Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ironi Leptis Magna, Dulu Megah Kini Terlupakan, Ini 6 Faktanya

Leptis Magna
Leptis Magna (Franzfoto, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Leptis Magna didirikan oleh bangsa Fenisia sebagai pos dagang strategis, menjadi pusat jual beli barang-barang dari pedalaman Afrika.
  • Kota ini mencapai puncak kejayaan berkat Kaisar Septimius Severus yang membangun monumen megah dan memperindah kota secara ambisius.
  • Leptis Magna memiliki fasilitas publik superlengkap, pelabuhan buatan canggih, namun runtuh akibat serbuan bangsa Vandal dan terkubur pasir. Kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO yang terancam.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di pesisir Laut Mediterania, terhampar sisa-sisa peradaban yang pernah begitu agung. Reruntuhan kota Leptis Magna di Libya modern menjadi saksi bisu kejayaan Kekaisaran Romawi di tanah Afrika. Jalan-jalan batunya yang megah, pilar-pilar raksasa yang menjulang, serta teater yang menghadap langsung ke laut biru seolah membisikkan kisah masa lalunya yang gemilang. Kota ini pernah menjadi salah satu metropolitan paling penting di dunia.

Namun, kejayaan itu tidak abadi. Leptis Magna, yang dulu begitu dipuja dan menjadi pusat perdagangan vital, kini tersembunyi sunyi di tengah lanskap gurun. Keberadaannya sempat terlupakan selama berabad-abad, terkubur di bawah lapisan pasir hingga akhirnya ditemukan kembali. Kini, ia berdiri sebagai pengingat bahwa bahkan kota terkuat sekalipun bisa takluk oleh waktu dan perubahan zaman.

1. Awalnya didirikan oleh bangsa Fenisia sebagai pos dagang

Leptis Magna
Leptis Magna (joepyrek from Richmond, Va, USA, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Jauh sebelum Kekaisaran Romawi menancapkan kukunya, wilayah Leptis Magna sudah menjadi titik strategis. Dilansir dari laman History Hit, kota ini pertama kali didirikan oleh bangsa Fenisia pada milenium pertama sebelum Masehi. Letaknya yang berada di muara Wadi Labdah membuatnya memiliki pelabuhan alami yang sangat ideal untuk aktivitas perdagangan. Bangsa Fenisia, yang dikenal sebagai pelaut dan pedagang ulung, memanfaatkan lokasi ini untuk mendirikan pos dagang yang kemudian mereka sebut "Lpqy".

Seiring berjalannya waktu, kota pelabuhan ini berkembang pesat. Ia menjadi pusat jual beli barang-barang dari pedalaman Afrika, terutama produk pertanian dari wilayah pesisir yang subur. Menurut catatan UNESCO, posisi vitalnya ini membuat Leptis Magna menjadi rebutan kekuatan besar pada masanya, mulai dari Kartago hingga Kerajaan Numidia, sebelum akhirnya menjadi sekutu Roma pada 111 SM.

2. Mencapai puncak kejayaan berkat "putra daerah" yang jadi kaisar

Leptis Magna
Leptis Magna (SashaCoachman, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Nasib Leptis Magna berubah total ketika salah seorang putranya berhasil menduduki takhta tertinggi di Roma. Septimius Severus, yang lahir di Leptis Magna, menjadi Kaisar Romawi pada tahun 193 M. Momen ini menjadi titik balik bagi kota kelahirannya. Seperti ditulis dalam situs History Hit, Severus menggelontorkan dana besar-besaran untuk membangun dan memperindah Leptis Magna secara ambisius.

Di bawah pemerintahannya, wajah kota dirombak total dengan material marmer yang mewah. Ia membangun berbagai monumen publik yang megah, seperti forum baru yang disebut Forum Severan, basilika, hingga gerbang kemenangan megah yang dikenal sebagai Gerbang Septimius Severus. Menurut UNESCO, proyek-proyek ini tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menunjukkan kekuatan dan pengaruh baru Roma dengan sentuhan seni khas Afrika dan Timur. Leptis Magna pun bertransformasi menjadi salah satu kota termegah di seluruh kekaisaran.

3. Punya fasilitas publik superlengkap dan modern pada zamannya

Leptis Magna
Leptis Magna (SashaCoachman, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Sebagai kota metropolitan, Leptis Magna dilengkapi dengan fasilitas publik yang sangat maju. Salah satu yang paling mengesankan adalah kompleks pemandian Hadrian. Laman Westwards mendeskripsikannya sebagai kompleks pemandian Romawi terbesar di Afrika Utara. Tempat ini bukan sekadar untuk membersihkan diri, melainkan juga pusat sosialisasi warga. Bahkan, fasilitas latrin atau toilet umumnya dirancang melingkar agar warga bisa mengobrol santai.

