Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa AC Membuat Ruangan Terasa Kering? Ternyata Ini Penyebabnya

Kenapa AC Membuat Ruangan Terasa Kering? Ternyata Ini Penyebabnya
ilustrasi AC (vecteezy.com/Witsanu Patipatamak)
Intinya Sih
  • AC mendinginkan udara melalui evaporator; uap air mengembun menjadi tetesan dan dibuang, sehingga udara yang kembali ke ruangan memiliki kelembapan lebih rendah.
  • Sensasi udara kering terjadi karena kelembapan relatif menurun, bukan karena seluruh air hilang; kondisi ini mempercepat penguapan kelembapan alami dari tubuh.
  • Kulit, bibir, mata, dan tenggorokan lebih mudah kering, terutama saat terpapar AC lama atau hembusannya langsung; suhu, ukuran ruangan, dan kelembapan luar turut memengaruhi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa kulit jadi lebih kering, bibir pecah-pecah, atau tenggorokan terasa gatal setelah seharian berada di ruangan ber-AC? Banyak orang mengira AC menyerap seluruh kelembapan udara hingga ruangan menjadi sangat kering. Padahal, cara kerjanya tidak sesederhana itu.

AC memang bisa membuat ruangan terasa lebih kering, tetapi bukan karena menghilangkan semua air dari udara. Efek tersebut muncul sebagai bagian dari proses pendinginan yang memang dirancang untuk membuat udara lebih nyaman. Lalu, bagaimana sebenarnya proses ini terjadi? Ini dia jawabannya.

1. AC mendinginkan udara sekaligus mengurangi kelembapan

ilustrasi AC
ilustrasi AC (vecteezy.com/Siraphol Siricharattakul)

Saat AC dinyalakan, udara hangat di dalam ruangan akan ditarik masuk ke dalam unit. Udara tersebut kemudian melewati evaporator, yaitu bagian yang memiliki permukaan sangat dingin. Ketika udara hangat bersentuhan dengan evaporator, uap air yang terkandung di dalamnya akan mengembun menjadi tetesan air. Proses ini mirip seperti embun yang muncul di permukaan gelas berisi es pada hari yang panas. Air hasil kondensasi itu kemudian dialirkan keluar melalui saluran pembuangan AC.

Karena sebagian uap air telah dikeluarkan, udara yang diembuskan kembali ke ruangan memiliki kelembapan yang lebih rendah. Akibatnya, udara terasa lebih kering dibandingkan sebelumnya. Itulah sebabnya ruangan ber-AC sering memberikan sensasi lebih kering daripada ruangan tanpa pendingin udara.

2. Ruangan terasa kering karena kelembapan relatif menurun

ilustrasi AC
ilustrasi AC (vecteezy.com/Saim Art)

Meski demikian, udara di dalam ruangan sebenarnya masih mengandung uap air. Yang berubah adalah kelembapan relatif atau relative humidity. Kelembapan relatif menunjukkan seberapa banyak uap air yang terkandung di udara dibandingkan dengan jumlah maksimum yang bisa ditampung udara pada suhu tertentu. Ketika suhu udara turun akibat AC, kemampuan udara dalam menahan uap air juga berubah. Akibatnya, tingkat kelembapan relatif ikut menurun dan tubuh mulai merasakan sensasi kering. Jadi, istilah "udara kering" bukan berarti tidak ada air sama sekali di udara, melainkan kadar kelembapannya sudah cukup rendah hingga terasa kurang nyaman bagi tubuh.

3. Mengapa kulit, mata, dan tenggorokan ikut terasa kering

ilustrasi AC
ilustrasi AC (vecteezy.com/Witsanu Patipatamak)

Tubuh manusia terus kehilangan air melalui proses penguapan. Saat kelembapan udara menurun, penguapan tersebut berlangsung lebih cepat. Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan alami sehingga terasa kencang atau kasar. Hal serupa juga terjadi pada bibir, mata, hingga lapisan tenggorokan yang menjadi lebih mudah kering.

Efek ini akan terasa lebih kuat jika hembusan AC langsung mengarah ke tubuh atau wajah. Aliran udara yang terus bergerak mempercepat penguapan air dari permukaan kulit dan mata. Akibatnya, kulit, mata, atau bibir bisa terasa kering lebih cepat.

4. Kenapa sensasi kering sering terasa pada malam hari

ilustrasi kamar tidur dengan AC
ilustrasi kamar tidur dengan AC (unsplash.com/mcpeter)

Banyak orang mengeluhkan hidung mampet, tenggorokan kering, atau mata terasa perih setelah tidur semalaman di kamar ber-AC. Hal ini terjadi karena tubuh berada di lingkungan ber-AC selama berjam-jam tanpa jeda. Semakin lama terpapar udara dengan kelembapan rendah, semakin banyak kelembapan alami yang menguap dari kulit dan saluran pernapasan. Selain itu, suhu AC yang terlalu rendah atau posisi tempat tidur yang tepat di depan hembusan udara juga bisa membuat sensasi kering terasa lebih kuat. Padahal, kelembapan ruangan sebenarnya masih berada dalam kisaran normal.

5. Mengapa ada ruangan yang terasa lebih kering daripada yang lain

ilustrasi AC (pixabay.com/Tumisu)
ilustrasi AC (pixabay.com/Tumisu)

Tidak semua ruangan ber-AC memberikan sensasi kering yang sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya, antara lain:

  • Tingkat kelembapan di luar ruangan. Saat cuaca sangat lembap, AC akan mengembunkan lebih banyak uap air sehingga perubahan kelembapan di dalam ruangan terasa lebih jelas.
  • Ukuran ruangan. AC yang terlalu besar untuk ukuran ruangan dapat mendinginkan ruangan sangat cepat. Akibatnya, suhu target sudah tercapai sebelum proses pengurangan kelembapan berlangsung optimal.
  • Pengaturan suhu. Semakin rendah suhu yang dipilih, semakin lama AC bekerja dan potensi udara terasa kering pun meningkat.
  • Kondisi filter AC. Filter yang bersih membuat sirkulasi udara lebih baik sehingga sistem bekerja lebih efisien.

Kesimpulannya, AC membuat ruangan terasa kering karena proses pendinginan juga disertai pengurangan kelembapan udara. Saat udara hangat melewati evaporator yang dingin, uap air mengembun lalu dibuang keluar sehingga kelembapan relatif di dalam ruangan menurun. Kondisi ini membuat penguapan air dari kulit, mata, dan saluran pernapasan berlangsung lebih cepat sehingga muncul sensasi kering.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More