetahui fakta di atas, menurutmu, apakah gen reseptor rasa manis itu penting untuk hewan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Related Articles

See More