Selain itu, kota ini juga memiliki pasar atau marketplace yang tertata rapi dengan paviliun-paviliunnya yang indah, serta teater besar yang memiliki pemandangan langsung ke Laut Mediterania. Untuk hiburan yang lebih memacu adrenalin, ada amfiteater dan hipodrom (arena balap kereta kuda). Semua bangunan ini, sebagaimana dicatat oleh UNESCO, menunjukkan betapa hidup dan dinamisnya kehidupan sehari-hari di kota provinsi Romawi yang makmur ini.

4. Pelabuhannya adalah salah satu karya teknik Romawi terbaik

Leptis Magna
Leptis Magna (Luca Galuzzi, CC BY-SA 2.5, via Wikimedia Commons)

Keunggulan utama Leptis Magna sejak awal adalah pelabuhannya. Namun, Septimius Severus tidak puas dengan pelabuhan alami yang sudah ada. Ia meluncurkan proyek rekayasa sipil yang luar biasa untuk menciptakan pelabuhan buatan yang lebih canggih. Proyek ini melibatkan pembangunan bendungan dan kanal untuk mengatur aliran sungai Wadi Lebda agar tidak menyebabkan pendangkalan di pelabuhan.

UNESCO menyatakan bahwa pelabuhan Leptis Magna dengan basin buatannya yang seluas lebih dari 100.000 meter persegi merupakan salah satu karya teknologi Romawi yang paling luar biasa. Di sekeliling pelabuhan, dibangun pula berbagai fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan dan toko-toko. Ini membuktikan status Leptis Magna sebagai pusat komersial dan industri yang sangat penting di Afrika Utara pada masa itu.

5. Runtuh akibat serbuan bangsa Vandal dan terkubur pasir

Leptis Magna
Leptis Magna (Franzfoto, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Roda sejarah terus berputar, dan kejayaan Leptis Magna pun mulai meredup. Memasuki abad ke-4 M, Kekaisaran Romawi mulai mengalami kesulitan ekonomi dan keamanan di wilayah perbatasannya. History Hit mencatat bahwa kota ini mengalami serangan hebat pada tahun 363 M yang merusak sebagian besar infrastrukturnya. Puncaknya adalah ketika bangsa Vandal menginvasi wilayah tersebut, yang semakin mempercepat kemunduran kota.

Setelah penaklukan oleh bangsa Arab pada tahun 642 M, Leptis Magna perlahan-lahan kehilangan statusnya sebagai pusat perkotaan dan mulai ditinggalkan. Alam pun mengambil alih. Selama lebih dari 800 tahun, kota megah ini terkubur oleh hembusan pasir dari gurun, sebuah proses yang ironisnya justru melindunginya dari penjarahan lebih lanjut. Berkat lapisan pasir inilah, reruntuhan Leptis Magna menjadi salah satu situs Romawi yang paling terawat di dunia saat ditemukan kembali pada awal abad ke-20.

6. Kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO yang terancam

Teater Leptis Magna
Teater Leptis Magna (Daviegunn, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Berkat kelengkapan dan kondisi reruntuhannya yang luar biasa, Leptis Magna diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1982. Situs ini memberikan gambaran yang utuh mengenai tata kota dan kehidupan sebuah kota besar Romawi. Menurut Britannica, sisa-sisa bangunannya yang masih kokoh berdiri menjadi daya tarik utama bagi para arkeolog dan sejarawan dari seluruh dunia.

Sayangnya, warisan berharga ini kini menghadapi ancaman. Sejak 2016, UNESCO telah memasukkan Leptis Magna ke dalam Daftar Situs Warisan Dunia dalam Bahaya. Ketidakstabilan politik dan konflik di Libya menjadi ancaman nyata bagi kelestarian situs. Perlindungan dan upaya konservasi menjadi tantangan besar di tengah situasi yang sulit, meninggalkan nasib "Roma di Afrika" ini dalam ketidakpastian.

Leptis Magna adalah bukti nyata dari pasang surut peradaban manusia yang mengagumkan sekaligus tragis. Ia mengajarkan kita bahwa kejayaan, semegah apa pun, pada akhirnya akan diuji oleh zaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Tasmanian Devil, Mamalia Kecil dengan Gigitan Terkuat di Dunia

15 Jan 2026, 17:49 WIBScience